Home » SOSIAL BUDAYA » Catatan Harian » APALAH ARTI SEBUAH NAMA

APALAH ARTI SEBUAH NAMA

Saya pernah tersenyum saat menatap nama saya tertera dalam teks, Suzana. Apa jadinya kalau saya tak punya nama? Atau nama itu setiap kali selau berubah-ubah, bagaimana orang memanggil saya? Pertanyaan itulah yang pernah muncul saat saya menatap nama saya.

Pada mulanya nama berfungsi sebagai penyebut atau penanda. Saat sekolah dulu, dalam kelas pernah ada dua orang teman saya yang memiliki nama yang sama, Budiman. Cuma bedanya yang satu orang jawa dan yang satu lagi orang Cina. Sehingga guru kami menyebut nama Budiman yang Jawa dengan sebutan Budiman Jawa, sedangkan yang orang Cina disebut Budiman Cina. Kalau zaman dulu mungkin hal ini tak menjadi masalah. Tapi kalau dizaman sekarang, mungkin guru kami bisa dituduh rasialis.

Selain penanda, nama juga bisa membedakan jenis kelamin. Dikalangan orang Jawa, membedakan lelaki atau perempuan cukup lihat huruf dibelakang namanya. Kalau belakang namanya berakhiran O, bisa dipastikan dia laki-laki. Contohnya, Danarto, Suharto, Sukarno, Budiono dan sebagainya. Sedangkan  apabila berakhiran I berarti perempuan. Contohnya, Sukerti, Megawati, Danarti, Dini dan sebagainya. Biasanya sih seperti itu. Tapi ada juga nama lelaki dari kalangan orang Jawa yang berakhiran I contohnya, Supardi, Sapardji, dan sebagainya.

Selain bentuk dan isi, nama juga punya arti. Seperti nama saya, Suzana, artinya bunga Lily. Yang saya tahu bunga Lily sangat sulit sekali didapat di Indonesia. Lantas mengapa ayah begitu terinspirasi dengan bunga Lily? Kenapa tidak bunga melur atau mawar misalnya yang lebih Indonesia. Entahlah. Tapi suami saya punya pendapat lain. Katanya ayah bukan terinspirasi bunga Lily, tapi terpesona oleh kecantikan Ratu Horor, Suzanna yang terkenal itu. Mungkin maksud ayah agar anaknya kelak mewarisi kecantikan bintang film horror tersebut. Syukurlah, saya pikir. Asal jangan mewarisi “kecantikan” tokoh yang diperankannya saja. Iiiiihhhh.. Sereeeeeeemmmmm…..

Nama juga kadang menunjukkan fungsi social. Paimin atau Tukiyem pastilah dari rakyat kebanyakan. Sedangkan Sukarno atau Suharto berasal dari status social lebih tinggi. Walaupun sekarang juga banyak berubah. Kadang ada orang Jawa kebanyakan member nama anaknya dengan awalan Su. Contoh Sugito, Suparno yang ayahnya kuli bangunan.

Pemaknaan sebuah nama terkadang bukan sekedar leksikal. Nama bahkan menjadi sumber penghasilan. Nama-nama seperti Yves Saint Laurent, Kenzo, J-Lo, Britney Spears, Dolce Gabana, David Becham apabila sudah ditempelkan di sebotol parfum atau selembar pakaian akan membuatnya menjadi mahal. Bahkan bagi yang menggunakannya tentu akan merasa lebih bergengsi.

Tampaknya, semua hal memang bisa bermula dari nama. Itupun tak Cuma berlaku untuk orang….andif

Telah dibaca 60 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.