Home » FIKSI » Cerpen » Pada Suatu Ketika

Pada Suatu Ketika

IMG_0887 (1024x683)

Suatu ketika engkau bertanya, “Adakah saat-saat indah di antara kita, yang terus kau kenang?”

Aku diam sejenak, lalu menjawab dengan yakin. Tanpa rekayasa dan apa adanya, “Tentu saja ada….! Pada suatu ketika!”

“Kapan, dan di manakah itu? Ayolah ceritakan padaku,” pintamu.

“Iya, pada suatu ketika,” lalu aku kembali diam sejenak, menunggu reaksimu.

“Bawa aku kembali pada masa itu,” pintamu mendesakku.

“Baiklah…” aku memenuhi pintamu untuk menceritakannya, “Pada suatu ketika di awal Desember di tahun itu. Di suatu senja yang jingga, dan di suatu tempat di mana pertama kali kita bertemu…”

“Ahh… Aku tahu! Di tempat itu aku memakai baju putih yang terciprat beceknya tanah, kan?” engkau mulai ingat momen itu.

“Ya, betul. Di senja itu ketika langit sudah tak lagi membiru. Gumpalan awan tak beraturan menutupinya. Setelah rinai hujan melingkupi sesmesta alam seharian. Engkau berjalan dari sisi Timur di atas titian bambu yang basah…” lanjutku.

Aku diam lagi sejenak ketika ku lihat mukamu mulai merona mendengar ceritaku. Aku suka dengan rona mukamu yang seperti itu.

“Lanjutkan…” katamu malu-malu, “Lanjutkan ceritamu, bawa aku lebih dekat ke masa itu”.

“Baik…. Ketika itu aku menunggumu di ujung titian bambu lainnya. Ketika engkau datang, Aku menyambut tanganmu yang menggenggam bongkahan tanah merah. Aku menciuminya. Engkaupun ikut menciuminya,” sambil bercerita, lagi-lagi aku melirik wajahmu. Lengkung senyummu terus menggodaku untuk membawamu ke masa itu.

“Ketika itu kita sama-sama menarik nafas setelah menciuminya. Menikmati aroma wanginya, dan mereguk nikmat surgawi yang ditawarkannya. Indera penciuman kita benar-benar dimanjakan oleh aura magis bongkahan tanahnya. Wangi tanah yang basah, aku benar-benar suka,” aku terus bercerita, dan engkau setia mendengarkan, tanpa menyela.

Engkau tersenyum, sepertinya ceritaku benar-benar membawamu ke masa itu. Aku semakin bersemangat untuk bercerita.

“Aroma tanah yang keras, kering dan gersang. Karena telah sekian lama terbakar sengatan matahari. Lalu menjadi lembut setelah tersiram derai hujan yang mengguyur seharian. Aromanya begitu sejuk, membius dan memabukkan,” sambil bercerita aku membayangkan tanah itu ada di genggamanmu.

“Adakah suatu masa di mana kita bisa mengulang momen itu?” engkau bertanya, “Aku rindu dengan saat-saat itu,” lanjutmu.

“Akupun demikian. Suatu senja yang jingga dipayungi langit yang tak lagi membiru. Seorang bidadari berjalan di atas titian bambu yang basah. Menggenggam sebongkah tanah merah yang basah. Lalu kita sama-sama mereguk wangi surgawinya. Aroma terik matahari yang diserapnya, dan aroma kehidupan dari air hujan yang menyiraminya. Eksotis…” aku lancar bercerita, apa adanya, dan tanpa rekayasa.

“Iya…” bibir mungilmu mengeluarkan suara, aku suka.

Ku raih tanganmu, lalu aku menciuminya. Seolah tanah merah yang basah itu ada digenggamanmu. Ku hayati sepenuh hati. Tanah merah itu seolah melebur dan melembut bersama hatimu. Yang kini telah ku rengkuh, dan selalu akan terengkuh bersama rinai siraman jiwa, milikku.

 _________

DESA Rangkat

Desa Rangkat adalah komunitas yang terbentuk berdasarkan kesamaan minat dalam dunia tulis menulis fiksi. Jika berkenan silahkan berkunjung, berkenalan, dan bermain peran dan fiksi bersama kami di Desa Rangkat

 

Facebook Comments

About Hans Rangkat

45 comments

  1. Saya suka membacanya https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif
    Selamat datang di KetikKetik, bung Hans https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

    • makasih teman, iya nih baru bergabung di sini. Kemarin sempat bincang2 dengan cicih Kim Foeng tentang ini. Soon, kita dan teman2 DESA Rangkat ikut gabung di sini https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. romantissss…….https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • Mommyyyy…. Padepokan FF Rangkat buka lapak di mari.
      Cepetan njemur baju di sini mom..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  3. selalu indah karya mas Hans :)

  4. https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gifcabang pembantu ya Mas?

  5. ayoo ayooo pada naik yang dari desa RangKat, yang mau ikutan KK..
    Angkot dah kelamaan ngetem, mau jalan nih..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  6. permainan katamu mas…:)

  7. Muhammad Armand

    Jiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah
    Ada Abang Hans Rangkat di sini

  8. Mas Hans, blm sempat baca. Komen dulu ah,senang teman2 rangkat bergabung di sini
    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  9. Romantis gaya Mas Hans. Selalu menyentuh. #pasti namanya Natasya, ya?https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

    • Bunda Yetttttyyyyyyyyyyyyyyyy….
      Wuiiih Bunda udah di sini juga ternyata.
      Beneran migrasi besar2an neh warga Rangkat.. hehehehhehttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  10. mantabbbbbbbbbbbb

  11. tjiptadinata effendi

    tulisan yang menarik dan menawan mas…salam kenal,Saya juga baru disini/

  12. Ikut hanyut dalam kisahnya.. sampai terbayang suasananya… tulisan yang mantab

    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  13. Yuhuuuiiiiiiiiiiiiiiiiii hadiirrrrrr bawa stempeeellllllllllllllll

    terangkatisasiiiii…. hahahahhahahahahahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • Gak boleh berisik di sini, Cik..
      Nggak boleh maen petasan.
      Ntar dikirim balik ke desa lohhh…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

  14. salam kenal ye bang dari nyubihttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  15. ini…memang terlalu

  16. wah wah…bahasanya bikin klepek2 #ehh
    salam kenal mas hans rangkat :D

  17. Iya…” bibir mungilmu mengeluarkan suara, aku suka.
    suka banget dengan kalimat yang ini … entah kenapa :)

  18. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu.
    Saya ingin berbagi cerita siapa tau bermanfaat kepada anda bahwa saya ini seorang TKI dari johor bahru (malaysia) dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar bpk hilary joseph yg dari hongkong tentan MBAH WIRANG yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomer toto 6D dr hasil ritual beliau. dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran beliau membantu saya, saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH WIRANG,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH WIRANG atas bantuan nomer togel Nya. Bagi anda yg butuh nomer togel mulai (3D/4D/5D/6D) jangan ragu atau maluh segera hubungi MBAH WIRANG di hendpone (+6282346667564) & (082346667564) insya allah beliau akan membantu anda seperti saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif