Home » FIKSI » Puisi » Sepertinya Bumi Juga Telah Berlutut di Bawah kaki Lucifer

Sepertinya Bumi Juga Telah Berlutut di Bawah kaki Lucifer

Sepertinya bukan baru sekarang kau rasa, Bila pada sudut langit yang temaram terdapat gerombolan hitam yang memujamu juga. Mengorbankan dan menjual nyawanya. Kebodohannya. Dan darahnya yang tidak kau ciptakan.
Aku juga tersadar rayuan mautmu dan perangai celakamu; Ketika legionmu yang tercemar serapah, menggebuk-gebukkan tangannya yang dekil seperti limbah di telinga, sejauh masa neraka itu. Sambil membisiki kode buntut dan tanggal kiamat yang selalu meleset. Meludah-ludahi isi kepala seakan semuanya adalah sampah.

Jam 12 tengah malam konon, kau menampakkan muka. Tapi tak tersangka, kau juga akhirnya melabrak semua waktu mengajak durhaka. Sekarang, dari para pendoa mengalir banjir air mata yang meluapi masjid, gereja, klenteng, pura, wihara, kuil, pagoda dan rumah-rumah mereka. Dan kau duduk nyaman tak tersentuh, dan surga seperti jengah melarangmu bermain-main di muka orang-orang buta. Hingga sekarang, mereka yang bosan melahap pahitnya hidup seperti badut menjadi tentaramu. Dan merampok seluruh lumbung pakaian yang orang waras kenakan. Menggiring badut-badut mentah akal berkorban tanpa kepala. Hingga muncul ketelanjangan-ketelanjangan yang mengomel-ngomel di jalanan pinggiran menuntut peleburan dosa dan kepedihan. Dalam jarak kasta, aku melihat jelata meronta-ronta menambal emas yang terkoyak hilang dari pakaian dusta. Dan menyemir dengan terseok-seok sepatu bertahta berlian yang sangat menggerutu karena sedikit terinjak kulit sapi imitasi. Jarak yang juga tak teraih olehku selama waktu itu.

Dan pengikutmu yang serakah tak peduli raungan, jeritan memekik yang terjadi dari ketukan palu yang berat sebelah. Atau harga sekeping camilan dibanding lumbungmu yang ternyata juga adalah rampasan dari keringat yang mengguyur selama dua puluh empat jam. Dan tak usah kau tertawa, karena suaramu yang sumbang kini kukenali diantara nyanyian. Meski kau harus sedikit menang karena pekatnya jahanam meleburkan dian. Dan menyeruakkan kubangan diantara nisan-nisan. Memerangkap kecerobohan tukang-tukang bangunan. Ataukah memang; si Polan mesti mengikutmu juga untuk membuat tuhan jera atas sebatang hidupnya yang lara?
/2009-2011

Facebook Comments

About f-i-agungprasetyo

5 comments

  1. katedrarajawen

    Realita kehidupan yang miri dan menyedihkan, mari kembali mencari dan membangkitkan nurani yang lama tidak berfungsi lagi sebagai senjata perlawanan

  2. Agung ini maksudnya puisi?? kenapa ngga dibentuk puisi aja…bisa dibikin 3 seri.. Lucifer (1), Lucifer (2) dan Lucifer (3) —

    • Hehe… ini puisi. Kalau baca2 di Kompas Minggu puisinya ada yang gini toh? ndak ada ide untuk membuatnya ber-seri… :)

    • tapi bagi saya begini: ada rangkaian bunga yang cantik dalam ikebana yang ringkas… tapi ada juga rangkaian bunga yang bagus dalam rangkaian biasa macam di pernikahan atau gereja. Kalau rangkaian yang menurut saya pas yah, yang begini… ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif