Home » SOSIAL BUDAYA » Doa Untuk Negeri » MARI BELAJAR DARI KOREA

MARI BELAJAR DARI KOREA

Pengetahuan kita akan produk Korea apalagi bila dibandingkan dengan buatan Jepang pastilah sangat sedikit. Barangkali hanya sebatas Miwon. Tapi itupun masih kalah dengan produk sejenis yang dikeluarkan oleh Jepang yaitu Ajinomoto. Selain produk bumbu penyedap, masih ada lagi produk Korea yang akrab ditelinga kita yaitu Ginseng.

Tapi sekarang? Barang-barang Korea banyak beredar di Indonesia. Merek-merek seperti Hyundai, Samsung, Daewoo, Kia, LG makin merebak di sini. Bangsa yang semula mengandalkan buruh murah, industry sederhana seperti sepatu dan tekstil, kini menggantinya dengan industry berteknologi tinggi. Jepang, negeri yang semula menjajahnya, mulai menghadapi pesaing berat. Pendapatan warga Korea makin lama makin meningkat.

Seluruh dunia saat ini tidak pernah lagi memandang mereka sebelah mata. Korea sekarang sudah termasuk kumpulan Negara-negara kaya yang lebih dikenal dengan OECD(Organization of Economic and Development). Perkembangan ekonomi Korea tentu punya jalan sendiri. Mungkin tidak khas. Bisa dibilang mirip dengan cara Jepang. Sistem ekonomi Korea pada mulanya ditopang persekongkolan antara pejabat milter dengan para konglomerat(Chaebol). Tapi kemudian terjadi perubahan yang mendasar. Saat para Chaebol mulai merambah pasar luar negeri. Konon ada semangat lain yang memotivasi para Chaebol merambah pasar luar negeri. Semangat untuk menyaingi peran Jepang di perdagangan Internasional.

Perusahaan-perusahaan itu pun makin professional. Angota-anggpta keluarga yang semula mendominasi manajemen tingkat atas , mulai menyerahkan kursinya pada manajer-manajer professional dengan pengalaman internasional. Perkembangan ekonomi yang baik ditopang oleh peluang yang masih terbuka membuat banyak putra-putri terbaik Korea kembali ke kampong halamannya. Gelombang ratusan orang-orang bergelar Ph.D dengan pengalaman bertahun-tahun di Eropah dan USA kembali ke tanah air. Seperti ikan dalam akuarium yang dibiarkan bebas, mereka bergairah melakukan inovasi dan mengembangkan ide-ide baru yang kini menyebar ke seluruh dunia.

Kembalinya”anak-anak” hilang itu ditandai dengan pendalaman tehnologi yang makin canggih. Kegiatan riset dan pengembangan(R&D) menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan. Contohnya Daewoo dengan Institute of Engineeringnya. Cara lain yang umumnya ditempuh oleh perusahaan-perusahaan Kore adalah mengirimkan 5-10 karyawannya untuk mengambil pendidikan setingkat S3 di Eropah dan USA. Itulah Korea sekarang.

Korea adalah salah satu contoh Negara yang begitu paham akan postulat Michael W. Porter tentang Competitive Advantage suatu bangsa untuk lebih dari sekedar Survive di Zaman global ini. Bagi Porter, Perusahaan lah yang akan menjadi andalan di masa depan(bukan Negara). Resep Porter agaknya benar-benar dipraktekkan oleh bangsa Korea. Bukan yang mengandalkan buruh murah dan kelimpahan bahan baku.

Haruskah kita kagum pada Korea? Haruskah kita mencontoh mereka?

Kagum saja jelas tidak berguna. Perkembangn yang terjadi di Korea adalah cermin yang baik bagi kita. Satu hal yang pasti, Korea melakukan yang disebut pembangunan. Sebuah mimpi yang di ukur dengan pertumbuhan, dinilai dengan tingginya pendapatan, GNP, dalam rangka mengejar kemakmuran. Ada hal yang agaknya perlu ditanyakan dalam hal ini. Untuk apa dan siapa kemakmuran itu?

Telah dibaca 100 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif