Home » Insidental » 6 Besar Lomba Opini » [OPINI] Indonesia Harus Tetap Satu Tak Peduli Ada Huruf “J’ Atau “P” Sebagai Pemegang Mandat Rakyatnya

[OPINI] Indonesia Harus Tetap Satu Tak Peduli Ada Huruf “J’ Atau “P” Sebagai Pemegang Mandat Rakyatnya

logo lomba9 Juli 2014 berlalu begitu saja, menyisakan banyak pertanyaan, banyak kecurigaan dan banyak pertimbangan akan nasib bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Siapa pemenangnya? Siapa yang akan memimpin Indonesia? Siapa yang akan merubah nasib kita ?

Pertanyaan aneh itu terus saja bergelayut dalam benak kita. Bila saja anda semua mengenal lebih dekat saya, pertanyaan yang terus berlarian di kepala saya hanya satu…sudah siapkah kita menjadi pemimpin Indonesia.

Yah…sebenarnya kita semua adalah pemimpin Indonesia. Tak peduli siapapun pemimpin yang ada di atas sana, kenyataan yang sebenarnya adalah “kita” yang menentukan nasib Indonesia.

Bagaimana tidak? tiap warga Indonesia dengan segala aktivitas dan sumbangsihnya memiliki kontribusi terhadap perubahan Indonesia. Mungkinkah seorang pemimpin berjaya bila manusia-manusia yang ada di bawah kepemimpinannya melanggar semua aturan yang dibuatnya? Sebaliknya, seburuk apapun seorang pemimpin yang bertahta, masyarakat yang bersatu dan memahami betul kebutuhan negaranya bisa menggulingkannya dan merubah segala keputusan menjadi satu kesepakatan yang kita sebut demokrasi.

Bisa dikatakan, siapapun presiden kita kelak, tanpa memahami apa yang dibutuhkan Indonesia, maka Indonesia tercinta ini akan tetap di tempatnya, tak pernah mengalami kemajuan apalagi membuat rakyatnya sejahtera.

Indonesia butuh kita semua sebagai warga yang baik. Indonesia memerlukan kita sebagai warga yang disiplin. Indonesia merindukan kita sebagai masyarakat yang mencintai negaranya sendiri. Dan tentunya, Indonesia akan mencintai warga negaranya yang juga memberikan cintanya dengan segenap jiwa raga.

Kenyataan bahwa kita dapat menjadi pemimpin Indonesia tentu saja dapat merubah dinamika yang ada saat ini. Kita tak perlu begitu fanatik terhadap salah satu calon yang kita pilih hingga saling menjatuhkan pendukung yang lain. Perang verbal di sosial media antara dua pendukung yang justru akan berakibat runtuhnya integritas Indonesia dan runtuh pula dengungan demokrasi yang tengah kita elu-elukan. Hal itu justru akan memperuncing perbedaan yang membuat negara kita semakin dekat

Adu argumentasi seputar calon yang akan menang tak pernah dibutuhkan, toh mereka sudah memaparkan visi dan misi masing-masing. Siapapun pemenangnya, satu hal yang perlu diperhatikan, beliau tak hanya memimpin sekumpulan manusia menuju sebuah oase tapi memimpin sebuah negara yang kaya akan SDA dan SDM yang sedang mencari kejayaannnya. “J” ataupun “P”, siapapun itu, hanya akan berhasil mewujudkan Indonesia yang jaya bersama dengan kita, bersama masyarakatnya.

Sudah saatnya menilai tingkat kedemokratisan kita, tunggulah sejenak siapa yang akan duduk di kursi pengendara. Bersabarlah beberapa saat lagi untuk mengetahui bersama siapa kita akan memimpin Indonesia…yah… kita…bukan hanya seorang “J” ataupun seorang “P”.

Kita adalah khalifah, kita adalah pemimpin maka mulailah berlaku sebagai seorang pemimpin. Optimisme, kejujuran dan kesediaan memberikan jiwa dan raga kita pada bangsa tercinta, itulah kehausan Indonesia terhadap masyarakatnya. Masyarakat yang tak hanya berpikir bagaimana cara memenuhi kebutuhannya sendiri tapi bagaimana memenuhi kebutuhan kita, kita semua.

Mulailah dari hal kecil, persatukan hati kita, persatukan tekad kita, persatukan harapan kita menyongsong negara Indonesia. Jangan pernah lupakan bagaimana orang-orang terdahulu menjual nyawanya hanya untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Jangan pula kita abaikan, ribuan kepentingan yang telah dikubur dalam demi membangkitkan Indonesia Merdeka.

Saat itu, tak  seorang pun peduli apapun agamanya, apapun sukunya, siapapun tokoh politik pujaannya, berjuang bersama, itu saja yang mereka lakukan. Dan hasil yang luar biasa mereka raih untuk dipersembahkan kepada generasi berikutnya yaitu kita.

Nah, Saya bukanlah seorang penulis sejati yang pandai meluapkan kecintaan saya terhadap Indonesia. Saya hanya ingin mengajak anda semua sedikit peduli terhadap negara kita, tak penting berapa ratus ribu hingga berapa ratus juta gaji yang kita peroleh dari Indonesia. Tak peduli seberapa indah atau seberapa berat hidup kita ada di negara tercinta ini, faktanya ini adalah negara kita.

Saya hanya seorang guru honorer di kota kecil, tapi saya paham betul bahwa Indonesia memerlukan saya, maka saya tak akan menukar nasib dengan Pak “J” ataupun pak “P”  atau dengan siapapun yang tingkat kehidupannya di atas saya karena saya menganggap bahwa saya juga pemimpin Indonesia. Dan saya tahu, apa yang harus saya lakukan untuk Indonesia.

Anda?…sudah siapkah bersama dengan saya memimpin Indonesia ?

Semoga saja, pempimpin tertinggi entah itu “J” atau “P”  bisa membawa kita menjadikan Indonesia macan Asia…bukan…dinosaurus Asia, betatapun sulitnya. Amin :-)

 

Facebook Comments

About Novira Mayasari

5 comments

  1. Semoga kita tetap bisa bersatu apapun hasil dari KPU. Nggak penting macan asia. Kucing asia pun nggak masalah ha ha asal bisa mandiri Buat yang menulis terus semangat!

  2. Mohon perhatian kepada para peserta lomba, harap memasang foto profil dan mengisi biodata sebagai syarat lomba. Terima kasih

  3. setuju dengan isi dan judul yang kaka buat :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif