Home » FIKSI » Puisi » Hujan

Hujan

 

Hujan

Hujan (1)

Jika tiap tetesnya adalah bait-bait,
gemericiknya puisi
menjadi musik ritmik nyanyian para sang pencinta
Di genangan Nya, rindu saling bertemu.

 

Hujan (2)

Ku kira Dia tak jadi datang tadi malam?
Tetes hujan masih menempel di kaca jendela.
Mengapa angin tak sempat beri kabar?
Hujan pun tak mengetuk pintu?
Atau aku yang tak pernah lengang untuk Nya…

 

Hujan (3)

Seperti ricik hujan yang turun di selokan,

Sebagian lagi terserap musnah ditelan tanah.

Lalu kita mengalir menuju sungai kecil, menyusuri sungai-sungai besar,

sungai yang penuh kelok dan tajam bebatuan.

Berhimpun menjemput rindu ke lautan.

 

Apa ada hujan yang tak jatuh ke laut Nya?

Atau kita pikir, yang terserap musnah tak jua kembali kepada Nya?

 

Hujan (4)

Jangan kau benci hujan.
Ia yang membuahimu, membuahi ibumu, membuahi nenekmu, membuahi Hawa.
Hawa jatuh cinta setelah Adam memberi setetes basah.
Sejak itu, bumi menggila hujan
rindu pada basahnya.

 

Hujan (5)

Aku kehilangan Dia.
seperti bumi kehilangan hujan
seperti mata yang ditinggal pergi air mata
tenggelam di laut kesedihan
kering, getir, sendiri…

 

Hujan (6)

Puisi terindah adalah gerimis yang turun membasahi bunga-bunga ditaman.
Dan sisa tetesnya, masih menempel di kelopak mawar.

“Aku merah merekah karena cinta Nya.” Kata Mawar pada Hujan.
“Aku pun mencintaimu karena Nya.” Sahut Hujan.

“Dan hanya  berharap balasan cinta Nya, tidak cintamu!”

 

Hujan (7)

“Itu hujan!”

“Bukan, itu air mata!”

“Ia turun dari awan yang gelap!”

“Memang awan gelap itu ada di kedalaman matanya… “

 

“Langit mengapa engkau menangis? Siapa pula yang kau tangisi? Aku?”

Hujan turun semakin lebat disertai petir yang pecutannya menimbulkannyala api

Mencincang-cincang awan hitam.

“Baiklah Langit, aku tak ingin bertanya lagi … Dia lebih tahu tentang aku.”

 

Hujan (8)

Jika bisa ku lukis hujan
Mungkin bisa ku lihat mata Nya
Sebuah jendela dimana kita bisa melongok ke dalamnya.
Ada ruang-ruang tempat kita istirah dalam damai
Tempat yang paling ku suka adalah taman di halaman belakang
Ada ayunan tempatku termangu memikirkan Nya
0, apa Dia memikirkan aku juga?

 

Hujan ( 9 )

“Hitunglah ricik hujan, maka tetesannya akan berjumlah ganjil.”

“Apa kau pernah menghitungnya?”

 

“Buat Dia tak ada yang mustahil, Ia yang menurunkan hujan dalam suka dan duka,

Ia pula yang kan menggenapkannya.”

 

Hujan (10)

Jika hujan turun dari mata Nya.
Biar aku berteduh di pelupuk mata
tertidur dan tak ingin terbangun selamanya.

Facebook Comments

About Serpihan Abad

9 comments

  1. Muhammad Armand

    Hujan 11
    wkwkwkwk

  2. Puisi yang sarat makna. Saya suka https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  3. Haiiiii S A…
    jumpa di mari kita… https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  4. puisi yg dalam, sarat makna :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif