Home » Insidental » LOMBA CERPEN - DESA RANGKAT » [MBLR] Lelaki Berwajah Oriental

[MBLR] Lelaki Berwajah Oriental

waru2

balakurawaernut.blogspot.com

Tak seperti biasanya, kali ini aku datang ke kampus lebih awal. Mungkin karena aku lagi bosan menunggu waktu yang terasa berjalan sangat perlahan. Tak jauh dari pintu masuk kelas, sederetan kursi kayu menunggu. Seakan menuntun langkah kaki menuju kesana untuk sekedar sandarkan punggungku, sambil menunggu tiba waktu kuliah siang ini.

Kedua bola mataku sejenak berlarian kesana kemari, menatap apapun yang ada disekeliling. Sepintas kulihat beberapa teman kuliahku sedang bercanda didalam ruang cafeteria yang ada disudut sana. Seorang diantaranya melambaikan tangannya padaku agar aku ikut bergabung bersama mereka. Tapi entah kenapa, aku lebih suka duduk disini, rasanya malas sekali kaki ini melangkah.

Ponsel digenggaman kini mendapat giliran jadi sasaran perhatian. Aku coba membuka lagi kotak inbox, barangkali masih ada pesan yang belum sempat kubaca. Sedari pagi tak ada perubahan dilayar inboxku, kecuali terselip beberapa pesan promosi yang menyebalkan dari provider. Melihat itu, ibu jariku pun segera bertindak tegas menekan tombol delete.

“Good bye iklan, enyahlah kau selamanya” sebel rasanya dalam hati, sambil aku masukkan kembali ponselku kedalam tas.

Tiba tiba tatap mataku membentur sebuah obyek yang tak pernah kulihat sebelumnya. Seorang lelaki yang berjalan sendirian tak terlalu jauh dari tempatku berada, sambil memainkan tuts tuts handphonenya.

“Makhluk dari mana lagi nih, boleh juga tampangnya” ujarku dalam hati.
Akupun jadi penasaran, siapa gerangan dirinya, apakah masih satu fakultas tapi lain jurusan, atau mungkin juga dari fakultas lain yang lagi ada urusan.

“Ahh.. bodo amat deh” tapi kuakui dalam hati, memang aku belum pernah melihatnya selama ini.
Dia kemudian duduk didekat tangga, sambil terus memainkan tombol tombol handphone nya.

“Pasti lagi chatting tuh..” aku sekedar menerkanya.
“Sama pacarnya kali yah” Loh kenapa aku jadi ngurusin dia ?, Kenapa pula aku jadi merasa jealous, padahal kenal dia aja nggak.?!

Aku terus perhatikan dia dari kejauhan. Aku yakin dia tak akan tahu sebab tempatku disini cukup aman dari jangkauannya, terhalang pintu kaca lagi. Gengsi juga dong kalau sampai ketahuan aku memperhatikan dia terus. “Emang aku ini cewek apaan..”

Kedua mataku nekad untuk terus menatap wajahnya yang oriental itu. Memang dari dulu sih, aku suka sama cowok dengan tipe wajah oriental. Pengen rasanya punya pacar seperti dia.

Kemudian aku berusaha untuk tidak melihatnya, tapi rasanya seperti ada yang memaksaku untuk kembali memandang kerahnya lagi. Sesekali aku buang pendanganku kearah lain, tapi anehnya balik lagi, lagi dan lagi. Seperti ada gelombang magnet yang terpancar dari wajahnya.

“Ah tanggung.. Biar aja sekalian aku pelototin dia terus” pikirku.
“Kapan lagi kan ? Mumpung dia gak tau, juga mumpung ada kesempatan, meski dalam kesempitan, he. he..”. Aku bercanda dengan diriku sendiri.

Selanjutnya aku bahkan mulai berani berandai andai dan merenda harapan dalam hati, siapa tau dia akan jadi milikku.
“Bila Tuhan mengijinkan, apapun bisa saja terjadi.” Sok optimis juga aku ini. Aku tentu berharap semoga bisa menjadi kenyataan pada suatu hari nanti. Aku makin berkonsentrasi penuh untuk menatap wajahnya.

“Hai cowok, lihat kesini…. Ayo lihat kesini…..Lihat aku.. …..Lihat aku disini.. Ayo cepat… Lihat aku..” aku memanggilnya dengan penuh pengharapan di dalam hati.

Dan apa yang terjadi kemudian sungguh membuatku terkejut bukan kepalang. Ups.. tiba tiba dia mendongak dan langsung menatap kerahku ! Dalam waktu sepersekian detik, aku telah bertatapan mata dengannya.

“Aduh.. mati aku.. ketahuan deh.” Seketika itu juga aku langung pura pura cuek, seakan tak pernah terjadi apa apa.
“Tuhan.. bagaimana bisa dia tiba tiba memandang kearahku, sedangkan aku berada di tempat tersembunyi yang seharusnya tak mungkin dia ketahui ?” dalam hati aku bertanya.

Akupun segera beranjak dari tempat dudukku, sambil kulirik jarum jam yang melingkar dipergelangan. Tapi aku sempat merekam senyum manis dibibirnya, ketika aku dan dia saling berpandangan tadi, walau dalam sekejab saja.

Akupun bergegas menuju ke ruang kelas bersama teman teman lainnya, untuk mengikuti kuliah siang ini.
Diantara ayunan langkah, aku merasa didalam hatiku masih tersisa rasa malu bercampur senang, sebagai dampak kejadian yang baru saja kualami dengannya.

Mungkinkah ini sebagai awal mimpiku untuk menjalin asa, hingga dapat bertemu dengannya lagi ? Ataukah ini hanya sebagai suatu peristiwa yang kebetulan saja terjadi ?

Namun dalam hati aku sungguh merasa yakin bahwa mimpiku bukanlah puing, dan aku akan berdiri mambangun mimpi diatas mimpi. Hingga pada saatnya tiba, semuanya akan berwujud nyata..

Semoga..

Facebook Comments

About Doni Bastian

6 comments

  1. Kejar lelaki ituuuu, eh, maksdnya kejar terus mimpimu, hehehehehehttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. Lee Min Ho-kah laki-laki itu Mas Doni?
    Eh.. siapa itu Lee Min Ho, yach?
    Acik.. ayo kejar :)
    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  3. sepakat ama dede Acik, kejar terus tuh cowok :)

  4. Yang berwajah oriental itu….. gw banget tuhh… hehehhehehe
    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  5. wajah oriental ? zet li…. hehehee
    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif