Home » FIKSI » Puisi » Malam Bulan

Malam Bulan

Oleh : Fahris

4 Juli 2014 pukul 22:35

 

Senyum indah bertatap dengan air mata

Ingatkah suara gitar kemarin sore

Hanya sebuah lagu sederhana

Semua rayuan telahku lontarkan

Hanya berhenti dalam sebuah batas senyummu

Ketika itu terjadi, setengah nyawaku berkata

Inilah hari kematianmu

Karena malaikat telah tiba di depan matamu

Sekali kau berkedip maka tiada kata terucap kembali

Surga telah tiba dia telah datang

Hanya perlu berdoa dan terus memohon

Semoga senyumnya tidak mematikan

 

Angin malam sepoi-sepoi

Menusuk daun dan hutan yang rindang

Dinginnya malam menjadi saksi

Kematian jiwa karna sang Srikandi

Melawat dengan burung Jatayu

Melingkar gunung berbatas semedi

Sang Yang Surya mengingkar

Turun lebih awal karena asmara

Setelah beberapa abad berlalu

Antero negeri wayang tergoyang riang

Kehadiran sosok ayu dan menawan

Menjadi calon arang dari negeri timur

 

Perumpamaan sang batara guru

Yang menulis puisi untuk sang putrinya

Laksana perang telah menghadang

Petanda kau siap ku pinang sayang

Kau di pingit di atas ranjang

Senandung irama bergetar terang

Patih sumantri bermain dengan pedang

Matat tertutup bebas mengangan pandang

 

Hai Gatot Kaca,

Suasana dingin telah mengguyur kepala panasmu

Sejenak kakimu berbalik menjadi tanganmu

Walau berotot semua tubuhmu

Tiada arti jika melihat sang dewi rembulanku

Berparas cantik bercahaya suci

Ketika cepuk astagini terbang

Anjani mengejar, dan menemukan sang putri ini

Buruk rupa namun indah hatinya

Tiada kata ketika ia berubah sejati

Dalam malam-malam rembulan itu

Senyumlah yang menjadi batasnya

Facebook Comments

About Dhaniel De Jhoanes

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif