Home » Insidental » LOMBA CERPEN - DESA RANGKAT » (MBLR) Kenangan Yang Terindah

(MBLR) Kenangan Yang Terindah

By: marla lasappe

no 12

Sakit memang rasanya perpisahan, cinta maupun persahabatan,  ikatan dua hati yang tlah lama terjalin. Seperti pula dengan perasaanku saat itu, kau pergi meninggalkan diriku  tanpa meninggalkan pesan. Meninggalkan aku disaat cinta kita mulai tumbuh dan bersemi bagaikan kembang yang sedang mekar-mekarnya, lalu  kau   porak-porandakan  cintaku.

*************

” Sudahlah Tina … terima saja lamaran mas Hadi , dari pada kamu menunggu mas Didi, yang tidak jelas batang hidungnya, yang entah  kemana gerangan dirinya … Ingat Tin….  ingat usia, sekarang kamu sudah 24th, usia yang pantas untuk menikah, ” kata Riana  sahabatku.

Sambil menghela nafas panjang, ” hmmmmm ….. kalau itu yang terbaik buatku  …..ya sudah, aku putuskan akan menerima lamaran mas Hadi ” ucapku datar.

**************

Singkat cerita akupun menikah dengan Mas Hadi, pria yang sangat menyayangiku, dan mencintaiku dengan  segenap jiwa raganya yang selalu  tercurahkan hanya untuk diriku.

Kalau ditanya soal cintaku padanya saat itu, mungkin hatiku belum 100% mencintainya, entahlah cintaku seperti hambar padanya, tapi dengan kesabaran, perhatian  dan pengertian atas kondisiku saat itu, mas Hadi dengan ikhlas menjalani hidup berumah tangga denganku.  Perlahan tapi pasti akhirnya cintapun tumbuh dihatiku, apalagi  ditambah dengan kehadiran buah hati kami satu persatu,  semakin cintalah diriku terhadapnya.

Hari-harikupun terasa indah bersama keluarga kecilku, sampai akhirnya  aku memutuskan berhenti bekerja dan fokus mengurus ketiga buah hati kami.

Tak terasa 20th sudah aku mengarungi bahterah rumah tangga dengan mas Hadi suamiku tersayang, suka duka kami jalani bersama.   Dan pada suatu hari, tanpa sengaja aku melintas di suatu daerah yang tidak asing bagiku, 20th yang lalu, sekelebat bayangan wajah  seseorang  yang sangat familiar dalam ingatanku …. akupun  berusaha menghapus bayangan wajah tersebut, tapi setiap kali pula bayangan itu terus  muncul.

Kenangan itupun muncul kembali, setelah kukubur dalam hatiku selama hampir 20th, kenangan bersama mas Didi, mantan kekasihku saat itu.

*****************

Aku mengenal mas Didi, saat aku aktif dalam sebuah Organisasi Radio di daerah kami, awal mulanya hubungan kami hanya sebagai teman biasa saja, tapi lama-kelamaan cintapun mulai  tumbuh diantara kami, apalagi saat itu mas Didi yang sedikit banyak telah merubah penampilanku  yang semula  sebagai  seorang gadis tomboy,  berlahan-lahan akupun   berubah menjadi seorang gadis yang manis.  Dengan sabar dan setia dia selalu  mengantarku kesalah satu sekolah kepribadian yang ada dikota kami, disanalah aku mulai belajar bagaimana caranya berdandan, cara berpakaian, cara berbicara dengan baik dan komunikatif, dan segala macam tentang pendidikan kewanitaan.   Dari mas Didi kutemukan hidupku dan cinta sejatiku saat itu.

Mas Didi adalah seorang militer, pelan-pelan dia mengajariku  bagaiman kelak menjadi istri seorang militer, hampir disela-sela kesibukannya sebagai seorang komandan dari kesatuannya, dia sempatkan waktunya untuk  mengajari aku bagaimana bersikap sebagai seorang istri komandan kelak , karena secara otomatis akupun akan menjadi komandan dari para ibu-ibu yang kebetulan suaminya jadi anak buah mas Didi..

Dan bayanganku  saat itu, aku akan menjadi seorang istri  yang senantiasa mendukung karir suami dimanapun kelak akan ditugaskan, hmmmmmmm ….membayangkan semua itu, aku sangat senang dan bahagia suatu saat  akan menjadi istrinya.

**************

” Riana …… semalam aku nyasar, ternyata ke daerah dimana mas Didi dulu bertugas …. jadi kangen, apakabarnya ya … ?” kataku ke Riana  sahabat lamaku  saat kami  chat di fb.

” Eh… dia sudah meninggal loh ” kata Riana santai

” Apa …. ? siapa yang meninggal ”

” Magantagan cogowogo ege lugu laaaaaaa …… ” katanya

” Riana, yang bener dong, ngomong apaan sih ? ” tanyaku penasaran

” Aku jawabnya gitu…..  ih kamu  … klo laki mu marah jangan salahin aku  ya …  yang meninggal itu bekas cowoookmu …..”

Bagai disambar petir disiang bolong, sekujur tubuhku gemetar, Innalillahi wa innalillahi rojiun, ternyata, Mas Didi sudah Almarhum.

*****************

Dipusaramu kuberdiri teguh, kutahan semua rasa dihati, saat dirimu menghilang, menjauh dalam tidur panjangmu……………..

” Sebenarnya saat itu mas Didi tidak meninggalkanmu Tini, dia pergi untuk tugas negara yang sangat rahasia, kami keluarganyapun tidak diberitahu kemana dia berada saat itu, bertepatan  saat kamu menikah sebenarnya dia pulang kerumah, tetapi ketika  dia  mengetahui kamu menikah, akhirnya dia putuskan untuk mutasi ke kawasan wilayah Indonesia bagian timur, alasannya untuk melupakan kenangan bersamamu, tetapi ternyata sampai akhir hayatnya mas Didi tetap setia dan sayang denganmu ” kata Harry adik bungsunya

Dengan menahan isakanku, kukatakan kepadamu selamat jalan kekasih, kau yang tercinta telah pergi dari sisiku selamanya …

Kutinggalkan pusaramu, namun tak mudah bagiku untuk meninggalkan jejak dirimu,  yang tlah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah, tapi harapan  dan mimpiku bukan puing, aku berdiri membangun mimpi di atas mimpi, karena kehidupan nyataku adalah bersama suami dan ketiga anak-anakku.

sumber gambar: DESA RANGKAT - kompasiana on Facebook

sumber gambar: DESA RANGKAT – kompasiana on Facebook

Desa Rangkat adalah komunitas yang terbentuk berdasarkan kesamaan minat dalam dunia tulis menulis fiksi. Jika berkenan silahkan berkunjung, berkenalan, dan bermain peran dan fiksi bersama kami di Desa Rangkat, klik logo kami.

*********************

 

Pengumuman :
1. Kepada peserta Lomba Cerpen – Desa Rangkat, mohon segera mem-posting karyanya sebelum tanggal 10 Januari 2014
2. The Best 5 – Lomba Opini bisa di baca disin

 

Facebook Comments

About marla lasappe

17 comments

  1. akhirnya setor juga….. mantebbb makk…. gpp ga sama mas didi, toh juga belakangnya sama2 “di” hadi… wwkwkwkwkkwkw

    • marla lasappe

      akhirnya ………..cerita usang di obrak-abrik dari dalam hati …… habis ilhamnya diumpetin Acik sih heeeeeeeeeheheheh …… betul juga sama2 berakhiran di ….. emang milik gak kemana deh . wkkwkwkkwkwkkw :)

  2. Yahhh… cukup dikenang aja, mak..
    hehehehehe

    keren euyhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • marla lasappe

      hahhahahaha .. kenangan biarlah tetap jadi kenangan ….. betul tidak mas hans ?:) tks mas hans dah nyempatin mampir

  3. Mbak… akhirnya nongol juga postingannya.
    Aihh…. keren mbak https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • marla lasappe

      ahaaaa ……… makasih cici ……… bingung sepertinya ide tidak berpihak kepadaku ……..akhirnya cerita usangpun nongol :(
      anyway tulisan cici juga kerennnnnnnnnnnnn

  4. cieeeiihhhhhh mantan terindaahhhh…

    -nyanyi lagu Raisya-

    Bagus Mak Bocing…

  5. Asiiieeeeek.. Akhirnya nongol juga

    • marla lasappe

      hehehhe . jeng Yetty … karena aku dah nongol, aku jadi pemenangnya ya .. wkkwkwkwkkwkwkkw :D

  6. sedih banget kisahnya mbak Marlahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif

  7. marla lasappe

    sedih ya ………. aku sebenarnya malas nulisnya ……tpi ilham yg kutunggu2 gak nongol…. jdnya kisah usang kembali ku bongkar … hehhehehehhehehheh

  8. ken shara odza

    serasa membaca sebuah diary,,, :) bikin sesek aja…..

  9. marlaaaa…… maaf kakanda telat datang….https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  10. mad didi :(
    selamat jalan…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif