Home » FIKSI » Cerpen » Dia [juga] Anakku

Dia [juga] Anakku

dakwatuna.com

dakwatuna.com

“Udah jelek, item…..bodo lagi” katanya tanpa ekspresi.

“Tapi….”.

“Itulah kenapa aku benci dia! Meskipun dia…..” sungutnya, berapi-api.

~~~~~

“Hei….apa kau lupa? Berapa banyak perempuan di luar sana yang menunggu?”

“Apa?”

“Mereka melewatkan waktu bertahun-tahun dalam kesabaran. Kulitnya yang dulu kenyal, kencang dan lembut kini menggelambir di sana sini. Payudaranya yang dulu padat dan montok, kini kendor. Rambutnya yang dulu hitam berkilat-kilat kini tlah berubah warna. Abu-abu dan memutih…..”.

“Kau bicara apa?”

“Aku bicara tentang sikapmu. Kau tak bersyukur pada apa yang dikaruniakanNya. Kau memilikinya, tidak hanya satu, tapi sembilan……”.

“Maksudmu? Jangan berputar-putar….aku tidak paham”.

“Itulah. Kau itu dudul, tau nggak? Rumahmu selalu ramai dengan celoteh mereka, teriakan mereka yang riuh rendah. Barang-barang yang berserakan karena ulah mereka…..”. Ia mengambil nafas sejenak.

“Sementara mereka yang tak punya? Betapa sepinya. Mereka hanya bisa menunggu, kapan rumahnya akan diramaikan oleh tangis bayi seperti rumah lainnya”.

“Lalu?”

“Bersyukurlah padaNya. Kalaupun ada diantara anakmu yang tak sesuai dengan maumu, jelek, item, bodo….itu ujian untukmu”.

“Tapi dia beda. Apa kau tidak liat?”

“Yaa. Kau hanya melihat bentuk lahiriahnya saja.”.

“Aku malu. Semua cantik, ganteng, pintar…..sementara dia?”

“Bukankah dia tak menyusahkanmu? Coba ingat ingat”.

 

Lidahku kelu. Semua yang dikatakannya benar adanya.

“Dia mandiri. Meskipun hidupnya kekurangan, tetapi tak pernah menyusahkanmu. Merongrongmu. Ia menyelesaikan sendiri semua persoalan hidup yang dialaminya. Pernahkah ia mengeluh padamu?”

“Iya siih”.

“Seharusnya kau bangga padanya. Dengan keterbatasannya, dia mampu membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan benar. Kau lupa? Justru kedua anaknya lah yang mampu diterima di perguruan tinggi ternama. Coba bandingkan dengan cucu dari anak-anakmu yang lain, yang selama ini kau bangga-banggakan kemana-mana”.

Kalimatnya yang terakhir itu begitu menohok perasaanku.

 

“Rubahlah sikapmu. Kau telah menyakiti hatinya, sadar atau tidak”, sambungnya lagi.

~~~~~

Aku hanya mampu menangis. Menyesali sikapku. Kebencianku ternyata telah menghancurkan hati anakku.

Entah. Mampukah aku menebusnya?

 

===&&&&&===

Facebook Comments

About enggar

7 comments

  1. bagaimanapun bentuk lahir seorang anak, sang ibu harus tetap bersyukur, karena semuanya kehendak Yang Maha Pencipta.
    nice post…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. katedrarajawen

    Betapa menyakitkan bila sebagai anak tak diakui karena rupanya

    :shakehand2

    • betul mas Kate….. seharusnya kasih itu tidak memandang siapa apa dan mengapa… juga bukan karena perhitungan untung rugi dan timbal balik dari yang dikasihinya…

      terima kasih sudah berkenan mampirhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  3. terharu membacanya ma :( tiap anak membawa rejeki masing-masing

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif