Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Katakan Ya Untuk Perubahan

Katakan Ya Untuk Perubahan

Sudah lama tidak memberi kabar, mendadak seorang kenalan menyapa dan memberitahukan tentang sebuah perubahan yang hendak dijalaninya. “Mbak, bulan Juli saya akan pindah ke Jambi.” Karena teman saya ini masih bujangan dan saya tahu dia ‘adventurer’ atau orang yang suka berkelana, maka saya menjawab, “Wow, .. ini hal yang baik buatmu. Saya yakin sebuah perubahan akan membuat kamu lebih bahagia.” Beberapa bulan belakangan teman saya ini sering sakit-sakitan dan kelelahan. Bolak-balik masuk rumah sakit. Profesinya juga sangat mulia, sebagai guru atau pendidik. Saya pikir guru yang bahagia akan mendidik anak-anak menjadi bahagia juga. Jadi karena beliau masih single, perubahan dan suasana baru saya pikir akan membuatnya menemukan kebahagiaan baru. Lalu saya tanyakan, “Bekerja di bidang pendidikan lagi?” Dan ia menjawab dengan bersemangat, “Ya Mbak, masih bekerja di bidang yang sama tentu saja.” Ketika saya sambung lagi, “Dengan siapa disana nanti kamu akan tinggal?” Ia menjawab santai, “Saya sendiri saja Mbak. Saya tidak dengan siapa-siapa karena saya mendapat pekerjaan ini melalui lowongan yang dibuka di internet.”

yesDisini saya kagum. Tapi ya, nggak kagum-kagum amat juga. Karena saya sewaktu lulus SMA juga pindah sendiri ke kota Yogyakarta. Tanpa siapa-siapa untuk menemani. Dan saya justru menemukan banyak teman-teman kost maupun teman-teman kuliah yang hingga hari ini menjadi saudara-saudara saya. Ketika kemudian pindah bekerja ke Jakarta pun demikian. Sendiri saja. Awalnya tinggal dengan seorang teman lama, kemudian pindah ke Jakarta Selatan dan menetap sendiri saja. Tinggal di pondokan sambil bekerja. Lagi-lagi menemukan banyak teman kost dan teman sekerja yang juga sudah seperti saudara. Awesome! Saya pikir perubahan itu sangat baik dalam kehidupan kita. Dengan perubahan kita akan menemukan geliat baru kehidupan yang sebelumnya mungkin tidak kita miliki. Saya masih percaya tentang hal ini. Maka saya membenci ketiadaan perubahan. Boring!

Seorang teman lain mengabarkan ,”Win, saya akan menemui seorang teman lama. Saya ingin bekerja dengannya dan pindah ke pulau Bali. Tapi saya takut Win. Saya takut dengan perubahan. Saya malas beradaptasi, merasa dibatasi oleh usia. Dan merasa nyaman di zona nyaman yang sesungguhnya tak lagi nyaman.” Hmmm,.. penyakit yang dihadapi oleh semua orang. Bahkan saya sendiri pernah mengalaminya. Bingung. Maju-mundur. Yes or No? Go or Stay? Tapi titik balik saya adalah hell no! Ogah. Rasa tidak nyaman yang sudah menyentuh langit ketujuh. I have to go. Saya tidak bisa terus-terusan seperti ini. Tinggal di dalam sangkar emas, bekerja seperti semut dan menunggu ajal menjemput? Apabila ajal tidak menjemput, barangkali bingung menghabiskan sisa usia tanpa tahu apa sesungguhnya panggilan hidupnya. Saya katakan pada teman saya itu, “Kamu ingin merasakan perubahan, tetapi kamu tidak mau berubah? Kamu bahkan takut pindah kerja? Takut terhadap proses adaptasi? Lalu sebenarnya yang kamu harapkan apa?” Tidak mungkin ada perubahan JIKA KITA TIDAK MAU BERUBAH. Orang lain dapat memberi saran hingga berbusa-busa. Tapi yang dapat mengubah pola pikir, sikap dan pandangan adalah KITA SENDIRI. Mau dinasihati hingga muncrat-muncrat, seseorang tidak akan berubah tanpa niatan hatinya sendiri.

Jim Carey memberikan contoh yang baik tentang perubahan dalam film YES MAN. Film lama tahun 2008 ini berkisah tentang seorang lelaki yang sangat apatis. Di pekerjaan selalu muram. Tidak suka bergaul. Diajak jalan oleh sahabat-sahabatnya menolak. Ketemu mantan istri nggak pede. Sikapnya sangat MENUTUP DIRI. Apatis, tidak mau TERBUKA. Lalu suatu hari dia bermimpi bahwa ia mati kaku di kasurnya dan teman-temannya melihat keadaannya seraya berkata, “Kayaknya dia udah mati deh! Mau gimana lagi? Semasa hidup dia memang membosankan. Kaku. Nggak mau gaul. Tertutup. Sekarang udah mati ya udah, tutup aja mukanya pakai selimut.” Carey terbangun dengan kaget oleh mimpi buruk tersebut. Lalu pada kesempatan lain dia bertemu teman lamanya yang baru saja ikutan seminar YES MAN. Teman ini juga memaksa Carey untuk ikut seminar yang sama. Menurut seminar tersebut Carey harus selalu menjawab YES pada setiap PERMINTAAN dari orang lain.

Dari situ pengalaman kocaknya dimulai. Pertama kali ia ditanya oleh seorang gelandangan, “Mau nggak kamu mengantarkanku ke taman kota?” Lalu ia terpaksa menjawab “YES.” Pertanyaan lain muncul, “Boleh pinjem hape kamu nggak? Boleh pinjam uang nggak?” Semua dijawab YES oleh Carey. Lalu sejak seminar itu semua hal-hal yang tadinya tak terpikirkan dan tidak menarik dijawab YES oleh Carey. Ia belajar gitar. Belajar mengemudikan pesawat. Belajar bahasa Korea. Berkencan dengan wanita Persia melalui website dan sebagainya. Semua tawaran perubahan diterima oleh Carey. Dari situ PERUBAHAN HIDUPNYA muncul. Ia berkenalan dengan gadis cantik yang mencintainya, karirnya membaik, persahabatan dengan kawan-kawannya kian akrab. Bahkan ia punya banyak pengalaman baru. Namun akhirnya Carey menyadari bahwa tujuan dari seminar YES MAN bukan sekedar menjawab YES pada semua ajakan atau permintaan tetapi menjawab YES untuk hal-hal yang memang sesuai dengan kata hatinya. Jika saya masih single dan ada ajakan untuk bekerja di Bali atau di Jambi, definetely I will say YES to the world! Well, tapi saya lebih suka Bali sih,…

Facebook Comments
Telah dibaca 90 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif