Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Sambil Menyelam Menikmati Kolam

Sambil Menyelam Menikmati Kolam

Tiba-tiba saja salah seorang teman dekat minta tolong agar saya menterjemahkan dokumen pinjaman sejumlah dana pembiayaan property dengan Bank yang dilakukannya di luar negeri. Kadang-kadang memang saya iseng menterjemahkan ini dan itu. Paling mudah dan simple adalah menterjemahkan puisi berbahasa Inggris. Tentu saja sebatas kosa katanya tidak terlalu sulit untuk dipahami bagi mereka yang bukan penduduk asli ‘sono.’ Dulu saya ngeri melihat orang yang membaca buku berbahasa Inggris apalagi jika bukunya tebal. Saya pikir, “Gila ini orang pasti jago banget bahasa Inggrisnya!” Sekarang saya sendiri justru agak malas baca buku terjemahan. Kalau bisa ya dibaca dalam bahasa pengantar asli naskah yang hendak dibaca. Karena hanya bisa bahasa Inggris yang levelnya ‘little little sih I can’ — awalnya dicoba saja baca-baca buku dalam bahasa aslinya. Ternyata malah lebih nyaman demikian! Karena interpretasi terjemahan dapat kita perluas sendiri dalam benak kita.

Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia tidak bisa diterjemahkan kata per kata. Kadang ada yang susah dijelaskan dengan kata-kata. This is true! Kalau dibaca dalam bahasa Inggris, ngerti maksudnya. Tapi kalau coba diceritakan dalam bahasa Indonesia kadang-kadang jadi bingung sendiri. Tapi berdasarkan kegemaran membaca naskah berbahasa asing dan keingin-tahuan yang besar tentu saja saya jadi rajin membuka kamus. Makin lama-makin sering mencari arti kata yang tidak biasa. Lalu mengangguk-angguk sendiri, “Oh ternyata maksudnya nyeritain hal kayak gini tho,…” Tetapi tugas yang diberikan oleh teman saya bukan sekedar terjemahan cerita bacaan. Ini kontrak hutang-piutang yang memiliki bahasa hukum, bahasa ekonomi dan bahasa perbankan. Melilitlah perut kalau ditugaskan menterjemahkan naskah semacam ini! Sudah berusaha menolak, teman saya tetap mendesak. “Ayo cobalah kamu terjemahkan. Kasih tahu rate pembayaran yang harus kami lakukan!” What? Bahasa Inggris senin-kamis disuruh pasang tarif terjemahan? Kadang-kadang kesempatan dan motivasi datang justru disaat kita sedang ‘letoy’ dan malas mengerjakan sesuatu. Saya pikir ini memang kehendak Tuhan melalui permintaan teman.

translatingAkhirnya selama tiga hari saya ‘ngebut’ dan mencoba menterjemahkan 11 halaman kontrak yang diterjemahkan menjadi 13 halaman terjemahan bahasa Indonesia. Jujur, terjemahannya bagi saya kurang memuaskan. Karena waktunya sempit dan benar-benar butuh keahlian khusus untuk menterjemahkan dokumen resmi. Maka setahu saya pekerjaan untuk menterjemahkan dokumen resmi dibayar cukup mahal ketimbang misalnya menterjemahkan novel remaja atau cerita-cerita fiksi. Saya kurang suka pekerjaan tersebut, tetapi setelah selesai ternyata ada kebanggaan tersendiri. “Wah, ternyata bisa juga saya menyelesaikan terjemahan semacam ini. Yang njlimet, mumet dan ruwet.” Bagaimana mutu terjemahan tersebut? Ya memang agak dipertanyakan karena saya bukan lulusan sastra Inggris atau berprofesi sebagai penterjemah tersumpah. Saya berani melakukannya karena teman saya mengatakan bahwa ia ingin diterjemahkan hanya untuk sekedar ingin tahu, apa kira-kira cakupan kontraknya. Bukan diterjemahkan untuk keperluan legalitas. Kasarnya kontrak tersebut diterjemahkan hanya untuk keperluan dibaca pribadi. Jadi cukup berani bagi saya untuk menerima ‘tantangan.’ Lagipula sambil menyelam sekaligus menikmati kolam. Menolong teman sekaligus belajar lagi, buka-buka dictionary. 

Facebook Comments
Telah dibaca 46 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif