Home » FIKSI » Puisi » Ku Tak Tahu Bila, tapi Kau Tahu Bagaimana

Ku Tak Tahu Bila, tapi Kau Tahu Bagaimana

Ku Tak Tahu Bila, tapi Kau Tahu Bagaimana

Oleh Budianto Sutrisno

Kasih Ibu

Ku tak tahu bila mulutku mulai bisa memanggil ibu
tapi kau tahu bagaimana menyatakan cinta kasihmu
sejak aku masih dalam gelap rahimmu

Ku tak tahu bila perutku mula pertama merasa lapar
tapi kau tahu bagaimana mengalirkan air susumu
sebagai wujud curahan cinta kasihmu

Ku tak tahu bila ku mulai merengek dan menangis
tapi kau tahu bagaimana dengan lembut menyeka air mataku
serta membisikkan kata-kata yang membangun payung keteduhan

Ku tak tahu bila mula-mula ku menggoreskan gambar dan tulisan
tapi kau tahu bagaimana membentangkan jurai kesabaran untuk mendidikku
sambil menaburkan benih karakter lewat suri teladan

Ku tak tahu bila pertama kali ku mengenal tanah air Indonesia
tapi kau tahu bagaimana membeberkan peta tanah tumpah darah tercinta
sehingga aku mengenal keberagaman dalam berbangsa

Ku tak tahu bila aku mulai mengenal Sang Maha Pencipta
tapi kau tahu bagaimana mengajakku bertelut dan berdoa
sehingga aku boleh menjadi insan yang gentar dan hormat kepada Tuhan

Ibu, kini ku tahu betapa besar jasamu kepadaku
tapi ku tak tahu bagaimana membalas kebaikanmu
baktiku kepadamu tak pernah sepadan dengan pengorbananmu

Ku hanya bisa mengucap syukur kepada Sang Maha Pemberi
yang telah menganugerahkan ibu tercinta kepadaku
ku hanya mampu haturkan terima kasih kepadamu, ibu

***

 

Facebook Comments

About budinovo

2 comments

  1. Vivi Tirta Wijaya

    Ibu.. memang manusia berhati putih nan lembut https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif
    Saya mendapat kosa kata baru di sini: jurai dan bertelut.
    Terima kasih ya, Pak. saya sangat mengagumi puisi-puisi Bapak https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • Terima kasih, Sdr. Vivi. Kedua kata tersebut sudah lama terdapat dalam daftar kosakata bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif