Home » SOSIAL BUDAYA » Catatan Harian » RENUNGAN RAMADHAN : Ayam Ditukar Sapi

RENUNGAN RAMADHAN : Ayam Ditukar Sapi

Koh Abeng adalah seorang peternak yang cukup sukses didesa kami. Suatu pagi saat Koh Abeng sedang memberi makan ayam-ayamnya, Om Brewok, seorang lintah darat masuk dengan sombongnya. Om Brewok terkenal sebagai orang yang culas, penipu dan banyak akal untuk mengakali petani-petani didesa dalam mengambil alih hak milik mereka. Hari itu, mungkin dia dapat akal untuk mengambil ayam-ayam Koh Abeng.

“ Saya datang mau mengambil ayam-ayam saya,” kata Om Brewok.

“ Maksudmu apa?” seru Koh abeng. “ Ini ayam-ayam milik saya. Apa dasarnya Om Brewok mengatakan kalau ayam-ayam ini milik Om.

“ Heh.. Koh Abeng. Kamu kan tau kalau ayam betina tidak mungkin beranak kalau tidak ada ayam jantan. Nah, ayam-ayam mu yang saya tahu kan betina semua. Mana jantannya? Hah.. Pasti ini ulah ayam-ayam jantan saya yang kebetulan ketemu atau lagi main ke kandang sini terus membuahi ayam-ayammu. Berarti hasil dari perkawinan itu juga jadi milik saya dong. Iya kan? Mana bisa ayam disuntik lalu bertelur. Ada-ada saja kamu.”

Koh Abeng berpikir sejenak,” Betul juga ya! Ayo silahkan ambil saja semua Om Brewok.”

Om Brewok tentu senang karena mendapatkan ayam tanpa membelinya.

 

Suatu hari sapi betina Om Brewok melahirkan. Melihat anak sapi yang lucu, hati Om Brewok bukan main gembira. Esoknya Koh Abeng datang ke rumah Om Brewok.

Om Brewok terheran-heran bertanya,” ngapain kamu kemari?” tanyanya.

“ Saya mau ambil sapi saya Om!” kata Koh Abeng.

“ Kamu mau main-main sama saya ya! Sudah jelas anak sapi ini dilahirkan oleh sapi betina saya, eh kamu malah ngaku-ngaku. Kamu jangan macam-macam ya!” Jawab Om Brewok ketus.

“ Dulu Om Brewok kan pernah bilang, tanpa pejantan tak mungkin betina bisa beranak, ya kan? Nah, setau saya, Om Brewok kan tak punya sapi jantan. Koq bisa sapi betinanya beranak? Pasti ini ulah sapi jantan saya yang mungkin kebetulan ke kandang sapi betina Om Brewok dan jadilah anak sapi Om Brewok ini. Jadi anak sapi ini otomatis jadi milik saya seperti yang Om bilang kemaren.” Sahut Koh Abeng tenang.

Mendengar penuturan koh Abeng, Om Brewok tak dapat berkata sepatah katapun ketika Koh Abeng membawa anak sapinya

 

RENUNGAN KITA HARI INI :

Perbuatan curang dan khianat adalah fenomena negatif yang telah sangat akut dalam perilaku masyarakat kita dewasa ini. Hingga bagi sebagian orang yang lemah jiwanya dan ‘murah’ harga dirinya, perbuatan curang telah menjadi kebiasaan yang seolah bukan lagi dianggap perbuatan dosa. Hampir dalam semua bentuk interaksi yang dilakukan oleh mereka dengan orang lain, selalu saja dibumbui dengan kecurangan, kebohongan dan khianat. Padahal, jangankan agama, seluruh manusia yang lurus fitrahnya pun, mengatakan bahwa perbuatan itu jelas buruk dan tidak terpuji.

Kecurangan dapat diatasi jika dalam hati masyarakat sudah tertanam dengan kuat nilai-nilai ketauhidan dan keimanan. Kesadaran selalu diawasi oleh Allah akan membuat seseorang tidak akan berani melakukan perbuatan tersebut. Pun pemahaman terhadap akibat-akibat buruk yang akan menimpa mereka kelak dari perbuatan curang harus terus ditingkatkan. Jika kesadaran ini telah terkolektif, maka insya Allah praktek-praktek kecurangan dapat dientaskan, atau sedikitnya diminimalisir.

Bagi kita yang telah menyadari perbuatan buruk tersebut, hendaknya menjauhi sahabat atau teman yang suka berbuat curang, terus berdoa kepada Allah memohon taufiq, selalu mengingat akhirat dan berusahalah melakukan amar makruf nahi munkar sesuai dengan kemampuan dalam rangka merubah keadaan masyarakat menuju yang lebih baik.

 

 

MARI SEBARKAN KEPADA SESAMA MUSLIM SEBAGAI SEDEKAH RUHANIYAH KITA DAN SEMOGA MENAMBAH AMAL  JARIYAH KITA SEMUA

Telah dibaca 29 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif