Home » FIKSI » Review Novel Jingga dan Senja

Review Novel Jingga dan Senja

sumber: www.goodreads.com

sumber: www.goodreads.com

Seminggu terakhir ini, akhirnya aku berhasil meyelesaikan novel “Jingga dan Senja” yang ditulis oleh Esti Kinasih. Sebenernya, sewaktu aku masih sekolah (jadi sekarang udah nggak sekolah lagi, hehe), aku pernah melihat buku ini di tumpukan rak buku perpustakaan. Nama penulis Esti Kinasih memang belum familiar di telinga aku. Mangkanya, sewaktu melihat buku itu di rak perpustakaan, aku nggak langsung ambil buku itu buat aku pinjam.

Seminggu yang lalu pas aku buka goodreads, aku lihat salah seorang temen aku abis baca novelnya Esti Kinasih. Langsung aja aku klik nama penulisnya itu, dan aku lihat ada novel Jingga dan Senja di deretan daftar novel yang dia tulis. Karena penasaran, aku langsung ketik “Jingga dan Senja” di om google. Dan, apa yang aku lihat membuat aku kegirangan. Ternyata, ada yang ngetik ulang novelnya “Jingga dan Senja”! Itu berarti, aku nggak perlu minjem atau beli bukunya untuk aku baca. Aku bisa baca gratis! Di kantor, kalau lagi jam istirahat atau ada waktu luang, aku selalu nyempetin buat baca novel Jingga dan Senja. Betapa senangnya bisa baca gratis :D

Sekarang, aku pengen nge-review novel ini. Ini review pertama yang aku buat. Kalau aku baca dari blog-blog orang lain soal review novel, mereka selalu ngasih gambaran cerita dari novel yang udah selesai mereka baca dan plus (+) minusnya (-) dari novel itu. Karena baru hari ini aku nyelesain novelnya, jadi masih “anget-anget” di dalam otak, hehe.

Novel Jingga dan Senja mempunya tokoh utama perempuan yang bernama Tari dan tokoh utama laki-laki yang bernama Ari. Selain tokoh utama, juga ada tokoh pendukung yang melengkapi cerita ini agar semakin menarik. Dia adalah Angga yang mempunyai dendam terhadap Ari dan ingin merebut Tari dari Ari.

Tari di sini digambarkan sebagai seorang siswi kelas sepuluh yang suka memakai pernak-pernik oranye. Dari mulai gelang, anting, jam tangan, semuanya berwarna oranye. Apa yang menyebabkan cewek ini suka warna oranye? Penyebabnya hanya satu, Tari dilahirkan waktu sore hari, saat matahari terbenam. Tahu kan warna matahari saat matahari terbenam? Ya, oranye! Itulah sebabnya mamanya Tari menamai anaknya ini dengan nama “Jingga Matahari”.

Ari. Ari adalah salah seorang cowok kelas dua belas yang paling ditakuti di sekolahnya. Pentolan saat tawuran siapa lagi kalau bukan Ari. Guru-guru sampai tidak tahan melihat kelakuan Ari yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Menentang guru, berkelahi, membuat onar adalah kegiatan sehari-hari Ari. Tapi, dibalik semua itu, Ari memiliki latar belakang keluarga yang tidak baik, sehingga membuat kelakukan Ari brutal di sekolah.

Sejak mengetahui nama lengkap Tari adalah Jingga Matahari, Ari tidak pernah melepaskan Tari sedikitpun. Bahkan, ketika diketahui Angga -musuh bebuyutan sekolah Ari- sedang mendekati Tari, Ari tidak segan-segan “melenyapkan” Angga agar Angga tidak mendekati Tari lagi. Kenapa Ari sampai segitunya sama Tari? Nama lengkap Ari adalah Matahari Senja. Sama seperti Tari, Ari lahir pada waktu sore hari dan saat matahari tenggelam. Karena sama-sama mempunyai nama yang sama, yaitu Matahari, Ari jadi semakin memaksa Tari untuk bersamanya. Tetapi, kelakuan Ari yang sangat-sangat tidak disukai Tari membuat Tari menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari Ari, tapi hal itu malah membuat Ari mendekatkan diri sedekat-dekatnya dengan Tari.

Suatu ketika, saat Tari sedang berada di foodcourt -janjian dengan sahabatnya, Fio-, Tari bertemu dengan hal terburuknya, Ari. Karena Tari nggak mau cari ribut sama Ari, Tari memilih bungkam dan menikmati es campur yang di pesannya, sambil sesekali melirik ke belakang, yang berada tidak jauh dari mejanya tempat Ari berada. Saat Tari sedang melirik ke belakang -untuk yang kesekian kalinya- saat itulah mata Ari dan mata Tari bertumbukkan. Ari langsung menghampiri meja Tari dan duduk di depannya. Saat itulah, sosok yang dikira Tari adalah Ari menjelaskan kalau dirinya bukanlah Ari, tetapi saudara kembarnya yang bernama Ata, lengkapnya Matahari Jingga. Hal itu membuat Tari shock, karena Ata benar-benar mirip dengan Ari. Untuk meyakinkan Tari, Ata menunjukkan beberapa foto Ari dan Ata sewaktu kecil. Tari benar-benar dibuat tercengang oleh fakta yang sekarang diungkapkan Ata, terlebih lagi Ata bercerita tentang keluarganya yang kelam, yang tentu saja membuat sejenak pikiran Tari melunak terhadap Ari. Bagaimana kelanjutan kisah ini? Apakah hidup Tari akan semakin tenang karena datangnya Ata dalam kehidupannya? Atau malah semakin memperburuk keadaan?

Oke, sampai di sini ya gambaran tentang novel Jingga dan Senjanya. Yang penasaran, silahkan membaca novelnya di sini: http://happyread12.wordpress.com/2013/11/23/jingga-dan-senja-esti-kinasih/

Aku menikmati sekali membaca cerita Jingga dan Senja. Diceritakan dengan mengalir oleh penulisnya. Setiap kali pengen udahan baca, pasti selalu penasaran sama cerita selanjutnya. Sampe sebelum tidur pun, aku nyempetin buat baca ini novel :D

Kecewanya, ini cerita bersambung. Masih ada novel “Jingga dalam Elegi” dan “Jingga untuk Matahari” yang penasaran untuk di baca :(

Tapi, aku bakalan nerusin baca novel Jingga dalam Elegi yang juga udah bisa di baca online, hihi :D

Btw, aku nggak tahu naruh review ini di kanal mana, jadi aku masukin di kanal fiksi aja. Walaupun ini novel yang pastinya fiksi, tapi review aku bukan fiksi ya :D

Note: yang mau baca online, harus bisa memaklumi kalau banyak typo ya.

Facebook Comments

About Vivi Tirta Wijaya

4 comments

  1. katedrarajawen

    Wah kalau saya bisa menyelesaikan baca satu novel aja udah keren hehhe…nah yang bikin penasaran selalu menarik ya, Vi?

    • Vivi Tirta Wijaya

      Kalau bagi aku menarik banget Om Kate, selalu bikin penasaran di setiap babnya. Kalau Om Kate sempet, baca aja dulu 1 bab https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  2. Ni Kadek Suryani

    Wah keren review-nya…jadi gak usah baca lengkap novelnya hehe…makasi ya Vi…tak tunggu review jingga-jingga berikutnya… https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

    • Vivi Tirta Wijaya

      Baca juga dong, Mbak. Jadi bisa sama-sama menikmati ceritanya.
      Oke, nanti kalau Jingga dalam Eleginya udah selesai, aku review yaa https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif