Home » FIKSI » Cerpen » Obrolan di Desa Merah-Putih

Obrolan di Desa Merah-Putih

SONY DSC

Hari-hari belakangan ini suasana di Desa Merah-Putih sangat ramai.  Desa ini sebentar lagi akan memilih Kades yang baru menggantikan pemimpin sebelumnya yang sebentar lagi berakhir masa jabatannya.  Hampir di sepanjang jalan terpasang spanduk dan poster berupa ajakan calon Kepala Desa kepada masyarakat agar memilih dirinya nanti.

“Mbak Pia, kopi satu ya,” seru Kang Bing di sebuah warung kopi di sudut dusun.

“Pake susu nggak?” ujar Mbak Pia sambil mengerling genit.  Dia memang sudah lama memendam hasrat pada Kang Bing yang badannya tegap berisi.

“Makasih, Mbak.  Nggak usah, saya suka yang item-item,” jawab Kang Bing tak kalah nakal.

Keduanya tertawa.  Tak lama kemudian, kopi pesanan Kang Bing sudah siap.

“Kang!” terdengar satu suara yang tak asing di telinga Kang Bing.

“Hei, Koh Cing!” sahut Kang Bing.

Kemudian berturut-turut datanglah Pak Nda, Bang Aw, dan terakhir Mbah Dak.  Saat itu matahari sedang garang-garangnya bersinar sehingga membuat mereka memilih untuk ngumpul dan ngobrol di warung kopi milik Mbak Pia.

“Panas sekali ya cuacanya,” Kang Bing membuka percakapan.  Hawa panas siang ini membuat petani ini membuka baju sehingga terlihatlah dadanya yang bidang dengan kulit legam terbakar matahari.

Dan pemandangan itu membuat darah Mbak Pia berdesir.

“Hehe, lebih panas mana sama suasana desa sekarang ini?” tanya Bang Aw dengan baju dan tangan yang masih belepotan oli.  Dia saat ini meninggalkan bengkelnya sejenak untuk makan siang.

“Maksudnya?” tanya Pak Nda sang pegawai desa.  Sudah jelas dia harus netral dalam pemilihan Kades nanti.

“Ya suasana jelang pemilihan Kades sekarang.  Ah Pak Nda ini pura-pura ndak tau saja,” timpal Koh Cing.  Jelang pemilihan Kepala Desa Merah-Putih membuat omzetnya belakangan ini naik.

Semua tertawa.

Suasana Desa Merah-Putih belakangan sedang agak panas seiring gencarnya kampanye yang dilakukan tim pendukung kedua calon.  Ya, pemilihan Kades saat ini hanya diikuti dua pasang calon.

Calon pertama pernah menjadi anggota pengamanan desa yang kemudian berhenti – atau diberhentikan – entah mana yang benar, kemudian meninggalkan desa dan menjadi saudagar.  Sementara calon kedua yang berlatar belakang sebagai saudagar tersebut belum lama ini menjadi Ketua RW setelah meninggalkan jabatannya sebagai Ketua RT di RW lain.

“Suasana desa kali ini memang panas,” sahut Koh Cing.

“Bener,” sambung Bang Aw.

“Wah saya nggak ikut-ikut kalo soal itu,” ujar Pak Nda.

“Iya, terlalu banyak gosip,” sahut Kang Bing.

“Kang, ‘gosip’ itu kan ‘digosok makin sip’ hihihi…” tiba-tiba Mbak Pia nyeletuk penuh arti.

Sejenak semua memandang Mbak Pia dan Kang Bing.  Entah apa yang ada di pikiran masing-masing, sementara Mbah Dak masih diam saja di pojokan menikmati kopi panas dan sepiring pisang goreng.  Tampaknya dia tak acuh dengan perbincangan di sekitarnya.

“Iya, banyak kabar miring soal kedua calon.  Dari soal keturunan lah, latar belakang lah, status rumah tangga lah, dan macam-macam,” ujar Koh Cing.

Kang Bing mengangguk sambil sekali lagi menyeruput kopinya,

“Hampir semua penduduk desa sekarang ngomong soal calon jagoannya, atau ngomongin kejelekan calon lainnya.”

“Kita jadi nggak tau mana yang bener, mana yang salah,” sahut Bang Aw yang kemudian menoleh ke Pak Nda, “Gimana kalo menurut Pak Nda?”

Yang ditanya menjawab panjang-lebar,

“Wah kalo soal itu saya mesti netral.  Tapi sebagai pegawai desa ya saya prihatin, saya pengennya suasana desa bisa terus tenang biar saya juga kerjanya enak.  Saya juga males di mana-mana orang ngomongin kejelekan calon Kades ini begini, calon Kades itu begitu.  Pusing saya.”

“Iya, saya juga jadi bingung kalau ada pembeli datang trus ngajak ngobrol soal calon Kades.  Lha saya ‘kan nggak tau maksudnya apa diajak ngobrol gitu, trus dia juga siapa,” sahut Koh Cing.

“Bener, bener,” sambung Bang Aw, “Tetangga saya juga ada yang sampe ribut gara-gara ngejagoin calon yang beda.”

Kang Bing menggeleng-geleng,

“Wah bisa sampe segitunya ya?” gumamnya.

“Tapi kalau saya bakal tetep setia sama pilihan saya, lho Kang…” timpal Mbak Pia lagi.

“Lho memang Mbak Pia mau milih siapa nanti?” Kang Bing pura-pura tidak tahu.

“Itu lho Kang, saya mau milih…”

“Hush!  Hush!” tiba-tiba Mbah Dak membuka mulut.

Semua menoleh.  Tampak Mbah Dak sedang sibuk mengusir seekor kucing yang entah dari mana sudah duduk di pangkuannya.

Semua tertawa terbahak-bahak dan satu demi satu meninggalkan warung kopi Mbak Pia si janda cantik – untuk kemudian meneruskan aktivitas masing-masing di Desa Merah-Putih.

Sumber foto : dokpri

Facebook Comments

About Ryan M.

2 comments

  1. katedrarajawen

    Ya enaknya semuanya tertawa ya mas Ryan, mau merah atau putih yang penting satu hati

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif