Home » HUKUM » Ramadhan Penuh Keprihatinan

Ramadhan Penuh Keprihatinan

Ramadhan tahun ini disebut-sebut sebagai ramadhan yang penuh keprihatinan. Mengapa demikian? Kerena ramadhan kali ini bertepatan dengan naiknya harga bbm yang berimbas pada naiknya pula harga-harga pokok kebutuhan masyarakat indonesia.

Tanpa kenaikan bbm saja, ketika bulan ramadhan itu harga sembako dan harga kebutuhan lainnya naik akibat dari permintaan pasar yang meningkat, ditambah dengan dampak kenaikan harga bbm maka makin susah nampaknya rakyat indonesia ini.

Sebagai penganut agama yang menantikan bulan ini sebagai ajang mencari berkah, sudah barang tentu menganggap bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk kita bersenang-senang dalam beribadah. Untuk beribadah yang sungguh-sungguh tentu saja memerlukan energi yang tidak sedikit. Untuk mendapatkan energi yang baik, tentu saja kita harus mngkonsumsi makanan yang bergizi.

Namun karena kenaikan harga bahan pokok ini, maka kita harus mengencangkan ikat pinggang. Beribadahlah dengan sungguh-sungguh, dan berdiet konsumsi lah. Karena sejatinya puasa adalah mengendalikan hawa nafsu termasuk mampu menahan lapar dan dahaga mulai dari munculnya fajar sampai tenggelamnya matahari.

Dengan demikian kita diharapkan mampu pula mengendalikan konsumsi atau dapat melakukan diet konsumsi. Sepertinya itu adalah jalan keluar yang masuk akal bagi kita sebagai masyarakat. Kita tidak perlu mengeluh karena kesusahan ini. Tak perlu juga meminta pertanggung jawaban pemerintah sebagai pemegang kekuasaan atas kebijakan yang seharusnya mampu mengendalikan harga untuk rakyatnya.

Boro-boro mengendalikan harga, untuk menetapkan 1 ramadhan saja para pemimpin kita itu kesusahan, sehingga dari tahun ketahun selalu saja ada perbedaan melaksanakan puasa di hari pertama antara kita sebagai rakyat yang berkeyakinan sama.

Kadang kita dibuat bingung dengan perbedaan penetapan 1 Ramadhan ini. Namun lagi-lagi pemerintah sebagai pengendali tak mampu menyelesaikannya. Lalu dengan entengnya meminta kita untuk tidak meributkan perbedaan karena menurut mereka perbedaan adalah Rakhmat. Maka kita harus saling menghormati di antara perbedaan itu.

Ya seperti biasa, rakyat hanya manut dan mengikuti apa kata pemimpin. Melaksanakan puasa ditengan perbedaan. Walau berjuta tanya masih menggelayut. Tapi ya sudahlah, mereka yang memiliki kewenangan terhadap rakyatnya. Mereka juga adalah wakil tuhan untuk kita, sehingga apapun kata pemimpin kita, kit harus tunduk dan taat tanpa bisa memprotes.

Facebook Comments

About Lilihwilda

One comment

  1. cieee… Tumben serius tulisannya… ckckckc

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif