Home » SOSIAL BUDAYA » Doa Untuk Negeri » Mari Satukan Perbedaan

Mari Satukan Perbedaan

Suatu saat saya pernah ditanya oleh seorang sahabat dari Malaysia. Pertanyaannya begini, bagaimana pendapatmu tentang Papua? Mengapa mereka bisa menjadi bangsa Indonesia? Bukankah sebagian besar penduduk Indonesia berasal dari ras Melanesia sementara mereka berasal dari ras polinesia?

Rangkaian pertanyaan diatas akhirnya saya jawab dengan mengacu kepada negaranya sendiri, Malaysia. Di Malaysia hidup beragam etnik. Tepatnya ada tiga etnik besar, Melayu, Cina dan Tamil. Dalam kelompok masing-masing mereka berbicara dengan bahasa yang beragam pula yaitu Melayu, Mandarin dan Tamil. Apabila kebetulan terjadi percakapan lintas etnik maka biasanya mereka selalu menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Ketiga puak itu tetap berada dalam satu ikatan kebangsaan yaitu bangsa Malaysia.

Ketiga puak ini merasa punya hak yang sama terhadap Malaysia. Bahkan salah satu puak akan merasa keberatan apabila ada puak yang di “anak emas”kan. Secara kasat mata Malaysia memang negeri yang berwarna warni. Tak ada larangan memakai bahasa ibu. Papan-papan nama dikedaipun membuktikan ke kontrasan itu. Ada papan nama bertuliskan huruf Cina, Latin, Tamil dan  Arab melayu. Aspirasi yang berbeda tetap dipertahankan. Ibarat sebuah kebun, seribu bunga boleh tumbuh disana.

Apabila dia mau menoleh ke halaman belakangnya sendiri, rasanya pertanyaan itu tak perlu dia ajukan. Apalagi bila mengacu kepada pertumbuhan Negara-negara baru yang tak semuanya berasal dari sebuah Negara yang dijajah bangsa lain tetapi berasal dari pecahnya puak-puak yang semula solid dan akhirnya membentuk Negara sendiri-sendiri.

Dengan kata lain, sebuah bangsa yang telah puluhan tahun bersatu tetap saja ada aspirasi – aspirasi yang berbeda tumbuh didalamnya. Dalam situasi dan masa tertentu, perbedaan itu memang bisa dibungkam, tapi jelas tak bisa selamanya. Konsep Nation Building yang sudah seakan-akan menjadi mantra buat bangsa-bangsa yang baru merdeka, bisa saja keliru dan berbahaya.

Hidup merdeka memang harga mati. Masalahnya adalah, bagaimana itu tetap kita dapatkan tanpa terpecah belah sebagai sebuah bangsa.

Facebook Comments
Telah dibaca 63 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif