Home » SOSIAL BUDAYA » Catatan Harian » “BAHAGIA SAAT CARI KENALAN BARU…”

“BAHAGIA SAAT CARI KENALAN BARU…”

Saya ingin memulai tulisan ini dengan berterima kasih pada seorang kawan lama. Berawal dari percakapan singkat kami di salah satu social media, dia berkomentar: “Sepertinya akhir-akhir ini lo amat menikmati hidup lo. Lo kedengeran bahagia banget.”

            Benarkah? Darimana kawan saya tahu? Mungkin dari foto-foto saya yang di-tag teman-teman dan selalu ada wajah-wajah baru di sana, yang mengesankan saya sedang senang-senangnya cari kenalan baru. Mungkin juga dari suara saya di telepon.

Atau mungkin juga dari betapa makin jarangnya saya curhat di social media berupa status soal pribadi, apalagi yang negatif. Bagi saya, lama-lama rasanya seperti buang-buang waktu dan tenaga. Untuk apa? Rasanya tidak perlu seluruh dunia tahu tentang saya.

Merasa kesepian, namun sepertinya para sahabat sedang sibuk semua dan tidak bisa diajak ketemuan? Berarti saatnya cari kenalan baru. Kalau bingung, kita bisa mulai dari mendatangi dan nimbrung di komunitas hobi atau berisi orang-orang yang seminat dengan Anda. Ingat, banyak jalan menuju Roma (atau ke Negeri Cina, terserah pilihan Anda.)

Itulah yang sering saya lakukan akhir-akhir ini: cari kenalan baru lewat komunitas menulis di sela-sela jadwal kerja. Apakah lantas ada persahabatan instan? Tidak juga. Semua perlu proses. Tidak bisa dipaksakan.

Saya juga tidak sedang berusaha mengganti teman lama dengan yang baru. Jangan samakan mereka dengan baju. Setiap orang berbeda.

Yang pasti, dulu saya tidak seperti ini. Dulu saya tidak begitu percaya diri. Baru-baru ini saja saya sudah mulai sedikit lebih terbuka, meski tidak lantas langsung cerita semuanya. Seperti biasa, saya belajar dari pengalaman. Tak seharusnya masa lalu dijadikan alasan untuk takut maju.

Kita tak pernah tahu kemana hidup akan membawa kita. Maka itu, tidak ada cara menjalani hidup selain melangkah maju, kalau perlu tanpa terlalu sering menengok ke belakang. Ya, salah satunya dengan cari kenalan baru.

R.

            (Jakarta, 22 Mei 2015 – 19:05)

Telah dibaca 73 x , hari ini 1 x

About rubyastari

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif