Home » FIKSI » Puisi » Bersama Ayah Diatas Sepeda

Bersama Ayah Diatas Sepeda

sepeda

ayahku seorang petani kecil didesa
sudah terbiasa hidup dengan sederhana
karena penghasilannya yang pas pasan
kemana-mana bersepeda untuk penghematan

aku gadis kecil berumur tujuh
baru saja selesai jam sekolah
kulihat ayahku sudah menunggu
disamping sepeda kesayangannya

setiap hari kesekolah aku diantar ayah
naik sepeda kuno warna hitam pekat
rumahku didesa dan sekolahku dikota
berangkat pagi pagi agar tak terlambat

setiap pagi aku menyusuri jalanan desa
dikanan kiriku sawah hijau terbentang
udara yang segar membuat nafasku lega
terdengar suara burung berkicau riang

hingga aku sudah duduk dibangku SMA
ayah tetap saja mengantarku pakai sepeda
sepanjang perjalanan ayahku bercerita
berbagai pengalaman semasa hidupnya

aku diajarkan untuk hidup sederhana
tak perlu malu kepada siapapun juga
dalam hidup janganlah berbuat hina
agar kelak bahagia bersama keluarga

waktu trus berjalan dan aku melamar kerja
hari itu aku pergi untuk test wawancara
ayah masih saja mengantarku naik sepeda
hasilnya akupun lolos dan diterima bekerja

tempat kerjaku agak jauh ditengah kota
karna itu akupun memilih naik kereta
tapi tetap saja ayah ingin mengantarku
sampai distasiun tepat didepan pintu

begitu pula pada sore harinya
ayah telah menungguku dengan setia
begitu aku turun dari tangga kereta
kulihat ayahku sudah berada disana

aku pulang bersama ayah naik sepeda
sampai dirumah hari sudah agak gelap
tapi aku seringkali merasa tak tega
kasihan ayah karna  nafasnya megap

itulah ayahku yang begitu sayang pada anaknya
punya ayah sepertinya, akupun merasa bahagia
tiada pernah ayah sekalipun mengeluh
meski perjalananku pulang cukup jauh

hingga saatnya aku punya jabatan
aku sudah bisa membeli mobil sedan
maksud hati akan memberinya kejutan
ingin rasanya mengantar ayahku pulang

seperti biasa ayah sudah menjemputku didepan stasiun
dari jauh aku sudah melihat ayah disamping sepedanya
setelah mobil selesai kuparkir akupun segera turun
aku bergegas menuju dimana ayahku sedang berada

sesaat aku mengajaknya naik sedan dan membawanya pulang
tapi apa yang terjadi sungguh tak seperti yang kukira
ayahku menolak dan tetap ingin pulang naik sepeda
aku tak bisa memaksa dan mengikutinya dari belakang

ayah mengayuh sepeda tua itu dengan perlahan
dari dalam mobil aku menitikkan airmata haru
betapa ayahku adalah seorang yang sederhana
meski aku sekarang sudah  punya mobil baru

sejenak anganku terbang ke masa kecilku dulu
kulihat seorang gadis kecil dibelakang ayahku
nampak bahagia diwajahnya kala gadis itu tertawa
Tuhan, betapa indah saat bersama ayah diatas sepeda..

.oOo.

Facebook Comments

About Doni Bastian

2 comments

  1. katedrarajawen

    nak, ayah pun bahagia punya anak seperti mu, senangnya cuma naik sepeda

  2. katedrarajawen

    nak, ayah pun bahagia punya anak seperti mu, senangnya cuma naik sepeda , padahal ayah mau belikan motor, tapi sudahlah naik sepeda aja yo

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif