Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Menggali Kuburan Lama

Menggali Kuburan Lama

Ada sih keinginan menjadi penulis cerita horror! Ndilalah saya kekurangan inspirasi. Kurang semadi dan jarang berdiam ditempat-tempat gelap atau sarang hantu. Menggali kuburan lama bukanlah kisah horror walaupun judulnya memang agak seram. Sebelas-dua belas dengan ‘beranak dalam kubur.’ Tetapi ini kisah tentang video game. Aneh ya? Kenapa cerita tentang video game diberi judul menggali kuburan lama. Karena video game yang ingin diceritakan adalah ATARI, almarhum. Yang sudah tidak eksis lagi.

steve jobs quotesATARI, apaan tuh? Pada jaman dahulu kala komputer belum lahir kedunia, boro-boro blackberry dan Samsung Tab belum muncul. Alkisah untuk pertama kalinya yang lahir ke dunia adalah video game ATARI. Aduh ampun deh ini video game jadul pisan. Cuma dicolok ke TV tabung yang gendut gede (jaman dulu belum ada TV layar datar) lalu isinya noktah titik-titik yang biasanya dibentuk jadi pesawat ruang angkasa, main perang-perangan atau lompat-lompat ala mario bross (Mario and Luigi) atau ular centipede muter-muter. The most boring games ever. Anak-anak jaman sekarang akan menjerit, MAMA-PAPA, OOM-TANTE ini mainan jenis apa? Yup, mainan jenis purbakala. Kalau sekarang ada Wii, XBox dan Playstation, maka Atari adalah Mbah Buyutnya. Perusahaan Atari digagas tahun 1972 dan mulai beroperasional dengan baik di tahun 1976. Saya bukan gamers (karena semasa kecil saya akan disabet orang-tua kalau kebanyakan main game), tetapi saya tahu ada banyak anak-anak dan remaja yang tergila-gila main game sejak dulu.

Pada masa itu ATARI sangatlah berjaya (tahun 70-an hingga awal 80-an). Jenis mainannya ada banyak macam. Model Pacman juga ada tuh, permainan lama yang sangat favorit pada masa itu. Lalu mendadak ATARI ‘dibunuh diam-diam’ alias game over pada tahun 1983. Permainan jadul ini dioperasikan  menggunakan cartridge (semacam kaset permainannya) dan joystick. —Tan, kayak gimana sih cartridge ATARI?— Duh susah jelasinnya Cu, coba dibrows aja ya : cartridge Atari. Beda kali ama cartridge yang buat ngisi tinta printer. —

atari01

foto: gamasutra

Setelah menyaksikan film dokumenter ATARI : game over, saya baru tahu ‘Misteri Matinya Atari’. Tenyata pada tahun 1983 itu ada Film yang sangat nge-TOP judulnya ET (extra terrrestrial). Seingat saya, salah satu yang berperan adalah si imut Drew Barrymore. Sekarang si Drew udah Tante-tante yak! Waktu main di film itu dia masih TK apa SD gitu. Nah, karena filmnya booming lalu dibuatlah video-gamenya melalui perusahaan ATARI. Judulnya ET Atari video game. Rupanya video game ini menjadi ‘batu nisan’ atau era berakhirnya perusahaan ATARI. Video game ini dinobatkan sebagai video game terburuk sepanjang masa. Hla, kok bisa? … Saya nggak tahu mengapa video game ini disebut sebagai yang terburuk. Tetapi berakibat ada ribuan cartridge-nya yang mangkrak dan tidak bisa dijual sehingga dikubur di kota Almogordo, New Mexico. Kejadian ini menjadi semacam urban legend bahwa cartridge ET Atari dan era keemasan video game Atari turut pula terkubur disitu. Dikuburnya tahun 1983.

Kalau dipikir ini kurang ajar juga, sebelum ada semua yang serba hebat sekarang, ATARI ini Mbah buyutnya… Turunan pertama, lha kok malah dikubur tak jelas tanpa nisan? Setelah tiga puluh tahun berlalu. Dibuatlah program penggalian kembali kuburan Atari. Gagalnya penjualan video game ET Atari membuat TBC penciptanya. TBC adalah Tekanan Batin Cinta. Seseorang tidak hanya atau selalu mencintai manusia lain. Seseorang bisa jadi sangat mencintai pekerjaan atau dedikasinya untuk berkreasi. Pencipta ET Atari adalah Howard Scott Warshaw. Pria ini adalah pria semacam Steve Jobs yang merupakan pria penggila komputer yang kerjanya mencipta game atau aplikasi. Video game ET yang menandakan era berakhirnya ATARI, membuat ia terlempar dari kursi selebriti geek komputer menjadi nobody–siapa elo–. Jadi yang tadinya punya poisisi keren, pekerjaannya adalah programmer perusahaan besar, mendadak disuruh angkut barang-barang dan keluar dari perusahaan tersebut. Karyawan Atari dari 10,000 orang dipecat, hanya tinggal 2,000 orang. Lalu matilah ATARI dan orang mulai melupakannya. Melupakan mbah buyutnya Xbox,…

Dalam film dokumenter tersebut Howard diundang kembali untuk ikut datang melihat penggalian cartridge-cartridge lama dari perusahaan Atari khususnya ET yang merupakan ciptaan dirinya. Bagaimana perasaan Howard? Wuah, campur aduk seribu satu! Tentu saja ada sejuta kenangan dan haru-biru. Atari mengingatkan Howard akan masa mudanya yang penuh gairah, kreativitas dan menggeluti pekerjaan yang sangat dicintai. Lalu mendadak saja sebuah sapuan takdir menerpa : Kamu programmmer nggak laku, kreasi terakhir kamu jeblok dipasaran! Menurut saya programmer juga seniman lho,… Sakit hati banget kalau karyanya dinobatkan sebagai : video game terburuk sepanjang masa. Sakitnya tuh disini!

Howard berkisah bahwa sejak didepak dari ATARI ia sudah mencoba berbagai pekerjaan lain. Sampai pernah menjadi agent properti (bayangkan programmer jadi agent property? Nggak nyambung bangeeet… ). Nasibnya terlunta-lunta sejak dibenamkan ke dasar laut. Sampai suatu ketika Howard kuliah lagi dan mengambil master terapi khusus bagi para penghuni lembah silikon. Tehnologi informasi adalah ilmu yang boleh dikata kini ‘menggenggam dunia.’ Anda toleh kanan-kiri semua orang menggunakan gadget, game, dan aplikasi. Semua ini adalah kreativitas kelompok besar Steve Jobs, Bill Gates dan orang-orang semacam mereka. Sudah pasti persaingan kerja sangatlah tajam. Satu orang mampu mencipta robot yang bisa mengupas bawang, tetapi orang lain mampu mencipta robot yang bisa memasak sarapan pagi. Matilah kau! Semakin jago dan canggih ciptaan atau kreasinya tentu saja akan mengalahkan rekan yang lain. Howard sendiri mengalami pengalaman batin yang tiada tara sakitnya, hingga ia berbalik arah dan justru menggunakan rasa sakit itu sebagai keahlian untuk menjadi terapis orang-orang lembah silikon yang stress oleh karena tekanan pekerjaan.

atariKetika ‘kubur lama Atari’ dibongkar yang mana isinya kebanyakan adalah sampah, ternyata banyak sekali orang yang berkumpul, ingin menyaksikan dan melihat kejayaan masa lalu yang pernah sangat mereka agungkan, nge-game dengan ATARI. Mereka senang sekali ketika melihat cartridge aneka permainan ATARI masih ditemukan dan mulai dimasukkan ke kotak. Sebagian akan dibersihkan dan dimasukkan museum atau mungkin dijual sebagai koleksi lama/koleksi barang antik. Howard sendiri tampak diliputi aneka perasaan sedih dan haru ketika ‘kubur lama dibongkar’ dan hasil kreasinya diagungkan kembali. Sangat keji apa yang terjadi pada Howard, bahwa sebuah manajemen perusahaan menyetujui karyanya diproduksi massal, namun ketika gagal dipasaran, penciptanya yang menerima aib. Saya pribadi menyimpan kecurigaan teori konspirasi. Bahwa itu hanyalah persaingan bisnis. Untuk muncul sebagai jagoan baru, jagoan lama harus dilumpuhkan! Kalau soal duit dan kekuasaan, orang akan melakukan apa saja. Bahkan strategi yang paling licik dan kotor, yang bisa mengorbankan siapa saja. Kira-kira bagaimana menurut Anda?…

Telah dibaca 130 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

5 comments

  1. Saat itu perusahaan game belum sebanyak sekarang, apalagi ATARI adalah penyedia konsol dan developer game-nya sekaligus. Penjualan yang jeblok mungkin dipikir pengaruhnya akan besar karena hampir tak punya pesaing…

    Saat ini penjualan konsol game memang marak, tapi tak ada istilah “game terburuk” lagi. Yang ada hanya developer diambang kebangkrutan saat kita melihat banyak lapak bajakan bahkan di mall-mall besar. Bisa ditemui di forum2 game dulu: sekian judul CD original dari developer X dijual murah. Dan, yang mengambil untung dari berbagai game bajakan tersebut adalah penyedia konsolnya, karena pemikirannya… jika menduplikasi sebuah CD software game adalah pekerjaan mudah, bagaimana dengan mereproduksi sebuah hardware?

    • Agung… yg bikin saya ngga ngerti : nggak punya pesaing kan harusnya jual apa saja LAKU DONG! produk yang JELEK juga HARUSnya laku — PASAR MONOPOLI… justru saya curiga satu atau beberapa org dibalik layar punya ‘Rencana Besar’ lain maka ATARI ditumbangkan…— cuma pemikiran saya aja sih–

      maksudnya : jika menduplikasi sebuah CD software game adalah pekerjaan mudah, mengapa tidak diperbanyak dan disebar saja agar KONSOLnya juga LARIS MANIS gitu? secara harga KONSOLnya kan mahal? agak ngga ‘mudheng’ saya dengan komentar yg kedua.. hehehe– jelasin lagi ya…

    • Tanggapannya yang pertama saya malah setuju. Yang kedua malah bikin berkernyit dahi. hehehe…

      Maksud komen saya kedua itu begini: Saya rasa pihak Sony (produsen Playstation) pun akan diuntungkan juga dengan maraknya penjualan CD game bajakan. Karena bagaimanapun kondisi bajakannya, konsol ini tetap bisa memainkan game bajakan tersebut. Yang secara otomatis juga meningkat dari segi penjualan. Setahu saya, di PS ada yang namanya Game Shark untuk ‘cheat’ sebuah game yang sulit agar pemain bisa memenangkan game tersebut dengan mudah. Ada pula kode-kode untuk memainkan game (CD/DVD) bajakan tersebut meski secara konsol atau hardware game ini terblokir.

      Sekarang melihat faktanya: rental PS ditempat saya dan penjual konsol PS tersebut 98% tidak menyediakan CD game yang original berharga ratusan ribu perbuahnya. http://www.veringameshop.com/
      Karena disk game asli yang mahal itulah akhirnya banyak bajakan dimana-mana. Rasanya, game sekarang ini susah untuk dilabeli ‘terburuk’ dari segi penjualan karena kualitas game. Yang banyak, ‘terburuk’ dari segi penjualan karena adanya bajakan.

      Saya dulu pernah menemukan di sebuah forum, ada developer diambang kebangkrutan (kalo nggak salah THQ) yang menjual 10 keping disk—atau DVD gamenya—dengan harga dibawah 200ribu rupiah. waktu saya cari ulang forumnya belum ketemu, malah ketemu berita ini: http://inet.detik.com/read/2013/01/23/091337/2150276/654/kepepet-bangkrut-thq-obral-19-game-rp-240-ribu?i992205654

      Mungkin yang membingungkan yang ini yah ^_^ : “jika menduplikasi sebuah CD software game adalah pekerjaan mudah, bagaimana dengan mereproduksi sebuah hardware?” maksudnya, semahal apapun harga CD game tentunya bisa dikopi (yang bikin mahal kan ide dan proses kreatifnya—dan inilah sering jadi sasaran pelanggaran HaKI) tapi tidak dengan konsolnya itu sendiri (yang mengakibatkan produsen konsol tersebut tersebut masih tetap diuntungkan secara penjualannya). Memang kita lihat ada banyak barang palsu (bikinan China biasanya), tapi bagaimana dengan PS palsu?
      Meski secara logika kita juga tinggal kongkalingkong dengan penyedia komponen dan program saja. Tapi sebagaimana otak pebisnis… mungkin rugi mereproduksi konsol seperti PS ini. karena nyatanya kita juga menjumpai emulator PS di PC. emulator ini adalah sebuah program komputer yang mengkondisikan PC jadi mirip seperti apa yang ditirunya tersebut, jadi bisa memainkan game/CD/DVD konsol tertentu layaknya di konsol aslinya. Ada emulator Nintendo, PS, arcade, SEGA, dll.
      Setahu saya sih, tak ada yang palsu… yang ada hanya ‘asli baru’, refurbished (diperbaiki dijual ulang) dan rekondisi: http://www.kotakgame.com/minifeature/detail/0/1219/Diary-Kru-KotGa-Tips-Membedakan-PlayStation-3-Ori

      Seumur hidup saya hanya 2x main PS, itu saja di rumah teman dan mungkin opini saya ini juga bukan kebenaran karena saya juga bukan pengamat game.

  2. Anita Godjali

    Sayangnya saya tidak termasuk “peziarah” jadi tidak paham akan kubur ini, setelah Jeng Winda membongkarnya baru sedikit ngerti sejarah kubur itu. Hahahaha… gak pernah ngegame nih…http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.