Home » #CSW-CLUB DIARIES: “NEGATIF”

#CSW-CLUB DIARIES: “NEGATIF”

Pada dasarnya, semua yang ada di dunia ini butuh pembanding. Suka tidak suka, itulah kenyataannya. Mulai dari kanan-kiri, atas-bawah, depan-belakang, dan masih banyak lagi.

Begitu pula dengan positif dan negatif.

Bisa dipastikan, lebih banyak yang tidak senang dengan sesuatu yang negatif. Seperti, siapa juga sih, yang tahan berteman dan terus-terusan mendengarkan keluhan orang yang selalu berpikiran negatif, alias berprasangka buruk terhadap segala sesuatu dan setiap orang? Sayang sih, sayang. Tapi lama-lama capek juga, ‘kan? Namanya juga manusia. Bahkan, terapis paling profesional pun juga butuh istirahat dari mendengarkan keluhan pasiennya.

Kalau dalam rumus Matematika, simbol negatif ( – ) tampak seperti simbol yang kekurangan, alias hanya segaris tunggal. Karena itulah bila dua simbol tersebut bertemu, maka yang dapat tercipta adalah simbol positif (+).

Yah, setidaknya itulah rumus yang terdapat dalam Matematika. Lain cerita kalau dua orang berpikiran negatif bertemu, namun enggan melakukan sesuatu kecuali saling mengeluh.

Namun, dalam hidup memang harus ada yang negatif – sama seperti gelap untuk membedakan terang. Selain sebagai pembanding, energi negatif bisa dijadikan pemicu untuk meraih sesuatu yang positif. Semua tergantung pilihan masing-masing.

Apakah negatif selalu buruk? Tidak juga. Pasti Anda lega dong, bila dalam tes kesehatan Anda dinyatakan negatif dari virus berbahaya mana pun – alias sehat-sehat saja?

R.
(Jakarta, 6/11/2015 – 15:00. Ditulis berdasarkan diskusi apik dalam pertemuan The Couchsurfing Writers’ Club pada tanggal 5 November 2015, pukul 20:00 di MacDonald’s, STC. Tema: “Negatif”.)
Telah dibaca 21 x , hari ini 1 x

About rubyastari

Leave a Reply

Your email address will not be published.