Home » Uncategorized » Niatnya Berangkat Haji Eh Malah Di Bui

Niatnya Berangkat Haji Eh Malah Di Bui

Namanya Yan Anton Ferdian, orang nomor satu di Kabupaten Banyasin, sebuah kabupaten pemekaran di Daerah Sumatera Selatan.

Sejatinya, sosok Yan Anton Ferdian anak muda yang baru berusia 31 tahun ini bisa saja disebut luar biasa. Bahkan digadang-gadang bisa menjadi pemimpin negeri ini di masa depan. Di usia muda mengemban amanah yang begitu luar biasa membuat Yan lupa, karirnya pun terancam kandas. Satu lagi pejabat di negeri ini berperilaku culas dan koruptif.

Uniknya Yan Anton tertangkap sehari sebelum keberangkatannya ke taah suci dalam rangka haji. Bukan hanya haji, umroh pun berulang kali ia lakukan. Tapi mengapa perilaku koruptif tak kunjung kikis dari dirinya ?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui Yan Anton ditangkap persis saat tengah menggelar pengajian jelang keberangkatan haji khususnya. Haji khusus adalah haji yang menggunakan fasiitas khusus di luar kuota jamaah haji yang diberika departemen Agama, tapi biaya untuk ini berkali-kali ipat dari haji regular.

Kembali pada pertayaan di atas, jawabannya bisa apa saja. Jawaban yang paling mudah adalah ini semua takdir Allah, that’s all. Tapi, kalau kita mau mengkaji lebih jauh. Ada beberapa hal yang bisa jadi menjadi picu mengapa aktivitas relijius tak membuat orang terhindar dari perilaku koruptif.

Pertama, laku koruptif cenderung telah menjadi budaya, semua dianggap biasa dan wajar saja. Menerima hadiah atau uang dari orang yang telah kita bantu atau akan kita bantu dianggap sudah sepantasnya. Padahal dalam konteks penyelenggara negara, hal ini haram hukumnya. Ketakmamuan dalam memilah antara kelaziman umum dan aturan hukum mmebuat banya pejabat berada dalam posisi abu-abu dalam konteks ini.

Saya teringat seorang teladan di negeri ini. Namanya Baharudin Lopa, Jaksa agung dengan masa paling singkat menjabat, 6 Juni 2011 dilantik, 3 Juli tahun yang sama beliau wafat. Kisah dari sopir yang pernah mendampinginya, ketika masih di daerah suatu hari Baharudin Lopa melakukan peralanan dinas. Ternyata kendaraan milik Lopa telah diisikan bahan bakar oleh orang yang ia kunjungi, Lopa tahunya belakangan dari sopir. Tana ampun saat itu juga ia minta bensin did alam tanki mobinya disedot dan dikembalikan pada orang yang memberinya. Hanya beberapa liter bensin saja ia tak mau, ia takut dekat dengan aku koruptif, Ia khawatir menjadi tak independen.

Laku Lopa adalah kebalikan dari perilaku koruptif dari pejabat negara kita, seperti Bupati Banyuasin yang tertangkap sehari sebelum haji.

Kedua, jika pejabat seberapa pun luar biasa dan berulang kali ia ke tanah suci entah untuk mengerjakan paket umroh atau haji namun perilaku dan gaya hidupnya tak sederhana. Sudah hampir dipastikan ia begitu dekat dengan perilaku koruptif. Pejabat sederhana yang hidup apa adanya dan bersyukur atas apa yang ia miliki akan menjadi penghindar sang pejabat dari laku koruptif.

Ketiga, masih ada kecenderungan aktivitas ibadah dianggap wilayah personal dan hal-hal seperti jabatan dan interaksi sosial sebagai sesuatu yang umum. Sehingga antara wilayah personal dan wilayah umum adalahs esuatu yang terpisah. Padahal semua yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah dan akan dimintakan pertanggungjawabannya. Ibadah bukan sekedar ritual yag statis tapi sesuatu yang dinamis yang bisa terefleksi dalam kehidupan keseharian.

Ah, beginilah ironi di negeri pejabat korup, ibadah sekedar tameng sosial. Ya robb bombing kami agar negeri ini kau jauhkan dari kesengsaraan dan azab. Amin YRA.

 

Facebook Comments
Telah dibaca 49 x , hari ini 1 x

About kibas.ilalang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif