Home » FIKSI » Puisi » Ku Ucap Allhamdulillah…..

Ku Ucap Allhamdulillah…..

Oleh : Fahris

8 Juli 2014 pukul 14:51

 

Garis berlindung di hamparan gurun yang terik akan sebuh kehausan

Lautan yang jauh berbatas dengan himpitan garis cakrawala

Angin yang memabukan sejuta penduduk kaum itu

Air bah tak terbendung dalam birunya kenikmatan waktu itu

Hanya membelah sedikit kenikmatan yang ada, dan

Mulailah sebuah peradaban baru dari waktu yang berlalu

Setelah 1 jam lamanya ku merangkak di atas aspal mendidih

Setelah 1 menit lamanya ku membiarkan tubuh moleknya terkelupas bara

Hanya berdiam diri sembari mengucap syukur atas keikhlasannya

Ku lihat sebuah kapal berlabuh di pantai nan hijau

Tertutup oleh lumut-lumut kedengkian

Seseorang sibuk menggosok-gosokkan sebuah batu yang ia pijaki

Dengan sebilah tongkat yang terus ia genggam tanpa lepas

Bersihlah dikit demi sedikit lumut yang menggerayangi tempatnya berdiri

Air susu turut dituangkan dengan penuh perhatian

Sedikit saja ia mengucap namun tak terdengar serapah yang dilantunkan

Sekali lagi ku mendekat dan ku pasang telinga ini dengan seksama

Namun setelah lama ku menunggu lantunan itu tak kunjung jua

Hanya suara desir pasir yang terterpa oleh angin yang menggulung

Setelahnya matahari kembali ke ufuknya itulah saat ia mengarung

Jauh setelah ia ditengah lautan itu terdengar kata-kata samar

Burung-burung manyar mengepakkan sayapnya indah

Deburan ombak mengiringi sejumlah nada-nada alam

dan sebuah lantunan sederhana lagi-lagi terdengar

Inginku menirukan kata yang terucap olehnya

Hanya rasa berheran tidak ada putusnya saat itu

Ketika ia mendekatkan telinganya di batasan laut

Saat itulah cahaya sang surya mengelilingi wajahnya

Bersih dan sangat indah aura yang terpancarkan

Tiba-tiba suara hampa berlalu pandangan gelap dan kosong

Meraba tangan ini ditengah kegelapan itu

Yasin ku dengar setelahnya mata ini meneteskan sesuatu

Kubuka mata yang lekang sebuah masa lalu yang kotor

Keusangan galeri kehidupan berakhir di halaman terakhir

Ternyata itulah mimpi yang paling menakjubkan bagiku

Ku ucap Allhamdulillah setelahnya

Facebook Comments

About Dhaniel De Jhoanes

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif