Home » FIKSI » Tragedi Penembakan di Sape

Tragedi Penembakan di Sape

Tragedy Penembakan di Sape

Tragedi Penembakan di Sape
Puisi : Edy Priyatna

Setelah rakyat dalam kedamaian
pemerintah mempunyai ide bagus
membuka pertambangan emas
dengan argumentasi kesejahteraan rakyat
padahal banyak hal yang berdampak negatif
hingga membuat rakyat tidak setuju
namun tetap saja dipaksakan
semua terjadi tanpa mengindahkan suasana
karena telah diatur tanpa kompromi
prosedur dijalani dengan kekuasaan
tak sadar pemerintahan dilaksanakan
mengabaikan unsur-unsur utama di dalamnya

Setelah rakyat protes berkali-kali
tak ada respon yang datang dari pemerintah
semua suara tidak didengarkannya
semua suara tak pernah digubrisnya
walaupun dampak penambangan akan merusak lingkungan
akan terjadi pencemaran-pencemaran
mengancam mata pencaharian
mengancam kebutuhan air bersih
mengancam situs budaya bangsa Temba Romba
mungkin akan mentah bila diperdebatkan
khawatir rencana akan gagal total
tanpa sosialisasi surat keputusan tetap diterbitkan

Setelah rakyat tak didengar lagi
pemerintah merajalela tak menyadari
banyak gagasan yang akan mengancam kehidupan
rakyatpun dijadikan orang bodoh
dan hanya pemimpinnya saja yang pandai
mengelabui orang-orang bawah
yang menolak adanya tambang emas
hingga memicu kerusuhan
Sape, Bima bersimbah darah
tiga orang tertembak mati
puluhan orang lainnya terluka berat
akibat ulah pemimpin yang tidak bertanggung jawab

Facebook Comments

About Edy Priyatna

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif