Home » SOSIAL BUDAYA » Catatan Harian » Teror Lagu Asmara di Telinga Anak

Teror Lagu Asmara di Telinga Anak

teror lagu
Hari minggu lalu, saya menyempatkan diri untuk mengantar anak dan keponakan untuk berenang di salah satu kolam renang yang cukup terkenal di Sragen. Tampaknya tidak ada masalah serius di kolam renang ini. Nyaman, interior lumayan, dan variasi permainan cukup menarik. Anakku sangat suka berenang di sini.

Hanya saja, nyanyian lagu-lagu asmara yang terus terdengar di arena kolam renang ini sangat tidak nyaman jika di dengarkan oleh anak-anak. Mestinya, di area publik yang banyak dikunjungi oleh anak-anak pengelola kolam renang bisa lebih bijak dengan memperdengarkan lagu anak-anak yang mendidik. Bukan malah mengirim teror psikologis yang bisa merusak masa depan anak.

Menurut John Locke (dalam Gunarsa, 1986) anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan. Augustinus (dalam Suryabrata, 1987), yang dipandang sebagai peletak dasar permulaan psikologi anak, mengatakan bahwa anak tidak sama dengan orang dewasa. Anak mempunyai kecenderungan untuk menyimpang dari hukum dan ketertiban yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengertian terhadap realita kehidupan. Anak-anak lebih mudah belajar dengan contoh-contoh yang diterimanya dari aturan-aturan yang bersifat memaksa. Sobur (1988), mengartikan anak sebagai orang yang mempunyai pikiran, perasaan, sikap dan minat yang berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan.

Anak-anak mesti mendapat perlindungan untuk terhindar dari lagu yang tidak sesuai dengan perkembangan psikisnya.

Sumber gambar : kompasiana.com

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

4 comments

  1. Sekarang ini memang agak susah kalau mau dengerin lagu anak anak ayah ga kaya zaman dulu lihat saja tuh di televisi yang ngadain lomba nyanyi buat anak anak tapi tetep aja lagunya orang dewasa itu bikin kita dilema ya ga sih ayah karena isinya lagu cinta orang dewasa semua http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gifhttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif

  2. bener niih, jangan sampai anak-anak menjadi dewasa sebelum waktunyaa, kan bahaya :D

  3. f-i-agungprasetyo

    Harusnya lagu2 yang khas anak-anak mirip yang di odong-odong ya pak?http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif

  4. lagunya kayak apa sih ..jadi penasaran? hehehe….

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif