Home » FIKSI » Cerpen » (ECR) Diakah Jodohku?

(ECR) Diakah Jodohku?

Matahari belum lagi sempurna mengakhiri petualangannya sepanjang hari ini. Langit di ufuk barat berwarna jingga pertanda sesaat lagi dia akan segera beristirahat di peraduannya. Aku baru saja tiba di rumah setelah seharian berjibaku di kios bunga. Sejak El pindah ke rumah istrinya, aku tidak hanya sibuk dengan kios bungaku tetapi kadang-kadang juga harus membantu Mama melayani di kios pulsanya. Tubuhku teramat lelah tetapi aku menikmati semuanya dengan penuh rasa syukur. Aku bahagia karenanya.

Hari ini aku pulang sendirian karena Mama sudah menutup kiosnya sejak pukul dua tadi. Mama sengaja pulang lebih awal karena hendak memasak rendang yang akan dibawanya besok ke rumah El. Memang sudah agak lama Mama tidak menengok mereka. Pesanan rendang yang tidak berhenti-berhenti dan mengurus kios pulsa sangat menyita waktunya.
Sesampainya di rumah aku langsung menemui Mama yang baru saja selesai memasak.

“Sudah mateng rendangnya, Ma?” tanyaku
“sudah. Untuk makan malam kita, sudah Mama pisahkan juga di lemari makan” lanjutnya lagi.
Aku sudah berniat beranjak menuju kamar, saat tiba-tiba saja terdengar suara ketukan di pintu.
“Siapa itu? Magrib kok bertamu” rutukku.
“Coba lihat saja dulu, siapa tahu orang itu membawa kabar penting”
Aku melangkah menuju pintu, mama mengikutiku. Dibalik pintu kudapati seorang pemuda berdiri dengan ransel dan tas besar di dekatnya.

“Maaf menganggu. Perkenalkan, saya Tonny… Saya baru saja datang ke desa ini. Saya kemalaman. Saya mencari tempat kos atau kontrakan juga tidak apa-apa. Mungkin Ibu atau Mbak bisa bantu saya” Laki-laki ini tidak berhasil menyembunyikan kecemasannya, walaupun dia berusaha tetap tenang dan berbicara dengan sopan.
“Dimana, ya, Ran?” Mama memandangku. Aku hanya menggeleng.
“Ada apa, Ma?” Ayah sudah ada di belakang kami.

Mama menceritakan maksud pemuda itu kepada ayah. Sejenak ayah manggut-manggut tidak lama kemudian berucap
“Lebih baik sekarang masuk dulu. Nanti setelah solat magrib kita bicarakan lagi. Sudah adzan tuh”
Pemuda itupun kami persilakan masuk. Mungkin dua tas besar yang dibawanya yang membuat Ayah dan Mama percaya pada kata-katanya.

Usai melaksanakan solat magrib berjamaah, kami berkumpul lagi di ruang keluarga. Atas nama kemanusiaan, Ayah kemudian mengijinkan pemuda itu menginap di rumah kami untuk malam ini. Dia tidur di kamar El.
Keesokkan harinya, setelah mempertimbangkan banyak hal, Mama merelakan ruang paviliun yang kosong untuk digunakan oleh pemuda itu. Lumayan untuk tambah-tambah uang jajan adikku jizan, begitu kata Mama.

Tak ada yang pernah tahu apa rencana Tuhan ketika Dia mempertemukan manusia dengan manusia lainnya. Tak pernah pula kurencanakan, saat kemudian aku merasa bahagia bila berada di dekatnya.Cintakah ini?

Setelah luka yang pernah aku rasakan karena gagal menikah dengan seorang pemuda yang tak pernah mampu melupakan masa lalunya, kini baru aku kembali mampu merasakan getar-getar aneh di dalam hatiku. Dan getar-getar itu selalu ada saat aku beradu tatap dengan Tons.

“Ranti, Mama lihat kamu semakin hari semakin dekat dengan Tons. Apakah…?”
“Apaan sih…?” aku menjawab malu.
“Mama tidak keberatan, jika kamu memang sudah merasa cocok dengannya” lanjut Mama lagi.
Aku tak menjawab. Aku hanya berusaha menyembunyikan wajahku yang tiba-tiba saja memanas.
@@@

“Bagaimana, Ma?” sayup-sayup aku mendengar suara Ayah yang sedang bercakap-cakap dengan Mama di dalam kamar mereka. Tiba-tiba saja aku begitu berhasrat mengetahui apa yang tengah mereka perbincangkan.
“Mudah-mudahan berhasil, Yah” yang ini suara Mama.
“Sudah waktunya dia melupakan laki-laki pengecut itu. Tons itu anak baik. Sifatnya mirip sekali dengan sifat ayahnya. Ah, Ayah jadi ingat begitu hebatnya persahabatan kami….”

Entah kata-kata apa lagi yang diucapkan Ayah maupun Mama. Yang pasti aku sangat bahagia….

Facebook Comments

About yety Ursel

14 comments

  1. Tony???? Cakeeeepppp ga? Kl cakeeeepppppp jingga bantu ngeliriiiiikkkkkk https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  2. katedrarajawen

    Ranti vs Tons, ciluk bah, sudah waktunya berpeluk mesra hehehe

  3. Peluk mamaku dulu……:D :)

    Jinggahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  4. Jinggaaaa. Jangan ngiri ya..kan jingga sdh punya yh unyu unyu..
    Bang Kate…ayo kita merangkat lagi
    Ranti …. Ayo lanutkan kisahnya…

  5. Akhirnya Ranti menentukan pilihan ya, Bund? Walau belum jelas, tapi nampaknya Rangkat akan mengadakan pesta lagi nih…
    #Mas Hans, Ehmmmmm…….. Bgaimana ya? :) https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  6. Mas Hans sama Cici aja… Kata Acik lho….https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  7. sepertinya ECR bakalan makin seru niii….

  8. Ayo mbak lanjutkan….

  9. Desa Rangkat ( Dear )

    akhirnya ECR masuk juga ke ketikketik, mantap mbak Yetyhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  10. Siippppo….https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  11. Terus kebaya yang udah Hans kasiin kemaren dulu itu gimana, Bund?
    Itu kan kebaya renda2 spesial untuk Ranti… https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif

  12. Mas Hans kebayanya dipinjem sama cici Kim…:p☺☺☺ нiнiнi ¨☺¨ нiнiнi ☺☺☺:p

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif