Home » FIKSI » Puisi » Terbang Tinggi Rajawaliku

Terbang Tinggi Rajawaliku

Terbang Tinggi Rajawaliku
Oleh Budianto Sutrisno

Elang

Tak terasa sang rajawali makin bertambah umurnya…
enam puluh sembilan tahun silam
engkau mulai menghirup udara bebas merdeka
belajar terbang dari sang induk
yang melatihmu membubung tinggi menembus awan
menjatuhkan dirimu dari angkasa raya
namun segera menyambarmu kembali
sehingga kau tak jatuh terjerembab

Tapi kemalasanmu membuat kau tak perkasa terbang
pola makanmu pun makin janggal
maunya daging sapi impor yang mahalnya bikin skandal
anak keturunan dibiarkan mengunyah daging gelonggongan
bahkan ayam tiren, tahu formalin, atau nasi aking
makan tempe kalau kedelainya tak impor, enggan
padahal ada benih unggul grobogan
jeruk saja mesti impor dari negeri naga
produksi batu dan tawangmangu diam termangu dalam gagu
busana pun mesti rancangan desainer mancanegara
meski pesona batik terorak di mana-mana

Kini kau renta dan ringkih
langkahmu tertatih dalam letih
namun terus berfoya di tengah telaga dusta
sementara kaum jelata berlumur lumpur hina nestapa

Kerjap terang sinar matamu
telah berganti dengan pekat gelap
keringat dan liurmu bau bangkai
kau lebih mirip gagak ketimbang rajawali
cuma bisa berlagak, berkaok, dan berkoak
dalam kepingan nada sumbang
menjemput jiwa masuk ke tubir maut

Ku tak rela rajawali muda mengikuti jejakmu
ku tak rela rajawali muda terkecoh kepalsuanmu
ku tak mau rajawali muda gamang hadapi tantangan
ku tak mau rajawali muda ciut nyali meraih asa dan ambisi

Ku mau rajawaliku terbang tinggi menggapai mercu angkasa
ku mau rajawaliku mengepakkan sayap
melintasi samudra, melanglang semesta raya
ku mau rajawaliku meraih mimpi dan damba
menjadikannya nyata

Terbang tinggi rajawaliku
menjaga, mengawasi, dan melindungi negeri
mengukir jaya
di seluruh pelosok Nusantara

***

Facebook Comments

About budinovo

One comment

  1. katedrarajawen

    Semoga negeri ini selalu terjaga dan terlindung oleh kuasa kegelapan oelh pejuang cahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif