Home » Lain-lain » Sad Man in Love ( part : 1 )

Sad Man in Love ( part : 1 )

sad man in love

 

LUPA (1)

Rindu, 
seperti tamu asing.
Ia berdiri termangu di depan pintu,
tak mau sekalipun ia mengetuk.
Apalagi melongok kedalam jendela yang selalu dibiarkan terbuka.
“Bukankah ini rumahmu juga?” sahut suara lembut dari dalam rumah.
“Entahlah, setiap kali aku pergi dan kembali pulang, aku bersikeras untuk mengenalnya lagi.”
“Ketuklah tujuh kali pintunya, di dalam kau akan temukan aku!”
“Ah pintu, kau lebih mengenal penghuni rumah ini dari pada aku… “

 

LUPA (2)

Aku duduk di ruangtamu. Memandang topeng hitam di dinding tertawa terkekeh padaku.
Sementara di depannya, pintu kamar setengah terbuka.
Seorang wanita tergolek di ranjang dengan baju setengah tersingkap, “Ia kahperempuanku?”
Ranjang kenangan menjerit, “lupa atau memang semua ingin kau lupakan?”
“Entahlah, ranjang! Setidaknya engkau yang tak bisa ku lupa.”
Ranjang tua dengan kenangan yang t’lah lapuk …

 

LUPA (3)

Aku ingin singgah di rumah mungil yangterpencil dalam ingatan.
Cermin,mudah-mudahan saja ia masih mengenalku.
Mengapa wajah yangdi dalam cermin itu memalingkan muka?
Apa sudah tak betahlagi menjadi bayang?
Sebenarnya akumasih ingin berlama-lama memandangmu, cermin.
Kangenin semua isirumah yang sangat kuhapal.
Tapi rasa enggansudah menjemputku di depan pintu.
Mengajak ku pergidan melupakannya.
Teh pahit yang dihidangkannyapun masih panas mengepul, tak sedikitpun ku sesap.

 

LUPA (4)
Di beranda rumah ada sepasang kursi. Dan sebuah meja bertaplak kain rajutan.
Di atas meja ada vas berisi setangkai mawar yang layu mengering.
Dan dua buah gelas keramik yang bertuliskan : Mama dan Papa.
Gelas yang bertuliskan ‘Mama’ berisi impian yang masih panas mengepul. 
Dan sebuah gelas lagi yang bertuliskan ‘Papa’, entah sudah berapa lama kosong dan dingin? Dengan warna keramiknya yang telah pudar.
Sebelum lelaki itu pergi, telah direguknya sampai habis tak bersisa lagi kenangan.
Dan gelas kosong itu pun tak berharap lelaki itu kembali.

PULANG

Pagi buta aku pulang
bukan ke rumah tapi ke jiwa.
Aku istirah dimana?
Jika jiwa telah lewati lelah.

 

 

KULKAS

Sofa-sofa sudah lelah.

Ranjang terus menua.

Kelaminmu muak,

dengan kelaminku?

Simpan saja kelamin kita di kulkas,

dalam botol-botol waktu membeku.

 

RUANG TAMU

Siapa yang bertamu,

Dan menjamu?

Jika ruang tamu menunggu gagu.

 

Bukan cuma gagu,

Tapi kita sengaja lupa

Dan bertubi-tubi melupakan.

 

Karena sesungguhnya tak pernah ada kita,

Aku dan kamu telah hilang akal,

Lalu rasa,

Lalu suara,

Lalu kata.

Lantas untuk apa ruang tamu, jika tak ada tamu dan yang menjamu?

Lagi-lagi aku dan kamu bertubi-tubi gagu.

Lantas untuk apa kelamin kita? Jika mereka pun ikut-ikutan gagu.

 

RETAK

Di cermin tak ada mata kita
wajah kita
jiwa kita.

Yang ada hanya keretakkan kenangan,
yang tak pernah diperbaiki waktu.

Facebook Comments

About Serpihan Abad

8 comments

  1. Selamat datang di KetikKetik, SA https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  2. di tunggu sad man in love part 2https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  3. katedrarajawen

    wow keren banget

  4. puisi sedih yang “dahsyat” https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif