Home » FIKSI » CerBung » Poliandri Maya [1]

Poliandri Maya [1]

ahlivital.wordpress.com

ahlivital.wordpress.com

“Apa???? Kau mau menikah lagi?” nada suara ibu meninggi, seakan takjub dengan niat Maya.Maya tak menjawab, bahkan ekspresi wajahnya terkesan tak peduli. Ia malah membenarkan posisi poninya yang sudah mulai menutupi sebagian matanya. Rambut sebahunya ingin diwarnai lagi. Ia mudah bosan dengan warna rambut yang itu – itu saja.

“Maya? Jawab Ibu, nak!” Ibu mendekatkan bibirnya di telinga Maya. Suaranya mulai bergetar.

“Iya, aku akan menikah lagi. Semoga ini bukan hal yang terlalu mengejutkan. Toh aku takkan tinggal serumah dengannya. Kami berbeda kota, bu,” Maya menjawab tanpa ada beban dalam tiap kalimatnya.

“Bagaimana dengan Yudo? Dia masih suamimu, Maya,”

“Yudo? Sejak awal aku sudah pernah katakan bahwa aku tak punya cinta untuknya, Bu,”

“Iya ibu paham, tapi Yudo tak pernah menyakitimu. Ia bekerja di kota lain tanpa mengurangi jatah biaya hidupmu dan ibu, juga tak pernah mengurangi perhatiannya pada kita.”

“Ayah juga kan? Ayah tak mengurangi jatah apapun untuk kia. Kecuali satu, bu, jatah kebahagiaan yang perlahan terkikis bersama hobi kawinnya!”

“Lantas? Apa kau akan memina cerai pada suamimu? Apa salah dia? Jangan kau kira pengadilan bisa dengan mudah mengiyakan permohonan ceraimu!”

“Tak perlu bercerai. Ayah pun tak pernah menceraikan ibu. Dia memilih kawin, kawin, dan kawin lagi tanpa ingin berpisah dengan ibu dan aku. Jika ayah bisa, mengapa aku tidak? Toh aku adalah anak kandungnya, Dalam tubuhku mengalir darahnya. Darah manusia tak berperikemanusiaan!”

Ibu menunduk, jawaban Maya seakan merajam batinnya. Perempuan tua itu tak menyangka bahwa anak perempuannya itu benar – benar memenuhi sumpah serapahnya.

Ibu berjalan meninggalkan Maya, duduk lemas di kursi goyang yang selalu jadi singgasananya menghabiskan hari – hari tua.

Pikirannya melayang pada sosok Usman, lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya. Lelaki yang kini mungkin (masih) sedang menari – nari diatas perut para gundiknya. Lelaki yang sudah memberikannya janin yang kini tengah memburu napsunya untuk membalas dendam, Janin yang kini terlahir dan tumbuh dewasa bernama Maya.

-bersambung-

Facebook Comments

About ajengleodita

5 comments

  1. katedrarajawen

    wah , udah jadi gaya hidup ya? :matabelo

  2. hehehe, khas tulisan Ajeng….

  3. wahhhh….. nunggu kelanjutannya dulu dehhh… hehehehhe

  4. marla lasappe

    nunggu kelanjutannya :)https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  5. sebuah protest pada apa yang dialami…

    Hwuihhh,mantabbb mbak Ajeng…

    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif