Home » FIKSI » Puisi » Sekuntum Bulan buat Perempuan

Sekuntum Bulan buat Perempuan

Sekuntum Bulan buat Perempuan
Oleh Budianto Sutrisno

Sekuntum bulan

Awalnya…
mendung menggantung di dunia perempuan
mereka hanya bisa pasrah tanpa bersekolah
membisu beku tanpa pendidikan
legam kelam, lusuh berpeluh
disekap asap, diterpa jelaga dapur
hanya dipandang sebelah mata oleh kaum pria

Namun dua abad silam
sang bayu bertiup mengusir mendung, menyirnakan awan kelabu berdebu
muncul seorang perempuan, sang pembaharu, dari pesisir Jepara
Raden Ajeng Kartini, begitulah sapaannya

Kartini…
kaulah srikandi yang gigih memperjuangkan hak perempuan
yang tak pernah berhenti mengejar kemajuan
sampai kau dijemput dan dipeluk ajal

Kartini…
kaulah segar mekar bunga
melati nan indah berseri
menebar keharuman abadi
bersemi di lubuk sanubari para putri

Kartini…
pancaran cahayamu menyinari jejak langkah kaum perempuan
menerangi jalan kami yang semula kelam

Kau membiaskan cahaya di tengah kegelapan
kau tampil sebagai purnama yang menyinari bangsa
kau, sekuntum bulan nan memendarkan harapan kaum perempuan

Berkat karyamu, kaum perempuan mengenyam nikmatnya pendidikan
berkat upayamu, perempuan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi
dengan kaum lelaki
bahu-membahu berkarya cipta di Bumi Pertiwi

Terima kasih untuk sinarmu
yang tak membiarkan kami terkungkung dalam kegelapan
terima kasih untuk cahayamu
yang tak merelakan kami dibelenggu kebodohan
terima kasih atas inspirasimu
yang mendorong kami terus maju dan melaju

Akhirnya…
sekuntum bulan itu telah menghantar kami meniti awan
menggapai bintang-gemintang

***

Facebook Comments

About budinovo

One comment

  1. katedrarajawen

    Pada zaman kini adakah Kartini2 yang akan menginspirasi kaumnya? Tentu banyak yang takkan habis ceritanya..semoga semakin banyak wanita yang ikut terbang ke awan meraih bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif