Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Inspirasi » 5 Fase Yang Akan Dialami Penulis Saat Karyanya Ditolak Penerbit

5 Fase Yang Akan Dialami Penulis Saat Karyanya Ditolak Penerbit

Logo

Ada 5 fase yang di alami oleh penulis setelah tahu karyanya ditolak oleh penerbit.

 

Fase 1 yaitu setelah dia mengetahui karyanya ditolak oleh penerbit adalah fase “Denial” atau penolakan. “ Ya gak mungkin lah karya gue ditolak. Ini gimana sih? Temen-temen gue aja bilang pada suka tuh ama karya gue.” Jadi mereka “deny” atau menolak menerima kenyataan seperti itu. Mereka mengganggap bahwa karya mereka yang terbaik. Jadi tidak pantas untuk disepelekan seperti ini.

 

Fase 2 setelah melewati fase ‘Denial”, mereka akan memasuki fase “Anger” atau marah. Jengkel alias kesel. “ Gimana sih Editor nya ini. Bisa menilai sebuah karya gak sih? Jangan-jangan nih Editornya lagi Bad Mood kali. Jadi semua karya gak bener dimatanya.”

 

Setelah melewati Fase Marah, maka dia akan melewati Fase Ketiga yaitu “bargaining”. Mereka mencoba untuk melakukan pendekatan sekali lagi ke Penerbit agar karyanya dapat diterima dengan baik dan dinikmati oleh pembaca sejagat. “Mas, kenapa sih koq karya saya ditolak? Kira-kira salahnya dimana ya? Perasaan dari susunan kalimat dan tata bahasa semuanya udah bener.”

 

Masa “bargaining” lewat kemudian selanjutnya mereka akan melewati masa “Depression” alias Depresi alias Stresssss… Setelah melancarkan segala bujuk rayu sambil gombal sambel terasi ternyata tidak cukup kuat meruntuhkan pertahanan sang Editor.

“Udah lah kalau begitu pensiun aja dari dunia tulis menulis. Kayanya memang gue gak bakat jadi penulis.”

 

Terakhir adalah Fase “Acceptance” alias pasrah alias Nrimo. Setelah melewati 4 fase ternyata mereka tidak mampu bertahan dalam upaya mengabaikan panggilan jiwanya untuk menulis. Desakan dari dalam relung jiwa yang terus mendesak untuk keluar bagaikan magma yang mengendap di perut bumi menunggu waktunya matang dan meledak.

“Mungkin gue gak berbakat dalam bidang tulis menulis tapi apalah salahnya kalau gue terus belajar mengasah kemampuan menulis gue dengan terus berkarya. Kalaupun tidak ada penerbit yang selera untuk menerbitkan karya gue paling tidak masih ada temen-temen yang bersedia untuk membacanya.”

 

Sahabat Penulis, sebenarnya kalian tidak perlu menghadapi semua Fase diatas apabila kalian bergabung dengan Aura Publisher Pen Club. Mengapa saya katakan demikian? Sebab saya menjamin bahwa semua karya teman-teman PASTI!! Diterbitkan oleh penerbit Aura Publisher. Hanya saja terbitnya bukan dalam bentuk buku tapi dalam bentuk ebook. Walaupun dalam bentuk ebook namun yang pasti tetap dibayar dong. Hanya saja harganya lebih murah dibandingkan kalau karya kita diterbitkan dalam bentuk buku.

 

Maka sekali lagi saya sarankan mari bergabung bersama kami di Aura Publisher Pen Club. Jangan pernah merasa patah arang untuk tidak berkarya. Berkaryalah terus. Penuhilah dunia dengan ide-ide cemerlangmu. Apapun genrenya, bagaimanapun gaya bertuturnya, semua pasti akan mendapat tempat untuk dinikmati oleh pembaca segala usia di seluruh Indonesia dengan tidak gratis tentunya.

 

FB Grup: Aura Publisher Pen Club

FB Page: Aura Publisher

Untuk yang ingin mengirimkan hasil karyanya dapat mengirimkannya langsung ke alamat email: aurapubindo@gmail.com

 

Selamat Berkarya

Jayalah Selalu Para Penulis Indie

Telah dibaca 28 x , hari ini 1 x

About andigtl

2 comments

  1. katedrarajawen

    Belum merasakan karena belum pernah mengirimkan naskah hehehe

  2. sudah pernah kirim tapi ditolak sih,… mungkin ada di dalamnya yang perlu diperbaiki… http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.