Home » FIKSI » Cerpen » Caffelius

Caffelius

Kupesan secangkir capucino dan tiramisu kesukaanku
lalu kupilih tempat duduk yang biasa aku tempati jika datang kemari
kursi dipinggir jendela dan menghadap kepintu masuk
tempat paling nyaman menurutku
karena aku bisa memandang dari dua arah
kedepan aku bisa melihat lalu lalang orang yang keluar masuk
dari samping aku melihat kendaraan yang saling berebut lampumerah

kubuka novel yang aku ambil dari rak disudut kafe
aku baru saja akan memulai membaca ketika ada sesosok pria masuk dari pintu depan
ganteng rapi dan cool penampilan gaya seorang pria metropolis
dia langsung menuju counter untuk memesan minuman
setelah selesai dengan pesanannya dia menuju meja disudut ruangan
membuka laptopnya dan sesekali menyesap kopinya

sudah 3 hari ini aku lihat pria itu selalu datang kekafe ini sekitar jam 9an
duduk di sudut ruangan dibawah lampu yang agak remang
membuka laptopnya dan selalu sibuk sendiri entah apa yang dikerjakanya
dan aku selalu asyik memandanginya dari mejaku

kopi dan diaEntah kenapa sudah beberapa hari ini aku selalu ingin datang ke cafelius
menghabiskan sebagian malamku disitu ditempat yang tenang
kenapa aku suka datang kesini dan tidak memilih kafe yang lebih rame
atau club yang tentu saja akan banyak temanku disana
tidak…aku suka disini tempatnya yang tenang dan tak terlalu jauh dari kantorku
kopi yang nikmat dan buku disediakan disini sebagai pelengkap
meski aku belum pernah sekalipun membaca buku itu

namun yang membuatku selalu ingin datang kembali bukan itu
tapi gadis itu  ya……
gadis berkuncir kuda itu yang selalu duduk di kursi dekat jendela menghadap kepintu masuk
dengan kopi dan buku dimejanya
aku selalu melihatnya dan mengamati kebiasaanya
dia akan duduk 30 menit hingga satu jam sambil membaca dan minum kopi
setelah itu dia akan beranjak kira2 pukul 10.30.
dia akan mampir kemeja conter untuk beramah-ramah dengan pelayan

tak lupa dia akan menyapa petugas kebersihan disitu
bercanda sebentar dan keluar pintu dengan riang
dia juga selalu melambaikan tangannya pada satpam yang berada di pinggir pintu keluar
menarik sekali tingkahnya
hingga aku selalu ingin melihatnya tiap malam

 

Facebook Comments

About dias

8 comments

  1. katedrarajawen

    Dwi pria itu saya , masak gak kenal? Sok jaim ya:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif