Home » FIKSI » Puisi » “Kambing Opo Kebo”

“Kambing Opo Kebo”

Kambing Opo Kebo? 1)
Oleh Budianto Sutrisno

Kambing bodoh

Ada kambing tambun yang bisa bicara
tapi bicaranya asal-asalan saja
herannya, yang asal-asalan ini ada yang menggemarinya
ceritanya, kambing yang tak jelas warnanya ini
punya kedudukan tinggi
tapi sayang, tak terhormat
punya penggemar di kalangan intelektual
kecuali saya
minoritas yang terpinggir dan terkucil

Kisahnya, kambing ini doyan banget makan rumput
setiap tahun rumput di padang pendidikan dilahap habis
nilainya sampai triliunan
rakus serakahnya sungguh luar biasa
lalang kering pun dilahapnya
tiada yang mampu mengekang
meski sudah banyak kholesterol ngendon di tubuhnya

Astaga… itu saja ternyata belum cukup
masih ditambah dengan proyek
bagaimana melatih anak kambing makan dengan benar
bagaimana anak kambing menjadi hewan berkarakter
ini bener-bener kambing yang keblinger
kambing, ya tetap kambing
tak mungkin jadi macan
sekali embek-embek, ya tetap embek-embek
mana bisa mengaum?

Dengan segala rencananya, sang kambing merasa dapat angin
sehingga dia merasa jadi raja kambing
tapi, makin hari raja kambing makin mirip kerbau
bodoh, plonga-plongo2)
bikin proyek ini salah, proyek itu salah
tapi merasa selalu benar dan besar
dengan tanduk kuasanya, si kebo menguasai kawanan kambing
korbannya diseruduk sana, diseruduk sini
yang diseruduk terengah-engah
tapi yang menyeruduk terus tertawa melenguh-lenguh

Sejatine kowe iku kambing opo kebo?3)
arep kambing, arep kebo, kowe tetep plonga-plongo4)

***

1) Kambing atau Kerbau?
2) Ekspresi mulut terbuka menandakan kebodohan
3) Sejatinya Anda itu kambing atau kerbau?
4) Mau kambing, mau kerbau, Anda tetap mengekspresikan kebodohan

 

Facebook Comments

About budinovo

One comment

  1. katedrarajawen

    tapi yang jelas kambing dan kebo juga bisa kongkalikong lohhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif