Home » FIKSI » Cerpen » Untuk yang belum bisa ku panggil sayang

Untuk yang belum bisa ku panggil sayang

 

nona

 

Untukmu…

Maaf bila tak bisa menemuimu di akhir perpisahan ini walau sekedar untuk berjabat tangan, karena mungkin inilah cara terbaik untuk kisah tak sampai yang kita mainkan.  Dan maaf karena hanya sepenggal kata dalam surat yang bisa mewakili apa yang kurasakan. Anggap saja ini aku ada.

Ka’… pertama, ku ungkapkan terimakasih untuk semua peran yang kau mainkan dan tak akan ku lupakan. Dari kita berkenalan di jumpa pertama sampai saat kau mau temani  hari – hariku menyusuri tiap rumah warga hanya untuk mencari sebuah kamar kost untuk ku tempati, dan walau kelelahan itu nampak di wajahmu saat kita menikmati dinginnya es dawet di siang bolong tapi tak kudengar kata mengeluh terlontar dari bibirmu.

Ka’ … kau tau ngak? Saat berjalannya waktu dan  aku harus terbaring lemas di Rumah Sakit karena malaria? Aku berdoa di sepanjang malam ku, agar Tuhan membalaskan setiap jerih lelahmu mengurus semua keperluanku walau pak berupa uang tapi kulihat ada sesuatu dari hati yang di praktekkan.

Ah, kaka, aku bangga mengenalmu dalam masa studiku selama tiga tahun ini, tapi kenapa di masa – masa itu tak pernah terucapkan kata sayang itu dari bibirmu untuk aku?? Kenapa ka? Kenapa di saat aku harus meninggalkan kota kenangan ini baru kau datang dengan cinta yang katamu telah ada saat awal jumpa dan malah makin menggunung kala waktu terus menggandeng kita dalam canda tawa?

Ka’… tak usah ku tuliskan tentang kisah yang kita lalui selama ini dan semua perasaanku tentangmu dalam lembar ini karena kau pun pasti tau dan semua yang mengenal kita pun tau seberapa dekatnya kita dan sampai harus ku tolak setiap lelaki yang inginkan cintaku. Dan sepertinya engkau tak pernah tau itu.  Ah, lupakan sajalah itu dan biarkan saja rasa itu mengendap dalam rupa apa saja.

Ka’… sungguh aku sayang kamu dan  kalau mau jujur,  sebenarnya aku ingin mengungkapkan cinta yang berkecamuk di hatiku padamu saat tiap kita bertemu tapi tak bisa dan kau tau betapa sakitnya itu? Tapi sudahlah karena engkau sudah mengungkapkan sayangmu padaku, dan terimak kasih untuk keberanianmu itu walau hanya pada waktu yang tak tepat saja dan biarlah semua ini menjadi kisah kasih yang tak sampai sebagai pasangan kekasih tapi mungkin abadi sebagai sahabat.
Dan biarlah semua kenangan tentang kita menjadi cerita yang akan menumbuhkan cinta baru di hatimu dan hatiku untuk entah siapa yang sudah di siapkan waktu.

Ka’… sekian dulu surat ku ini karena aku harus pergi ke pangkuan masa mudaku dan maaf untuk cinta kita yang mesti tumbuh tapi tak berkisah karena entah apa namanya itu… Dan lewat surat ini ku ucapkan selamat tinggal untukmu dan kota kita tapi entah untuk cinta

Semoga engkau baik-baik saja
Dari yang lama menanti cintamu…..

****
Dan ditatapnya surat cinta itu untuk terakhir kalinya. Lalu ditariknya napas yang panjang untuk menambah kekuatannya kemudian dinyalakan sebatang korek api dan didekatkanlah pada surat bertanggal delapan sembilan nol sembilan – hingga api dengan cepat menghanguskan lembaran biru itu menjadi abu di saksikan penulisnya, yang tersenyum di atas bahu kekasihnya.

 

ilustrasi dari perempuan.com

Facebook Comments

About Christian Dari Timor

7 comments

  1. katedrarajawen

    Bung Christian, semoga baik- baik saja walau panggilan sayang untuk Ka itu belum tersampaikan… :thanks2

  2. heemmmmmm…… curahan hati yang terdalam sepertinya….. :malu2

  3. Kasih tak sampai ya mas Christian?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif