Home » Insidental » 6 Besar Lomba Opini » [OPINI] Sambut Pemimpin Baru: Saatnya Merajut Kembali Tenun Kebangsaan

[OPINI] Sambut Pemimpin Baru: Saatnya Merajut Kembali Tenun Kebangsaan

Pemimpin baru sudah terpilih, jangan lagi ada selisih diantara rakyat. Sebab, ini bukanlah kemenangan sepihak atau golongan tertentu saja, melainkan kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Yang terpilih adalah presiden kita, presiden rakyat Indonesia. Bukan presiden saya atau presiden Anda. Sekali lagi, ini presiden kita. Hasil pilihan secara demokratis.

Pilpres 2014 ini menjadi momentum yang penting untuk menunjukkan tingkat kedewasaan bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Perbedaan dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Sebab esensi demokrasi sesungguhnya adalah bagaimana kita menghargai perbedaan tersebut. Pilpres dapat kita ibaratkan sebuah pertandingan sepak bola. Harus siap untuk menang dan siap untuk menerima kekalahan. Ketidakpuasan atas kekalahan merupakan hal yang wajar karena tidaklah mudah untuk menerima kekalahan. Protes boleh, tapi jangan sampai gontok-gontokan. Gunakan mekanisme yang ada. Walau demikian, tetap penting adanya untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, dan berbesar hati menerima kekalahan, itulah sikap seorang ksatria. Inilah demokrasi.

Pesta lima tahunan demokrasi, bukan semata-mata dijadikan sebagai ajang untuk merebut kekuasaan, tetapi yang sesungguhnya harus dijadikan tujuan utama adalah sebagai salah satu cara untuk mengakomodasi kepentingan rakyat. Sangat disayangkan apabila babak baru Indonesia yang baru saja akan dimulai dihabiskan dengan kelahi dan permusuhan. Perseteruan, perselisihan dan perbedaan yang silih berganti bermunculan selama kampanye merupakan hal yang wajar karena itulah warna-warni dari demokrasi. Namun, hari ini semuanya harus selesai. Saatnya menyatukan kekuatan demi kemajuan dan keutuhan negara. Saatnya bersatu mendukung kepemimpinan baru, presiden dan wapkil presiden terpilih. Demokrasi bangsa ini dibangun dengan susah payah. Terlalu mahal untuk diciderai dengan hal-hal yang merusak keutuhan bangsa. Yang jelas, terpilihnya kepemimpinan baru merupakan momentum penting bagi bangsa untuk bergerak maju dan membuka lembaran baru. Menatap masa depan demi memperbaiki masalah yang masih menyelimuti bangsa ini.

Pemilihan presiden dan wakil presiden yang baru lalu merupakan sebuah proses panjang yang melelahkan sekaligus juga menumbuhkan harapan-harapan baru bagi masyarakat. Inilah momentum bagi kita semua untuk merajut tenun kebangsaan. Jangan lagi saling hujat dan berdebat opini. Tak usah lagi saling mencaci, jangan lagi ada keributan, jangan lagi saling provokasi, dan tak perlu lagi ada ketegangan yang berpotensi memicu kekisruhan dan memporak-porandakan tenun kebangsaan kita. Cukup. Mestinya sudah usai sejak 9 Juli. Tanggalkan identitas dan segala atribut yang selama ini mengotak-kotakkan kita sebagai sebuah bangsa. Lupakan nomor satu, lupakan nomor dua. Karena kini yang perlu kita ingat hanya nomor tiga, yaitu persatuan Indonesia (sila ke-3 Pancasila).

Setelah beberapa pekan aktifitas masyarakat dialihkan kepada dukung-mendukung cepres dan cawapres, kini saatnya kembali seperti semula. Seluruh energi tak perlu lagi dipusatkan pada pilpres. Petani, nelayan, buruh, pegawai negeri, relawan dan elemen masyarakat lainnya sudah saatnya menghentikan kegiatan-kegiatan yang kontraproduktif dan kembali pada pekerjaan masing-masing. Harusnya kini bergandengan tangan menyongsong babak baru Indonesia. Sudah saatnya kini maju, bekerja sama dan bahu-membahu karena setumpuk pekerjaan kini telah menunggu. Bersama merajut kembali tenun kebangsaan, melalui elemen-elemen masyarakat rangkul kembali semangat persatuan dan kesatuan.

Ingin sekali saya mengutip quotes dari Najwa Shihab berikut ini.

Pemilihan presiden memang sudah selesai, tapi proses demokrasi tidak boleh usai

Rakyat sudah bisa menerima siapa pun yang jadi pemimpinnya

Semua mesti taat konstitusi, agar kepentingan bangsa tidak terkebiri

Pekerjaan masih banyak yang menumpuk

Jangan sampai tenaga habis, hanya untuk saling merutuk

Rakyat menunggu realisasi janji presiden terpilih

Jangan direcoki

Biarkan Jokowi mempersiapkan diri menyusun langkah perbaiki negeri

Rekonsiliasi menjadi keharusan karena tak ada yang sanggup kerja sendirian

Sikap kritis tentu harus dirawat

Oposisi dalam demokrasi juga hal mutlak

Selamat kepada mereka yang menang

Rangkullah lawan agar kita tak renggang dan suasana tidak terus menegang

Sebab Indonesia adalah kata kerja yang disempurnakan dengan berbagai upaya

Oleh kita semua yang sudi bekerja.

Facebook Comments

About Nining Purwaningsih

21 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Bersatulah meskipun berbeda pendapat

  2. biarkanlah presiden trpilih menunjukkan kinerja terbaiknya

  3. jangan sampai karena ambisi masing-masing, persatuan terpecah belah
    JAGA TENUN KEBANGSAAN!! https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  4. Menyongsong dan menyambut pemimpin baru dengan damaihttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  5. Terimakasih komentarnya semu.. saya harap masyarakat dan pemimpin bisa bersatu dan sejalan https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  6. biar presiden dilantik dulu

  7. Dewi Komalasari

    sepakat Indonesia saat ini butuh perubahan ke arah yang lebih baik bukan perselisihanhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  8. saatnya no.3 dg catatan proses demokrasi belum sepenuhnya usai :)

  9. karya ka Nining Purwaningsih , sangat inspiratif, https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif seneeng deh baca nya https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  10. salam kenal
    opininya bagus, Pesta rakyat untuk memenangkan kedaulatan rakyat, bukan untuk ajang unjuk kuasa. (y)
    maaf nitip link mbak, soalnya masih baru dan baru dapat infonya juga
    https://ketikketik.com/lomba-opini-hut-ri-ke-69/2014/08/16/opini-setelah-berseteru-kini-saatnya-bersatu.html

  11. Sangat bermanfaat ka Nining Purwaningsih https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif
    Salam Kenal.. https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif