Home » FIKSI » Puisi » Derai Desau Pucuk-Pucuk Bambu

Derai Desau Pucuk-Pucuk Bambu

Derai Desau Pucuk-Pucuk Bambu
Oleh Budianto Sutrisno

Bambu

Derai ranting-rantingmu
desau dedaunanmu yang dicumbu desir semilir angin
melantunkan simfoni alam, pelepas dahaga jiwa
membuat kurindu kembali dan kembali lagi padamu
oh… rerimbun hutan bambuku

Bentuk rampingmu menyimpan kekuatan
kelenturanmu mengandung daya tahan
pucuk-pucukmu bergoyang gemulai, menggelar keindahan

Imajinasiku melayang…
menghadirkan diriku sebagai jago kungfu berayun di rerimbun bambu
melawan gravitasi, berpindah dari satu pucuk ke pucuk lain
dalam gerakan seringan kapas, seirama gerak ayunan ranting
pedang pusaka berkelebat, menusuk, dan membabat
membubung ke atas, terhunjam ke jantung matahari

Kelebat kemilau pedang membuatku sadar dari lamunan
aku bukanlah sosok jagoan atau pendekar, apalagi satria gagah perkasa
aku hanyalah orang biasa
perantau yang mengembara
sosok yang hanya bisa bertanya, tapi tak ada jawaban
sosok yang ingin menjawab, tapi tiada kesempatan
sosok yang dijejali berjuta kata, tapi tak paham makna
sosok yang bisa berduka, tapi tanpa air mata

Syukurlah… masih ada rerimbun bambu
tempat curahan isi kalbuku
kau hiburku dengan caramu, tanpa gerutu

***

Facebook Comments

About budinovo

2 comments

  1. katedrarajawen

    irama tarian gemulai bambu tertiup angin sungguh menggetarkan kalbu

    • Setuju, Mas Katedrarajawen, karena itu merupakan tarian alam, tanpa rekayasa apa pun dari manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif