Home » FIKSI » Cerpen » Cinta Dan Secangkir Kopi Panas

Cinta Dan Secangkir Kopi Panas

kopi

koen-edward.deviantart.com –

Kata orang, cinta itu ibarat dua sisi  mata uang, kadang bahagia , dan terkadang sedih, tapi bagiku, cinta itu ibarat segelas kopi panas, jika diminum segera, akan cepat habis, dan jika di minum pelan-pelan akan cepat dingin………Ahhhh cinta itu benar-benar rumit untuk didefinisikan, seperti pula kisah cintaku.

Aku mengenal Anca, panggilan sayang buat Yuliansyah, saat kami masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, alias SMP disalah satu sekolah favorit di daerah kami. Awalnya sih, aku tidak begitu tertarik  menjalin cinta dengan lawan jenis, dengan alasan aku masih kecil, dan baru duduk dibangku kelas 1 SMP, tapi entah gimana, aku begitu tertarik dengan salah satu teman sekelasku bernama Anca ,  mungkin karena wajahnya cenderung ke oriental  dan penampilannya yang sangat berbeda dengan teman-teman lelaki  sekelasku.  Suatu ketika lagi asik-asik ngelamun, tiba-tiba mendaratlah sebuah kapal kertas tepat di atas mejaku, seketika itu juga  aku menoleh kebelakang, Edo teman sebangku Anca, memberikan kode untuk membuka pesawat kertas tadi, ahaaa… betapa kaget dan gembiranya aku ternyata ucapan cinta dari Anca, ucapan cinta monyet anak SMP.

” Rianti dan Anca bak dua sejoli yang sangat cocok ” kata Ida sahabatku

” Cocok gimana? ” kataku kalem

” Iya…. Rianti yang tomboy dan Anca yang kalem, …… Rianti yang selebor  dan Anca super rapih, saling mengisikan .. ?”

” hehehe iya juga ya Da… ” kataku sambil tersipu malu.

Hari-hariku   di SMP  kulalui begitu indah berdua dengan Anca  sampai suatu saat  di penghujung kelas 3 sesaat setelah perpisahan sekolah, akhirnya perpisahanpun tak dapat kuhindari, aku harus berpisah dengannya, karena perbedaan sekolah lanjutan kami,  aku keterima di SMA A, sedangkan Anca keterima di SMA B, dan akhirnya kami putuskan untuk berpisah.

Sedih …. ?  tentu iya malah pake banged, tapi sudahlah dengan berjalannya waktu akupun melupakan cinta monyetku hehehe.

******

8 tahun kemudian

” Rianti ya …. ? ”  seorang lelaki menyapaku

” Maaf anda siapa? ” tanyaku heran

” lupa ya … aku Anca … Yuliansyah ”

Astaga, jantungku terasa mau copot …pot…pot…. !!!!

” Yeeee … dia bengong, hello …. ” kata Anca

” Aku gak bengong koq, cuma  kaget aja, tapi sudahlah, ngapain disini Ca? ” kataku

” Aku marketing di perusahaan ini,  kamu sendiri ngapain disini ? ” katanya penuh selidik

” Aku hanya nganterin teman ketemu kliennya dan kebenaran di gedung ini juga ” kataku.

Singkat cerita, hubunganku dengan Anca bersemi kembali, kamipun merajut cinta lama kami yang sempat terputus beberapa tahun silam.

******

Disuatu malam……. ” Rianti, aku mau terus terang kepadamu, tapi kamu jangan marah ya …” kata Anca sambil meremas tanganku

” Sudah to the point aja…. ” kataku

” Aku mau menikah dan akan pindah dari kota ini, maafkan aku ya sayang ” katanya

“Apa???  menikah???  jadi hubungan kita bagaimana? kamu pikir aku ini apa? kamu datang dan pergi seenaknya ” kataku penuh emosi, bagaimana tidak ? tiba-tiba dia mengatakan akan menikah,  bak disambar petir rasanya hatiku ini.

” Maafkan aku Ri…. ini diluar kemampuannku ” katanya lirih.

Tanpa ba, bi, bu lagi kutinggalkan Anca seorang diri, dan untuk yang kedua kalinya hatiku sakit dengan orang yang sama.

***********

” Rianti ….. lamaran Shady kamu terima saja ” kata Ida disuatu malam, saat kami sedang hangout menghilangkat penat di sebuah cafe.

” Hmmmmm …  ”

” Sudah gak usah hmmm …hamm… gitu deh,  Shady itu lelaki yang  baik hati, punya karir yang cemerlang  dan yang lebih penting dia berani melamar  kamu, tidak seperti si Anca yang hanya bisa keluar masuk ke hatimu dan menghempaskan harapanmu, sudah lupakan Anca sejauh mungkin dan satu lagi, kamu harus ingat umur…. ” kata Ida geram

” Iyaaaaaa ……….. aku akan terima lamaran Shady ”

******

” Cantik sekali kamu Rianti, dengan kebaya broken white ini ” kata Ida memujiku

” Baru tahu apa? kalau aku cantik ” kataku sambil tersenyum

” Oiya, ada sesuatu yang harus aku serahkan kepadamu, tapi janji ya… kamu tidak boleh sedih…. ” kata Ida sambil menyodorkan sebuah surat. Sambil mengangguk  mengiyakan permintaan Ida, kubaca surat itu.

Dear Rianti yang terkasih, kekasihku selamanya, saat kamu baca surat ini, aku yakin kamu pasti dalam keaadaan bahagia, karena ini hari bahagiamu, hatiku legah karena sudah ada yang menggantikanku  untuk menjagamu. Maafkan aku bukannya aku meninggalkan cinta kita, tapi …. biarkan cinta kita abadi bersamaku, aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kamu ikut bersedih dengan keadaan kesehatanku, cukup aku saja yang merasakannya. Rianti … sekali lagi maafkanlah aku, selama ini  telah membohongimu dengan kata-kata pernikahan itu, tidak ada pernikahan dan tidak akan pernah ada pernikahan , sungguh cintaku hanya untukmu sayang, meski kita di dunia berbeda dan aku tak terlihat lagi, percayalah cintaku akan selalu abadi sampai aku mati ……. dariku yang selalu menyayangimu .. Anca.

Ida menghapus air mataku seraya berkata ” Sudah…. katanya tidak mau bersedih, …. surat itu aku terima tadi malam dari mamanya Anca, katanya itu amanah dari Anca untuk diserahkan ke kamu saat hari pernikahan, mamanya  gak tega menyerahkan langsung kekamu, makanya dia minta tolong ke aku , jangan sedih lagi ya… Anca sudah tenang “

” Oiya .. nihh .. minum dulu biar kamu tenang sebelum ijab kabul ” Ida memberikan secangkir kopi panas …….., ahhh kopi panas mengingatkanku padamu Anca….

****************************************** **** T A M A T ****************************************************

 

Pamulang, 28.12.2013/01.cerpen

 

 

 

 

 

Facebook Comments

About marla lasappe

9 comments

  1. Muhammad Armand

    Rianti oh Rianti
    wkwkwkwkwk

    • marla lasappe

      daeng broku …daeng broku … dimana2 ketemu dirimu … wkkwkwkwkkwkwk

      terimakasih sudah mampirmi :)

  2. sedih mbak Marlahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif

    • marla lasappe

      sedihhhhh …. sebenarnya aku mau buat cerber ini … tpi keburu aku ikut hanyut ……. bener2 terbawa esmosi nulisnya … wkwkkwkwkwkkwk

      tks dah mampir

  3. ikutan sedih jeng Marla https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif

    • marla lasappe

      jeng enggar …. kasih masukan dong dengan tulisanku ini ….. ex … kekurangannya masih banyak dimana?

  4. Napa Hans jadi ikutan sedih neh, makhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif

    • marla lasappe

      Mas Hans ……. Emak aja yang nulis juga berlinang2 air mata buaya emak …. hadowwwwwww ………. :(

      tks mas hans dah mampir … ini trail … eh ternyata emak bisa posting dimari juga … wkwkkwkwkkwkw :D

  5. heeemmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm……https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif