Home » FIKSI » CerBung » Nana [3] – Ruang Tunggu Rumah Sakit

Nana [3] – Ruang Tunggu Rumah Sakit

Andre menggandeng Meike dengan hati-hati. Seberapapun inginnya ia berlari sekencang-kencangnya ke ruang UGD menjumpai Nana, tetapi ia masih menguatkan hatinya. Dengan sabar didudukkannya Meike di kursi ruang tunggu yang berjajar di depan UGD.

“Yu Mi, kau temani Ibu di sini dulu. Aku mau menengok Nana, melihat bagaimana kondisinya.” Setelah mengecup kening Meike, Andre segera menghambur ke dalam. Anton, Bramantyo, Burhan, Doddy ….teman-teman Nana mendaki gunung duduk menggelesot di lantai. Wajah mereka muram, kesedihan terpancar jelas di sorot mata mereka.

“Bapak orang tuanya?” seorang dokter paruh baya menyapanya lembut. Andre hanya mengangguk. Ia tak bisa berpikir jernih.

“Saya ingin bicara berdua dengan Pak…..?”

“Andre…. saya Andre…..,” sahutnya lesu.

“Mari. Kita ke ruangan saya saja.” Tanpa menunggu jawaban, dokter itu membuka pintu dan mempersilahkan Andre masuk.

Entah apa yang dikatakannya, Andre hampir tak bisa mencernanya dengan baik. Pikirannya buntu, bibirnya kelu. Ia masih tak mengerti kenapa Nana mengalami musibah itu.

“Pak Andre, yang sabar ya. Kami akan berusaha sekuat tenaga demi kesembuhan putri bapak,” kalimat itu terdengar klise, lebih terasa seperti basa basi belaka.

Tepukan tangan dokter itu di bahunya sedikit menyadarkannya. Aku harus kuat…harus. Nana membutuhkanku, juga ibunya.. Bagaimana jika aku sendiri lemah dan larut dalam kesedihan ini? Batinnya pilu.

***********

Andre melangkah lunglai. Ia sibuk menimbang-nimbang apa yang akan dikatakannya pada Meike perihal Nana. Yaa…Nana. Anak perempuan semata wayangnya.

“Apa yang dikatakan dokter pa?” Meike yang sudah tidak sabar menyongsongnya. Sorot matanya menyiratkan kekhawatiran yang luar biasa. Yu Mi berdiri di sampingnya, berjaga-jaga bila terjadi sesuatu.

“Mama duduk dulu ya. Sini….. mama di sebelah sini,” Andre membimbing istrinya, mendudukkannya di kursi ruang tunggu.

“Nana mengalami patah tulang ma. Tempurung kaki kirinya retak saat terjatuh ke jurang,” kata Andre hati-hati.

“Lalu Nana? Mama boleh ketemu sekarang?” rintih Meike pilu. Andre menggeleng lemah.

“Nana masih belum sadar ma. Ia masih dalam pengaruh obat bius,” Andre memeluk bahu istrinya dengan penuh sayang, berharap pelukan itu bisa sedikit menguatkan Meike.

=====%%%%%%%=====

Facebook Comments

About enggar

7 comments

  1. Kisahnya makin sedih ma :(

  2. Lanjuuut

  3. Mbak Enggar sangat produktif sekali… Ayo, diterbitkan jadi buku, Mbak..

    • terima kasih mas Odi….nanti kalau sudah tammat, saya kirimkan naskahnya ke mas Odi ya …hahahahahahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif