Home » FIKSI » Puisi » Jeladri Pemimpin Yang Mengaku Nasionalis

Jeladri Pemimpin Yang Mengaku Nasionalis

Oleh: Yulida Medistiara

 

Indonesia kini sakit,

paceklik semakin meniruskan daging.

Banyak orang mengaku cinta tanah air.

Lalu mereka saling bersaing atau bersekutu,

mengatupkan kepentingan terselubung.

Mereka berdalih akan mewujudkan impian dan harapan bangsa

yang telah lama menghitam dalam hati rakyat,

tertanda luka yang mendalam.

Jantung pun terlanjur sakit,

urat nadi tercekik

rakyat morat marit

mengumpulkan sisa-sisa kepercayaan

yang telah dikelabui kebijakan dan janji pemerintah terdahulu.

 

Janji-janji bermuncratan dari bibir penuh gincu

Yang tersolek manis, tersenyum ramah pada calon pemilih.

Raunganmu menggetarkan pesta demokrasi,

bukan apa-apa

rakyat perlu waspada akan investasi masa depannya bila kau terpilih.

 

Kilahmu membutakan rakyat

yang dielu-elukan sejumlah pendukungmu

demi kursi yang akan dibagi-bagi.

Kilahmu  menutupi segala kekurangan pada diri

Bak malaikat tak berdosa

Kau sengaja singgah dan menengok keadaan rakyat,

menampung rasa penat akan keluh kesah

susahnya menjadi rakyat jelata.

Orang kecil mulai terpengaruh perkataanmu

yang mengaku mencintai tanah air.

 

Kesangsianku terus mendarah daging

Sebab, masih kulihat praktik kapitalisme dan neopolitik

di tanah air yang kucinta.

Sementara kau tergiur

akan rayuan maut para penjajah

yang mencoba menguasai negeri,

seolah tak terngiang di telingamu

akan rintihan rakyat jelata yang sawah dan rumahnya tergusur.

Sebab, sawah dan perkebunannya

dijadikan gedung pencakar langit

yang mematikan hunian dan mata pencahariannya.

Tak punya gelar, tak punya pendidikan.

Gelandangan di negeri sendiri

Bagai lebah kehilangan sebongkah madu.

 

Sepatu larsmu menderap-derap

Seperti otomobil yang menderu

Aku pun terkesiap

Akan penguasa hukum yang sibuk berseteru

Rakyat pun berharap

Akan keadilan setegas peluru

 

Jangan kau gerogoti hak rakyat

Sebab, janjimu tempo dulu bagai peluru

yang telah ditarik dari pelatuk.

Mereka akan datang menagih.

Facebook Comments

About Yulida Medistiara

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif