Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Stop Meratapi Jomblo!

Stop Meratapi Jomblo!

Seiring perkembangan zaman, banyak perubahan yang terjadi di kehidupan kita. Entah itu perubahan yang lebih baik ataupun lebih buruk. Menurut writer sendiri, zaman sekarang tuh hidup semakin aneh. Bukan ‘hidupnya’, melainkan ‘orang-orangnya’. Seringkali kita menjumpai berita di media cetak dan elektronik yang mengabarkan hal – hal aneh dan konyol. Misalnya, seorang ayah membunuh anaknya karena tidak tega melihat hidupnya sengsara, ia pikir anaknya bisa hidup bahagia di surga. Iya sih Pak, mungkin anaknya bisa bahagia, tapi Bapak? Mau menghabiskan sisa hidup di penjara dan berdosa? Terus ada lagi tentang seorang siswa yang terjun tanpa payung (ya, dia terjun dari menara tanpa payung dan pengaman) karena gagal Ujian Nasional. Hello, hidup gak cuma sebatas lulus atau gagalnya UN, Nak! Masih banyak hal yang bisa dikerjakan sebelum ajal datang. Dan satu lagi nih yang gak kalah ironis, tentang seorang wanita atau pria yang mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, hanya karena masalah yang sepele. Tidak lain, masalah cinta ditolak. Masih banyak ikan di laut Mas, Mbak! Kini, cinta ditolak bukan lagi dukun yang bertindak. Melainkan pisau dapur, racun tikus, tali tambang, golok, dan masih banyak lagi perkakas bunuh diri lainnya yang bertindak.

Well.. Itu salah tiga dari ribuan berita aneh yang pernah kita jumpai. Bukan mistik, tapi miris! Memang, semakin berkembangnya zaman, kita juga harus semakin pintar menyesuaikan diri dengan lingkungan dan jangan sampai kalut dalam hal yang sepele. Secara sadar ataupun tidak, kalau kita perhatikan, orang – orang terlalu memikirkan hal – hal yang sepele dan melupakan hal yang seharusnya mereka pikirkan. Dengan banyak faktor, pikirannya jadi gak panjang. Bisa – bisa suatu saat nanti kita dengar berita “Seorang gadis dengan tekad bulatnya berhasil mengakhiri hidupnya karena tidak tahan menjomblo.” Ya Tuhan.. Jangan sampai.

Nah, sebenarnya disini writer ingin membahas tentang masalah jomblo. Lebih tepatnya, ke-jomblo-an yang terlalu dilebih – lebihkan. Well, teknologi kini semakin canggih, orang – orang pun semakin gencar untuk memiliki gadget yang paling canggih. Dengan atau tanpa niat saling menyaingi. Tak dipungkiri juga bahwa kita memang secara tidak sadar telah terhipnotis dengan kecanggihan gadget tersebut. Kita jadi semakin kecanduan! Belum lagi, fasilitas – fasilitas pendukung yang semakin mudah didapat. Seperti misalnya akses internet dengan pelayanan super cepat dari provider, modem yang dulunya sebesar buku Camble kini hanya sebesar jari telunjuk, atau wi-fi yang bisa dengan mudahnya didapat di berbagai tempat secara gratis. Lantas, apa hubungannya jomblo dengan teknologi? Nah, itu dia! Sekarang orang – orang tanpa perlu ditanya, mereka sudah mengumbar apapun aktivitas atau perasaan mereka di media sosial. Orang yang di dunia nyata terlihat sangat tertutup, bisa menjadi sangat terbuka, tanpa dipaksa. Orang yang terlihat anggun di keseharian, bisa mendadak jadi preman pasar. Orang yang aslinya pendiam, bisa jadi tiba – tiba sok supel gitu lah. Dan yang paling membuat mata nanar yaitu ketika membaca status, tweet, atau pm orang – orang yang terlalu meratapi ke-jomblo-annya sebagai sesuatu yang hina.

Well, itu semua tidak lain adalah salah satu dampak dari canggihnya teknologi zaman sekarang. Orang menjadi lupa dunia nyata karena terlanjur larut dalam dunia mayanya. Mereka lebih suka menyapa orang lewat media dan mengabaikan tegur sapa dalam nyata. Ya, mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat.

Oke, kembali lagi ke masalah jomblo tadi. Apa sih sebenarnya jomblo itu? Sejauh mana sih orang – orang mendalami istilah tersebut? Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sebenarnya tidak terdapat kata ‘jomblo’. Yang ada adalah kata ‘jomlo’ (tidak terdapat huruf ‘b’) yang artinya –gadis tua. Nah loh? Memang, entah sejarah jelasnya bagaimana, namun yang pasti ini merupakan salah satu dampak modernisasi, arti jomlo itu sendiri mengalami perluasan makna dan pergeseran istilah dari kata ‘jomlo’ menjadi ‘jomblo’. Kini banyak orang mengartikan bahwa kata jomblo merupakan sebutan untuk setiap pria atau wanita yang tidak memiliki pasangan hidup, pasangan hidup di sini pun tidak hanya diartikan sebagai “pasangan yang sudah menikah” melainkan “pasangan dengan status pacar”.

Rasanya menjadi seorang jomblo adalah suatu hal yang paling buruk dibandingkan nilai ujian matematika dapat angka 5. Itu anggapan mereka. Mereka anak muda yang katanya ‘kekinian’ dan jangankan memikirkan masa depan bangsa. Ajaib memang. Marak sekali orang – orang khususnya anak muda yang seolah terpuruk dalam ke-jomblo-annya itu. Apa perlu? Sepenting apa sih?

Oke, disini saya akan sedikit mengulas beberapa poin yang harus kita perhatikan agar terhindar dari sikap ‘meratapi ke-jomblo-an’.

1. Ubah persepsi

Pertama, kita harus mengubah persepsi kita tentang jomblo itu sendiri. Janganlah lagi merasa bahwa jomblo adalah sebuah musibah apalagi kutukan. Perlu kita sadari, kalau jomblo itu gak lebih hina dari orang yang punya pasangan. Jomblo juga gak lebih buruk dari asap knalpot bajaj. Coba deh rasakan nikmatnya menjadi seorang jomblo. Kita gak perlu repot bela – belain isi pulsa cuma buat bales sms sang pacar, atau rela kepergok bawa handphone ke sekolah cuma buat bbm-an yang isinya cuma gitu – gitu aja. Atau.. jadi putus persahabatan hanya karena kita terlalu sibuk ngurusin anak orang –yang katanya paling sayang-.

Ketika kamu diputusin pacar –misalnya- jangan pikir hal itu adalah hal yang paling menyakitkan di dunia ini. Coba deh rasakan bagaimana sakitnya gagal lolos SNMPTN sementara teman – teman seperjuanganmu yang lain bisa lolos!

 

2. Be positive thinking!

Ada hal yang harus selalu kita tanam dalam diri kita, yakni positive thinking. Dengan berpikiran positif, kita akan merasa jauh lebih tenang. Yakinlah di setiap ujian terselip nilai yang luar biasa. Di setiap beban pasti ada jalan keluar jika kita bersabar. Karena sebenarnya bukan beban yang memberatkanmu, melainkan cara kamu membawanya.

Tips tambahan juga nih, usahakan hindari juga nonton film – film ABG zaman sekarang yang ‘katanya’ kadar ke-so-sweet-an-nya udah nyaingin pelem india. Bukan film aja, tapi juga setiap pemandangan yang memicu kedengkian. Iya, dengki alias iri lihat tokoh yang kalo ketemu dikasih bunga/coklat, jalan-jalan berdua, kemana-mana ditemenin, ya dan sebagainya….

 

3. Berhenti mengumbar kesedihan

Sebagaimana yang telah dipaparkan di awal tadi, kebiasaan banyak orang zaman sekarang itu semakin aneh. Mereka semakin gencar mencari sensasi. Salah satunya yaitu dengan update status, tempat, foto atau apapun itu di media sosial. Jadi, tidak ada lagi hal yang menjadi privasi, semua serba transparan layaknya pakaian artis zaman sekarang. Padahal, apa untungnya ya? Apa mungkin dengan mereka update status “Da aku mah apa atuh, malam minggu juga sendirian :3 “ bisa bikin seorang pangeran berkuda putih mengomentari status mereka dan ngajak nikah? Apa itu yang diharapkan? Well.. Apapun tujuannya, mulai sekarang coba deh, stop bikin status yang gak penting dan penuhilah beranda profilmu itu dengan postingan yang lebih bermanfaat. Berbagi tentang resep masakan, tips diet, do’a – do’a, cerita inspiratif ataupun postingan – postingan lainnya yang gak kalah bermanfaat. Teruslah menebar kebahagiaan, jangan hanya bisa menebar kabar galau yang nantinya bisa membuat buruk persepsi orang terhadapmu. ;)

 

4. Keyakinan dalam diri

Tahu pelangi? Ia datang setelah hujan, bukan? Seperti itulah janji Tuhan. Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Saat air mata jatuh, saat itulah ia sedang mengukir kebahagiaan. Yakinlah semua akan indah pada waktunya. Berapa umurmu sekarang? 17? 19? 20? 23? Masih muda! Masih banyak hal yang bisa kamu kerjakan. Kita tidak perlu terlalu memikirkan tentang lajangnya diri kita –atau yang sering disebut jomblo itu- karena ketahuilah banyak keuntungan yang bisa kita rasakan. Contohnya? Jelas.. Kita tahu, bahwa pacaran bukanlah satu – satunya jawaban untuk mendapatkan calon pasangan yang tepat. Justru dengan kita melajang alias menjomblo itu membuktikan bahwa diri kita bukanlah tipe orang yang mudah mengumbar dan menjatuhkan rasa cinta pada seseorang. Toh mereka yang sudah pacaran bertahun – tahun, masih bisa saling mengucap kata putus hanya karena tidak memberi kabar seharian, sepele kan? Tapi ujung – ujungnya bisa menoreh luka dalam sukma hingga merobek indahnya malam yang penuh dengan cakaran bintang.

Mungkin, lebih baik sendiri kalau memang belum siap menjaga hati dan komitmen yang sejati. Lebih baik memperbanyak silaturahmi dengan teman daripada banyak memutus pertemanan hanya karena masalah perasaan.

Jadi, berusahalah untuk selalu yakin bahwa segala sesuatu itu sudah ditentukan waktunya. Kita hanya perlu bersabar dan menikmati segala apa yang sedang dijalani.

 

5. Antara ikhtiar dan do’a

Sering banget kan dengar tips yang satu ini? Ikhtiar dan do’a. Namun, makna ikhtiar yang diartikan sebagai usaha di sini bukanlah usaha kita untuk mendekati cowok yang kita sukai, misalnya. Bukan juga usaha untuk menaklukan sang pujaan hati dengan kiriman puisi dan surat cinta setiap hari. Apalagi sampai rela menjadi tukang ojeg pribadinya setiap saat. Melainkan, yang dimaksud di sini adalah usaha kita dalam memperbaiki diri kita sendiri. Semakin kita meningkatkan kualitas diri kita, mengamankan hati kita, menjaga diri kita untuk menjadi lebih istimewa, semakin istimewa pula seorang jodoh yang Tuhan siapkan untuk kita. Percayalah! Jangan takut menjomblo saat ini! Takutlah jika suatu saat nanti kamu tidak mendapat jodoh sejati karena hari ini kamu terlalu banyak mengumbar hati!

Sesuai firman Allah, “Dan diantara bukti – bukti kekuasaanNya, diciptakanNya untukmu pasangan hidup dari sejenismu, supaya kamu merasa tentram disampingnya dengan diadakannya rasa cinta dan kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya dalam hal ini terdapat bukti untuk kaum yang berfikir.” (Ar Ruum: 21)

So, jika kamu merasa kaum yang berpikir, maka berhentilah meratapi kejombloanmu itu. Karena setiap perempuan telah ditakdirkan untuk melengkapi tulang rusuknya laki – laki. #bukanEdisiCeramah hehe

Sebenarnya hanya diri kita yang bisa dan berhak menentukan apa yang akan kita lakukan dan kemana arah langkah kaki kita akan berlabuh. Jika hanya masalah ‘jomblo’ atau lebih tepatnya ‘lajang’ saja kita sudah banyak mengeluh dan terlalu berlebihan, bagaimana bisa kita meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik? Ingat! Perempuan yang baik untuk laki – laki yang baik, dan laki – laki yang baik tentu untuk laki – laki yang baik pula.

Mulai sekarang, stop meratapi ‘kejombloan’, stop mengutuk diri sebagai orang yang paling hina di malam minggu karena gak ada yang datang ngapelin ke rumah, dan stop update status hanya untuk memberi kabar galau, siap?

Siap dong?

Coba deh mulai sekarang kalimat “Gue adalah seorang jomblo” kita ganti dengan kalimat “Gue adalah seseorang yang lagi memantaskan diri untuk seseorang yang tepat di waktu yang tepat nanti :)” #panjangAmatYa #hahaha #terseraahh

Telah dibaca 88 x , hari ini 1 x

About windiariesti

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif