Home » HUKUM » Kehidupan Konsumtif Matikan Daya Kreatif

Kehidupan Konsumtif Matikan Daya Kreatif

Di era modernisisasi perkembangan IPTEK sangatlah pesat dan maju terutama pada Negara – negara yang terbilang sudah maju seperti Singapura, Kanada, Jerman, Jepang dll. Negara – negara tersebut juga memiliki produktivitas yang baik, bahkan produk-produk yang dihasilkan memiliki daya saing dengan Negara lain. Bahkan secara tidak langsung kita pun menggunakan produk yang mereka hasilkan.
Bagaimana dengan Produktivitas Indonesia? Apakah Produktivitas Indonesia sudah Dapat bersaing dengan Negara lain? Mungkin beberapa produk – produk Indonesia sudah terbilang cukup baik karena beberapa produk yang dihasilkan di indonesia pun sudah ada yang menembus pasar dunia. Cukup membanggakan produk Indonesia sudah mendunia dan dikenal di berbagai negara. Namun di balik semua itu antusias masyarakat Indonesia terhadap produk dalam negeri masih terbilang rendah dan lebih memilih Produk luar negeri. Tentu ini sangat disayangkan mengingat produk dalam negeri masih belum diminati banyak masyarakat Indonesia.
Sifat Masyarakat Indonesia yang lebih tertarik akan produk luar negeri ketimbang dalam negeri mengakibatkan produk dalam negeri kalah saing dari Negara lain. Akibatnya produk dalam negeri akan terasingkan oleh masyarakatnya sendiri. Contohnya saja produk elektronik seperti smartphone berbagai merk mulai dari nokia, sony, Samsung dll yang setiap waktu selalu mengeluarkan produk terbarunya dengan menghadirkan fitur dan kelengkapan yang ditawarkan produk-produk tersebut sehingga masyarakat Indonesia seakan terhipnotis dan tertarik untuk membelinya. Sikap seperti ini seharusnya bisa dicegah salah satunya dengan cara meningkatkan produktivitas dalam negeri agar masyarakat bisa berpaling dari produk luar dan lebih memilih produk dalam negeri.
Di samping sebagian masyarakat indonesia yang cenderung menyukai produk impor masyarakat juga memiliki sifat konsumtif yang belum terkendali. Masyarakat indonesia masih tergiur jika ada Diskon besar – besaran yang ditawarkan oleh pusat perbelanjaan dan tempat – tempat lainnya sehingga mereka akan berbondong – bondong memborong semua barang yang mereka sukai. Hal ini juga akan menjadi masalah karena masyarakat menjadi konsumerisme. Sifat ini juga bisa mengurangi produktivitas dalam negeri karena masyarakat akan lebih memilih membeli dari pada membuat. Seharusnya masyarakat memiliki sifat produktif agar dapat mengembangkan produktivitas dalam negeri. Kehidupan yang terkesan konsumtif ini dikhawatirkan akan mematikan daya kreatifitas masyarakat terutama bagi para remaja.
Di zaman teknologi yang berkembang pesat sekarang ini Para remaja lebih tertarik akan kecanggihan teknologi yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari – hari dan mereka lebih suka memakainya ditimbang mempelajari bagaimana cara membuatnya. Kecenderungan remaja yang lebih suka bermain Gadget ketimbang melakukan sesuatu yang produktif amat sangat disayangkan. Mereka menghabiskan waktu berjam – jam di depan layar desktop dan bermalas – malasan dari pada melakukan hal yang kreatif. Seharusnya mereka bisa diberikan keterampilan agar dapat mengembangkan kreativitasnya sehingga generasi penerus pada masa depan bisa berpartisipasi untuk mengembangkan produk dalam negeri sehingga menjadi lebih baik.
Kehidupan konsumtif yang terkesan hanya menghambur-hamburkan uang sangatlah merugikan masyarakat, karena segala sesuatunya akan berujung pada pengeluaran uang. Di era post modernisme, masyarakat membeli barang dan jasa bukan sekedar nilai manfaatnya atau karena terdesak kebutuhan, melainkan dipengaruhi sebuah gaya hidup konsumtif yang didorong gengsi agar tidak disebut ketinggalan jaman. Seharusnya masyarakat dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga kebiasaan konsumtif dapat dihentikan. Amat sangat di sayangkan apabila jumlah penduduk indonesia yang menempati urutan ke-4 penduduk terbanyak sedunia ini memiliki SDM yang rendah. Bayangkan saja apabila masyarakat indonesia memiliki SDM yang memumpuni dan menjadikan masyarakat yang produktif serta produk – produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk – produk luar negeri tentu negara ini akan menjadi negara yang sejahtera dan diakui oleh dunia bahkan bukan tidak mungkin negara ini akan menjadi negara yang maju. Mengingat produktivitas dalam negeri yang masih terbilang masih rendah seharusnya masyarakat dapat menghentikan perilaku hidup konsumtif dan mengembangkan daya kreatifitasnya agar produktivitas dalam negeri juga akan menjadi lebih baik ini perlu dikendalikan agar Negara ini bisa berkembang dengan baik Serta masyarakat di harapkan dapat mandiri dan tidak bergantung pada produk – produk luar negeri.

Facebook Comments

About Akhmad Mutaallimin

2 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Kita memang bangsa konsumtif belum produktif, lebih suka menikmati produk bangsa lain daripada memproduksi sendiri.

  2. kebiasaan konsumtif tersebut seharusnya bisa di rubah agar bangsa indonesia bukan bangsa yang tidak dapat melakukan apa – apa selain hidup konsumtif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif