Home » FIKSI » Puisi » Cinta Daur Ulang

Cinta Daur Ulang

Cinta Daur Ulang
Oleh Budianto Sutrisno

Cinta daur ulang

Mula pertama adalah cinta
nuansa baru, serbaelok dan penuh gelora makna

Kau balut daku dengan selendang belai kasih sayang
kau basahi daku dengan kucuran kecup sejuta mesra
rasa dan karsaku adalah rona pelangi di hatimu
serat cintaku terjalin-pilin erat dengan cintamu
bagi kita, bahagia adalah perjamuan tanpa akhir
dan sengsara adalah kata yang tak pernah ada

Cintaku diuji dalam rentang waktu
digilas lesatan jentera zaman
yang terus berputar tak hirau lelah

Ternyata cintaku tak kebal karat dan tak antigerus
tidak tak lekang kar’na panas api cemburu
tidak tak luntur kar’na hujan cobaan
cintaku bukanlah cinta yang tahan segala cuaca

Ternyata lentera cintaku tak selalu benderang
binar sinarnya bukan tak bisa meredup
tembang merdunya mengalun kian sumbang dan sayup

Sejuk bening embun cintaku kian pupus
menjelma menjadi tandus kerontang Sahara jiwa
regukan semanis madu berubah menjadi sepahit empedu

Kini ku tahu, hatiku dan hatimu bisa berpaling
kini ku tahu, cinta itu tak harus bersanding
kian hari, kian ku sadar
dalam soal cinta asmara, kau dan aku bukanlah insan pintar
cinta kita bisa busuk menusuk seperti sampah dan sampar

Tapi…
bukankah sampah bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang baru?
bukankah sampar bisa dipulihkan?
bukankah cinta juga seharusnya demikian?
cinta daur ulang, mengapa tidak?

Kesabaran, ketekunan, dan ketelatenan
itulah resepnya
saling memaafkan, mengerti, dan mengagumi
itulah pupuknya
senyum, senda, dan tawa
itulah siramannya

Kini daur ulang cintaku membuahkan hasil
cintaku bersemi kembali
lebih indah dari cinta yang semula

Cinta daur ulang…
yang layu menjadi baru

***

Facebook Comments

About budinovo

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif