Home » FIKSI » CerBung » Nana [11] – Pengalaman Pertama

Nana [11] – Pengalaman Pertama

downloadkumpulangambarkeren.com

sumber gambar: downloadkumpulangambarkeren.com

Andre menggandeng Meike menyusuri lorong rumah sakit. Raina kecil berada dalam gendongannya. Bayi mungil itu tengah lelap tertidur. Pipinya kemerahan, sudut bibirnya sesekali tertarik membentuk sebuah senyuman.

“Anak papa yang hebat. Tidak menangis meskipun jarum suntik itu menembus lenganmu….,” bisik Andre sambil mendekatkan Raina ke wajahnya. Diciumnya pipi itu dengan gemas.

“Maas….nanti dia bangun. Kenapa siih, senang sekali menciuminya?” protes Meike. Ditepuk-tepuknya pantat bayinya agar Raina tertidur kembali.

Mereka baru saja dari Poliklinik Ibu dan Bayi. Ini saatnya Raina mendapatkan suntikan imunisasi. Andre sengaja mengambil cuti demi mengantar Meike ke rumah sakit.

Istrinya tak kalah bahagia. Wajahnya berseri-seri saat menggendong Raina. Ia langsung jatuh cinta saat Andre membawa bayi mungil itu ke rumahnya yang lengang. Lima tahun pernikahan tanpa kehadiran seorang anak. Duuh, betapa amat sangat sepinya.

 

*************

 

Sampai hari ini Meike tak pernah tahu bahwa sebenarnya ia yang mandul. Andre begitu pandai menyimpan rahasia ini rapat-rapat dari istrinya. Andre tak ingin harga diri Meike terluka karenanya. Ia tahu, keluarga besarnya paling cerewet soal anak keturunan.

Ia masih ingat dengan jelas saat pernikahannya memasuki tahun kelima.

“Perempuan apaan? Kok sampai sekarang belum hamil juga? Jangan-jangan ia yang mandul…..,” demikian gerutu ibunya yang tak sengaja didengarnya.

Andre terbangun tengah malam karena haus. Ia berjalan pelan menuju ke dapur. Ayah dan ibunya masih berbincang di ruang tengah sambil menonton televisi.

“Bu….tak baik menuduh orang tanpa ada bukti. Mungkin bukan Meike yang mandul…..,” didengarnya ayahnya membela.

“Pak. Apa bapak lupa? Kita, keluarga besar kita…..,” nafas ibunya tersengal-sengal, “tak ada satu pun yang mandul….,” sergahnya.

“Sudahlah. Ibu tak perlu mencampuri urusan mereka, rumah tangga mereka. Bukankah kita sudah mengijinkan Andre menikahi Meike? Kita hanya bisa mendoakan mereka, semoga Allah segera memberikan momongan. Cucu untuk kita.”

Andre tersenyum mendengar kata-kata ayahnya. Tak salah bila ia sangat menghormati dan mengidolakannya. Ayahnya sangat bijaksana, dan sabar menghadapi ibunya yang banyak omong.

Maafkan aku Pak, Bu. Bukan salah Meike kalau sampai hari ini ia tidak bisa menghadiahi cucu. Tak ada seorang perempuan pun di dunia ini yang ‘rela’ ditakdirkan mandul. Tak ada…batinnya pilu.

Dua bulan setelah peristiwa itu, Andre memboyong Meike ke rumah baru mereka yang terletak di pinggiran kota. Ia tak ingin istrinya menahan perasaan setiap kali ibunya atau keluarga besarnya menyinggung-nyinggung soal anak di hadapannya.

“Maas….apakah ini tidak terlalu mewah untuk kita?” tanya Meike. Ia tengah mengelilingi kamar demi kamar, mengagumi interiornya, mengelus tirai yang menggantung indah di sisi jendela. Tak lupa, ia membukai lemari demi lemari yang tersedia di setiap kamar.

Andre memandang puas. Meike menyukai kejutan yang diberikannya tepat di hari ulang tahunnya.

 

 

sumber gambar: downloadkumpulangambarkeren.com

 

=====%%%%%%%=====

Facebook Comments

About enggar

4 comments

  1. Mbak, cuma nanya kok ngga ada no 9 nya ya?

    • kebetulan yang episode 9 diposting di blog pribadi jeng Maria 1508
      mangga, dikunjungi di enggar.idkita.com

      terima kasih sudah berkunjung
      https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif