Home » FIKSI » Cerpen » Kesedihan malam ini

Kesedihan malam ini

 

haariansumutpos.com

haariansumutpos.com

Teng tong.. pukul 17.30 sudah lewat,tanda waktu pualng kantor sudah tiba. kurapikan tas ku dan kupakai jaketku yang sudah 3 hari tidak dicuci ini untuk bergegas pulang. Berjalan pelan ke arah mesin absen bersama kawan kawan kubicarakan tentang kesenangan ku tentang sebuah klub sepakbola.

JUVENTUS, ya itu lah team favorit saya. Malam ini juventus menjalani pertandingan lanjutan yang semalam di tunda akibat turunnya salju yang lebat. Sesegera mungkin ku stater motor mio kesayanganku untuk mengantarkan aku sampai rumah. Tepat pukul 18.15 aku sudah sampai Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Di balik pintu sudah terlihat sosok gadis kecil yang sangat cantik sambil tersenyum bahagia.  Ya itulah putri kecilku yang cantik. Bersamanya berdiri istriku tercinta yang ikut menyambutku dengan senyumnya. Alhamdulillah rasa bahagia ini masih terus diberikan oleh Alloh SWT.

Setelah masuk rumah kulihat ibuku tercinta sedang sholat magrib, aku pun menuju kamar mandi dan siap siap sholat juga. Selesai sholat langsung kuhampiri putri kecilku yang dari tadi ingin aku menemaninya bermain, ku ajak dia main seperti biasanya dengan boneka kesayangannya beruang putih. Tak terasa waktu sudah pukul 19.15, lalu istriku menawarkan makan malam padaku. Lalu putri kecilku pun ikut untuk makan bersamaku dengan menu yang berbeda. Setelah selesai makan Istriku meminta tolong untuk di belikan sesuatu di warung. Dengan cerianya putri kecilku itu ikut dengan berlari bahagia.  Setelah dari warung, ternyata sudah pukul 19.45, kubuatkan putriku sebotol susu agar dia mulai beristirahat malam ini. Ternyata tak lama dia tertidur pulas di sampingku sambil minum susu.

Lalu aku teringat akan pertandingan yang ditunda dan akan dilanjutkan malam ini tepat pukul 20.00 wib. Karena tak ada stasiun tv nasional yang menayangkannya, aku pun mengambil netbook ku, ku minta modem yang dibawa istriku.

Klik…klikkk…klikk.. ternyata sudah selesai babak pertama, maklum sejatinya pertandingan di mulai dari menit 31, saat semalam salju turun memenuhi lapangan sepak bola. Setelah babak ke dua dimulai, pertarungan sengit terjadi di senua lini, juventus yang datang sebagai tamu terlihat kesulitan bermain diatas lapangan bekas tumpukan salju, Kondisi andrea pirlo yang sedang cedera membuat lini tengah kurang bekerja. Paul pogba pun terlihat kesulitan mengatur serangan. Begitupun marchisio dan arturo vidal yang sulit mengembangkan gaya permainan. Buffon pun berkali kali menyelamatkan gawang nya. Di depan duet teves dan llorente sedikit mendongkrak serangan. Terlihat agaknya akan menghasilkan skor berimbang. Namun petaka datang di menit 85 kala serangn datang dengan tiba tiba dan lewat W. sneijder tim lawan unggul. Sungguh resah dan gelisah dengan sisa waktu yang ada, apakah juventus mampu menyamakan kedudukan dan melangkah ke fase gugur liga champion eropa. Tambahan waktu selama 3 menit ternyata juga belum mampu menghadirkan gol bagi tim kesayanganku JUVENTUS. Selamat tinggal Liga Champion 13/14. Dengan kekalahan ini tim kesayangan ku tidak terlihat lagi di liga champion musim ini. Namun masih dapat berkiprah di liga eropa. Semoga liga eropa dapat direbut akhir musim nanti.

Kekalahan tim kesayangan ini agak memberatkan ku untuk terlelap.. aiiihh sudah cinta jadi seperti ini, inilah sepak bola, kadang menang kadang kalah dan seri.

 

Facebook Comments

About trezee

2 comments

  1. katedrarajawen

    Hore Juventus kalah..eh, maaf, jadi gak berempati sama yang lagi sedih ya hehehe…heran saya klub favorit bisa silih berganti, tp ada dua tim yang sulit jadi favorit, MU dan Juventus hehehe

    Masih ada hari esok mas Trezee.kanJuve masih nomor satu di Serie A

  2. Anita Godjali

    Kapan PSSI bisa menjadi idola seperti Juve? ….menyedihkan klo PSSI kalah biasa…klo Juve? luar biasa…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif