Home » FIKSI » Puisi » Tatkala Seribu Durna…

Tatkala Seribu Durna…

Tatkala Seribu Durna…
Oleh Budianto Sutrisno

Durna

Tatkala seribu Durna…
bermunculan di setiap penjuru negeri
bermulut lebar menganga, menelan apa saja
dari pasir-kerikil sampai gunung, dari loyang sampai emas
semua tercerabut sampai ke akarnya
meninggalkan duka-lara, pedih-perih, dan melarat-papa
harta terjarah, kawula hanya pasrah

Bibirnya berpoleskan semburan kata-kata bijak
tangannya lincah nian mengeduk isi gudang harta negara
kakinya menendang, menjegal kawan maupun lawan
’Milikmu adalah milikku, milikku, ya selalu milikku’
itulah bahana semboyan hidupnya

Tatkala seribu Durna…
sibuk mengatur siasat dan tipu muslihat
Sengkuni, Duryudana, serta Dursasana berlomba mengumbar nafsu jahat
menabur angkara tamak, menebar laknat

Kawah Candradimuka berkepul mendidih
Junggringseloka berguncang
para dewa tak berkutik
kalah sakti melawan konspirasi Durna dan sekutu kambratnya

Yudistira yang, konon, tak pernah berbohong
kini mulutnya tak henti melafaskan dusta
demi menjaga citra dan melanggengkan takhta

Panah Pasopati Arjuna tak lagi melesat dahsyat
keris Pulanggeni-nya pun tumpul-mandul

Para senapati penegak keadilan
mabuk kepayang dalam dunia iming-iming harta dan takhta
kesengsem, tenggelam dalam gelora syahwat

Kresna, titisan Wisnu, bak pedagang yang sepi pembeli
petuahnya tak laku, dianggap seperti napas bau
Cakranya karatan berdebu
kuntum Wijakusumanya mengerontang, layu

Tatkala seribu Durna…
berebut tampuk kuasa
darah tak surut menggenangi Padang Kurusetra

Drupadi hanya mampu meratap pilu
tersedu dalam sumpah
keramas darah

Duh… Sang Hyang Widi Wasa…
di manakah ujung kacau-galau ini?
negeriku bukanlah belantara umbar angkara
tetapi Persada Nusantara tercinta
tempat seharusnya adil dan benar bertakhta

***

Facebook Comments

About budinovo

2 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Karakter durna akan selalu ada di setiap masa

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif