Home » FIKSI » Puisi » Kala Lila Bersua Jingga

Kala Lila Bersua Jingga

Kala Lila Bersua Jingga

Oleh Budianto Sutrisno

Lila jingga

Senja itu…
kulangkahkan kakiku perlahan
mencumbu mesra hamparan pasir putih
tanpa noda, tanpa cela
jejak tapakku menjadi saksi kelu
moleknya bibir pantai sarat pesona
dayu merayu lidahku ’tuk bergerak dalam decak
menari dalam melodi puja-puji
bagimu wahai jimbaran, pantai menawan

Kulihat ombak bergulung, berderai agung
pecah membuncah, membasuh hati mendung
membasahi kaki, menyejukkan jiwa
sampai ke ujung relung

Kutatap wajah langit di cakrawala nun di sana
pipinya membias rona jingga
menyambut kehadiran
titian bidadari dalam lengkung warna-warni
jantungku berpacu dalam detak
mulutku terkurung kerudung pesona nirteriak
mataku saksikan rona lila bianglala
bersua semburat jingga langit
bak sepasang kekasih dalam buai asmara
saling bertaut, saling berpagut
berpeluk erat, berdekap rapat
berlilit-belit utas-utas tali rindu
dalam ramu warna padu
menepis rasa ragu

Benakku digelayuti belukar tanya
mungkinkah kubisa mendekapmu erat
bak lila memeluk jingga?
meski bersua sekejap
akar cintaku telanjur kuat menancap
sulur kasihku subur menjulur
kelopak rinduku menebar harum
buah manis sayangku nikmat dicecap
kenangan indahnya abadi terpahat

Walau kini kau bukan milikku
sekali biduk cintaku berlabuh di dermaga teduhmu
hatiku selalu lekat tertambat di hatimu

***

Facebook Comments

About budinovo

9 comments

  1. katedrarajawen

    Romantis banget berpelukan dalam senja , apalagi di samping ada seorang wanita , magyuuuus

    • Terima kasih, Sdr. Katedrarajawen. Suasana puisi ini memang dibuat romantis, agar pembacanya mengingat saat-saat indah bersama si dia.

  2. Vivi Tirta Wijaya

    Pak Budianto, puisinya sungguh romantis.
    Bolehkah saya bertanya sesuatu hal untuk memperkaya kosa kata saya? Jika Bapak berkenan untuk menjawab, saya ingin menanyakan perihal arti dari kata “nirteriak” dan “lila”.
    Saya sangat menunggu pencerahan dari Bapak. Terima kasih sebelumnya https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif

    • “Nirteriak” berasal dari kata “nir” yang berarti “tanpa”, plus “teriak”. Jadi “nirteriak” artinya “tanpa teriak” alias diam, atau membisu, tak mampu mengeluarkan kata-kata; atau “speechless” dalam bahasa Inggris.
      “Lila” berarti “ungu” atau “violet” (warna terakhir dalam spektrum pelangi). Semua bisa dicari di KBBI.

  3. dari judulnya udah bagus bangethttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • Terima kasih Sdr. Kiky. Kiranya kita semua semakin dimampukan untuk mengapresiasi keindahan tentang apa saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif