Home » FIKSI » CerBung » Nana [16] – Ancaman Saat Pernikahan

Nana [16] – Ancaman Saat Pernikahan

Pernikahan Dagdo dan Nana – demikian panggilan sayang Dagdo kepada Mardiana – berlangsung khidmad meski sederhana. Hanya penghulu, keluarga dekat, beberapa kawan karib Nana dan Dagdo. Salah satunya adalah Andre dan Meike yang menggendong anak mereka – Raina.

“Sstt….kau tak perlu menoleh begitu rupa Nana……,” tegur Dagdo lembut. Saat itu Mardiana begitu terpesona melihat Nana dalam gendongan Meike.

“Dia….diakah Nana-ku?” isaknya. Dagdo menyodorkan sehelai tissue ke tangan Nana. “Jangan perlihatkan kesedihanmu. Ini hari pernikahan kita….,” bujuknya penuh kasih. Tangannya menepuk pundak perempuan itu, seolah memberinya kekuatan.

“Bagaimana saksi? Sah? Sah?” pak Naib menoleh ke arah dua orang saksi yang duduk arah kiri dan kanannya.
Semua mengangguk mengiyakan, gaung ucapan syukur bergema memenuhi ruang tamu rumah mungil itu. Senyum sumringah dan gelak tawa mengakhiri upacara pernikahan yang sederhana itu.

“Nana….selamat ya. Semoga kalian berbahagia….,” Meike menjabat erat tangan Nana, senyumnya hangat dan akrab. Nana hanya bisa mengangguk sambil membalas jabat tangan itu. Sekuat tenaga ditahannya tangannya yang hendak terulur mengelus Raina yang tertawa-tawa dalam gendongan Meike. Dagdo tertawa lebar menyambut uluran tangan sahabatnya. Tangannya menepuk-nepuk pundak Andre perlahan.

Saat para tamu mulai meninggalkan rumah satu per satu, Dagdo menggamit lengan Andre. Diajaknya teman karibnya itu sedikit menjauh dari keriuhan di ruang tengah.

“Apa maksudmu mengajak Raina kemari? Ha? Apa kau ingin menghancurkan hati Mardiana yang telah kau tipu?” cengkeraman tangan Dagdo di leher kemeja Andre demikian ketat. Andre megap-megap dibuatnya.

“Maaf….maafkan aku. Tak ada yang mengasuh Nana di rumah. Assisten rumah tanggaku sedang pulang ke kampung, sementara mama sedang ke luar kota…..,” tergagap-gagap jawaban Andre.

“Tunggu saatnya, Nana pasti akan kembali pada ibunya. Ibu yang melahirkannya…..dan kau….bersiap-siaplah untuk kecewa!!” ancaman itu mengerutkan nyali Andre.

Meike mengerutkan keningnya melihat raut muka suaminya. Bukankah mereka tadi tertawa-tawa berdua? Tapi kenapa sekarang Andre nampak ketakutan begitu? Ada apa? Apa yang mereka bicarakan di belakangku? Sejak tadi ia mencari keberadaan Andre dan Dagdo – sang pengantin laki-laki.

“Kita pulang yuuk. Nana sudah mengantuk ini. Aku lupa membawa botol susunya tadi….,” ajaknya. Raut wajah Dagdo berubah ramah. Bagaimanapun, Meike tak tahu menahu tentang konspirasi diantara Andre dan dia.

“Kenapa terburu-buru? Kalian belum mencicipi hidangan kami….,” sahut Dagdo.

Meike menepuk-nepuk perutnya, tubuhnya agak diliukkan ke belakang sehingga perutnya nampak sedikit membuncit.

“Niih, udah seperti orang hamil tujuh bulan…..,” selorohnya. Mereka tergelak-gelak bertiga.

Deeg. Dagdo teringat sesuatu. Ia bergegas menghampiri pengantinnya. Dan pemandangan yang tersaji di depannya membuatnya khawatir bukan main. Mardiana tengah menggendong Raina yang tertawa-tawa. Tangan mungilnya menggerayangi pipinya yang digembungkan. Lucu sekali.

Andre dan Meike yang mengekor di belakangnya tersenyum melihat Nana mempermainkan sang pengantin putri.

=====%%%%%%%=====

Facebook Comments

About enggar

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif