Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Cinta, Haruskah Diucapkan?

Cinta, Haruskah Diucapkan?

I love YouI Love You.., Aku Cinta Kamu.. Aku Sayang sama Kamu.. adalah serangkai kata untuk menyatakan cinta. Semua orang tahu itu. Tapi yang patut dipertanyakan adalah, haruskah mengucapkan kata cinta kepada kekasihmu?

“Ya, itu perlu agar dia tahu bahwa aku sungguh mencintainya. “, “Tentu saja harus aku ucapkan, sebagai wujud keseriusanku mencintainya..” Mungkin itu adalah beberapa pendapat dari orang-orang yang begitu mengagung-agungkan cinta, hingga dia harus memproklamirkannya.

Pendapat itu sah-sah saja, tak ada yang melarang. Bagus malah. Setidaknya sebagai simbol keberanian dari seseorang untuk menyatakan cintanya.

Mari kita sejenak tinggalkan segala bentuk pernyataan cinta dan mencoba menelisik lebih jauh, dan mencari kepastian, mengapa seseorang butuh rasa cinta dari orang lain yang dikasihinya.

Sebagai manusia yang dikaruniai hati dan perasaan, rasa cinta adalah sebuah ekspresi yang sangat manusiawi. Bahkan itu merupakan cerminan sifat dasar manusia untuk mencintai dan dicintai. Cinta pada suatu ketika bagaikan oksigen, yang mana harus terus dihirup agar tubuh tak mati. Memang begitulah kenyataannya bila ada orang yang sedang jatuh cinta. “Makan tak enak, tidurpun tak nyenyak bila dia tak berada disampingku”, begitulah kira-kira kata mereka yang sedang dimabuk asmara. :)

Rasa cinta tak bisa ditolak atau ditepis. Sebab cinta adalah perasaan, bukan pikiran. Tak ada rasa cinta yang dibuat-buat. Cinta adalah dari hati, dan hati tak seperti bibir yang bisa berbohong. Bahkan adapula yang bilang bahwa Cinta adalah karunia Ilahi.

Bagi orang yang sedang jatuh cinta, hatinya tak kan pernah bisa tenang, sebelum cintanya itu memperoleh sambutan atau dengan kata lain, cintanya telah diterima oleh orang yang dicintainya. Oleh sebab itu, laki-laki yang sedang jatuh cinta, dalam hatinya terdapat keinginan yang meluap-luap untuk segera menyampaikan perasaannya itu dan tentu saja berharap cintanya dapat diterima.

Bagi pihak perempuan, biasanya lebih bersifat pasif. Cinta yang tumbuh dihatinya lebih banyak dipendam, atau hanya diakui ketika curhat dengan teman dekatnya saja. Perempuan lebih suka menunggu meski dalam hatinya tersiksa juga.

Namun kesamaannya adalah baik pihak laki-laki atau perempuan, keduanya akan bisa tenang bila telah terjadi serah terima perasaan cinta. Untuk mencapai ketenangan hati, maka perlu proses. Pernyataan cinta secara lisan hanyalah sebagai penegasan saja. Tapi sesungguhnya cinta telah di serahterimakan jauh jauh hari sebelumnya.

Maksudnya? Ya, sesungguhnya tanpa disadari, cinta telah terkirim dan diterima diantara keduanya. Jadi begini, ketika seorang laki-laki jatuh cinta pada seorang perempuan, dia akan berusaha mengekspresikan cintanya. Ekspresi cinta banyak macamnya. Mulai dari kirim salam, kirim sms, chatting via media sosial hingga berkunjung ke rumah, terlebih lagi pernah pergi berdua untuk sekedar makan malam atau nonton bioskop.

Tapi, bukankah bisa saja terjadi bahwa dia hanya menganggapku sebagai teman dekatnya?

Ini adalah pertanyaan yang menarik. Apakah dia sedang berstatus sebagai teman dekat atau sebagai orang yang jatuh cinta? Kadang sulit membedakannya bukan? Sesungguhnya ada satu hal yang membedakannya, yaitu perasaan cemburu. Teman dekat tidak kenal istilah cemburu. Cemburu hanya milik orang yang punya cinta. Cemburu baru ada karena ada cinta. Mengenai cemburu, nanti kita bicarakan tersendiri.

Lalu bagaimana cara mengetahui sesungguhnya yang terjadi? Mudah saja caranya, sekali waktu bikin dia cemburu. Bila tidak ada reaksi apa-apa, maka dia hanya menganggapmu sebagai teman biasa. Thats it!

Kembali ke persoalan semula, apakah cinta perlu diucapkan? Sudah saya paparkan diatas, bahwa sesungguhnya cinta tanpa disadari, telah diserah terimakan. Oleh sebab itu, cinta, meski tak pernah diucapkan, akan tumbuh dan mekar dengan sendirinya. Ketika dia datang berkunjung ke rumahmu, dan kamu selalu menanti kehadirannya, maka pada saat yang sama, kalian telah saling jatuh cinta. Itu saja !

Salam

@donibastian.com

Facebook Comments
Telah dibaca 89 x , hari ini 1 x

About Doni Bastian

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif