Home » FIKSI » Puisi » Di Suatu Sore, Di Langit Jakarta

Di Suatu Sore, Di Langit Jakarta

banjir-Jakarta

Di suatu sore, di langit Jakarta

mendung pekat lalu hujan mengguyur tanah-tanah hingga basah

sekumpulan air melimpah menjadi air bah

berebut jalan ke permukaan yang lebih rendah

namun sayang, semakin lama berkubik-kubik air semakin sulit menemukan celah

*

Di suatu sore di langit Jakarta

orang-orang di Kampung Pulo, Bantaran Ciliwung, bahkan di pusat-pusat kota

rasa was-was melanda

bila hujan tak sekedar menyirami pohon-pohon yang telah berkurang banyak jumlahnya

digantikan bangunan-bangunan gedung, rumah, dan jalan-jalan

tanpa sisakan rumah-rumah untuknya

*

Dari waktu ke waktu, selalu begitu

sore berhias mendung pekat di langit Jakarta

pertanda beberapa warga bersiap mengungsi ke lantai atas rumahnya

atau ke masjid, ke tenda-tenda darurat, ke kolong-kolong jembatan

agar bisa hidup sementara

dan sebentar lagi

anak-anak perlu diobati dokter jika bisa

untuk sembuhkan gatal-gatal dan diare yang terbawa banjir

lalu menggerogoti tubuh-tubuh kecilnya

*

akankah selalu begitu ?

Mungkin, jika sungai-sungai tak lagi dihargai

jika sungai-sungai diperkosa untuk kemalasan penghuninya

jika sungai-sungai dianggap tempat pembuangan segala

dan jika pejabat tak punya rencana besar untuk membalikkan nasib Jakarta

*

Namun, seberapapun mendung pekat di langit Jakarta

seberapapun hati gundah-gulana setiap akhir dan awal tahun pergantian masa

harapan untuk Jakarta yang lebih baik tak boleh sirna

semoga pemimpin yang baru nantinya, punya pendekatan berbeda

untuk memulihkan harapan

menuju kejayaan Jayakarta

kejayaan Jakarta sebagai sang ibukota

***

Jakarta, 25 Nov 2014

Facebook Comments

About heripurnomo

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif